PENGELOLAAN
KELAS YANG EFEKTIF
Makalah ini
dibuat guna memenuhi tugas Mata Kuliah Pengelolaan Pengajaran II
Dosen Pengampu: H. Ahmad Dahlan, M.Pd
Disusun oleh Kelompok 9:
1. Evi Luthviani
2. Haiatal Ummah
3. Muhammad Ngasomudin
4. Riska Fitriah
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM
ATTAHIRIYAH
JAKARTA 2017
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur penulis
ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Pengelolaan Pengajaran II yang
berjudul “Mengelola Kelas Yang Efektif”.
Tujuan penulisan makalah ini adalah
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pengajaran II dan dapat untuk
menambah wawasan bagi para mahasiswa/ I agar nantinya menjadi pendidik yang
professional.
Kami selaku penulis mengucapkan
banyak terimakasih kepada bapak H Ahmad Dahlan, M.Pd selaku dosen pembimbing
dan juga para rekan mahasiswa serta semua pihak yang bersangkutan yang telah
membantu terselesaikanya maklah ini
Penulis menyadari sepenuhnya
keterbatasan ilmu yang dimiliki, sehingga mungkin terdapat kesalahan dan
kekurangan dalam penulisan makalah ini. Untuk itu kritik dan saran yang
bersifat membangun dari pembimbing sangat diharapkan. Semoga tulisan ini
memberikan manfaat bagi kita sekalian. Amin!
Jakarta, Juli 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR............................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah.............................................................. 1
B. Rumusan Masalah....................................................................... 2
C. Tujuan Masalah........................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................ 3
A. Apa saja masalah antara pengelolaan
kelas dan pengelolaan
Pengajaran?................................................................................. 3
B. Apa saja masalah dalam pengelolaan
kelas?............................... 4
C. Bagaimana usaha preventif masalah
pengelolaan kelas?............ 5
D. Apa saja administrasi teknik dalam
kelas?.................................. 6
E. Bagaimana strategi pengelolaan kelas
yang efektif?.................. 7
BAB III PENUTUP................................................................................ 9
A. Kesimpulan................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 10
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sekolah adalah tempat belajar bagi
siswa, dan tugas guru adalah sebagian besar terjadi dalam kelas adalah
membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Kondisi
belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran
serta mengendalikanya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan
pelajaran.
Dalam kelas segala aspek
pembelajaran bertemu dan berproses, guru dengan segala kemampuannya, murid
dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala
komponennya, metode dengan segala pendekatannya, media dengan segala
perangkatnya, materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasannya
bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Oleh karena itu, selayaknya kelas
dimanajemeni secara baik dan professional.
Kegiatan guru di dalam kelas
meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar
dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan seperti menelaah
kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada
siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah
contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan
dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat
berlangsung secara efektif dan efisien. Memberi ganjaran dengan segera,
mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan siswa, mengembangkan aturan
permainan dalam kegiatan kelompok adalah contoh-contoh kegiatan mengelola
kelas.
Kegagalan seorang guru mencapai
tujuan pembelajaran berbanding lurus dengan ketidakmampuan guru mengelola
kelas. Indikator dari kegagalan itu seperti prestasi belajar murid rendah,
tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu, pengelolaan
kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting.
Di sini jelas bahwa pengelolaan
kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terciptanya proses belajar
mengajar yang efektif pula. Maka dari itu pentingnya pengelolaan kelas
guna menciptakan suasana kelas yang kondusif demi meningkatkan kualitas
pembelajaran. Pengelolaan kelas menjadi tugas dan tanggung jawab guru dengan
memberdayakan segala potensi yang ada dalam kelas demi kelangsungan proses
pembelajaran. Hal ini berarti setiap guru dituntut secara profesional mengelola
kelas sehingga terciptanya suasana kelas yang kondusif guna menunjang proses
pembelajaran yang optimal menuntut kemampuan guru untuk mengetahui, memahami,
memilih, dan menerapkan pendekatan yang dinilai efektif menciptakan suasana
kelas yang kondusif.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa saja masalah antara pengelolaan
kelas dan pengelolaan pengajaran?
2. Apa saja masalah dalam pengelolaan
kelas?
3. Bagaimana usaha preventif masalah
pengelolaan kelas?
4. Apa saja administrasi teknik dalam
kelas?
5. Bagaimana strategi pengelolaan kelas
yang efektif?
C.
Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui masalah antara
pengelolaan kelas dan pengelolaan pengajaran
2. Untuk mengetahui masalah dalam
pengelolaan kelas
3. Untuk mengetahui usaha preventif
masalah pengelolaan kelas
4. Untuk mengetahui administrasi teknik
dalam kelas
5. Untuk mengetahui strategi
pengelolaan kelas yang efektif
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Antara
Pengelolaan Kelas dan Pengelolaan Pengajaran
Pengelolaan
kelas dan pengelolaan pengajaran adalah dua kegiatan yang sangat erat
hubunganya, namun dapat dan harus dibedakan satu sama lain karena tujuanya
berbeda. Kalau pengajaran (instruction) mencakup semua kegiatan yang
secara langsung yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan khusus pengajaran
(menentukan entry behavior peserta didik, menyusun rencana pelajaran,
memberi informasi, bertanya, menilai dan sebagainya), maka pengelolaan kelas
menunjuk kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi
yang optimal bagi terjadinya proses belajar (pembinaan “raport”, penghentian
tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran bagi
ketepat waktuan penyelesaian tugas oleh siswa, penetapan norma kelompok yang
produktif, dsb)
Masalah
pengelolaan yang harus ditanggulangi dengan tindakan korektif pengelolaan,
sedangkan masalah pengajaran harus ditanggulangi dengan tindakan korektif
instruksional. Siswa yang enggan ambil bagian didalam kegiatan kelompok karena
merasa ditolak oleh kelompok (masalah pengelolaan) tidak dapat ditangulangi
dengan membuat kegiatan menjadi menarik (tindakan instruksional), meskipun
tentu saja tidak dapat dibanatah bahwa penarikan diri siswa tersebut akan
menghalangi tercapainya tujuan khusus pengajaran yang hendak dicapai melalui
kegiatan kelompok yang dimaksud. Sebaliknya hubungan antar pribadi
(interpersonal) yang baik antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan
siswa (suatu petunjuk keberhasilan pengelolaan) tidak dengan sendirinya
menjamin bahwa prosedur belajar-mengajar akan menjadi efektif. Yang jelas,
pengelolaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terjadinya
proses belajar mengajar yang efektif.
Sebagai
pemberian dasar penyiapan kondisi bagi terjadinya proses belajara mengajar yang
efektif, pengelolaan kelas menunjuk kepada pengaturan orang (dalam hal ini
siswa) maupun pengaturan fasilitas.
Fasilitas disini mencakup pengertian yang luas mulai dari ventilasi,
penerangan, tempat duduk, sampai dengan perencanaan program belajar mengajar
yang tepat. Sudah barang tentu yang belakangan ini, terutama yang lebih
merupakan pengatyuran perangkat lunak (software) telah memasuki
perangkat lunak.
B.
Masalah
Pengelolaan Kelas
Masalah
pengelolaan kelas dapat dikelompokan menjadi dua kategori, yaitu masalah
individual dan masalah kelompok. Meskipun sering sekali perbedaan antara kedua
kelompok itu hanya merupakan perbedaan tekanan saja. Tindakan pengelolaan kelas
seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat
hakikat masalah yang dihadapi, sehingga pada prosesnya ia dapat memilih
strategi penanggulangan yang tepat juga. Banyak penulis yang telah mengemukakan
buah pikiran mereka mengenai masalah pengelolaan kelas ini.
Masalah
individu dalam pengelolaan siswa menurut Dreikurs dan Cassel yaitu didasarkan
pada tingkah laku manusia itu mempunyai maksud dan tujuan. Setiap individu
mempunyai kebutuhan pokok untuk menjadi merasa berguna. Jika individu ini
merasa putus asa dalam mengembangnkan rasa memiliki harga diri melalui nilai yang
dapat diterima secara sosial, ia akan berkelakuan buruk.
Lois V. Johnson
dan Mary A. Bany mengemukakan 6 kategori masalah kelompok dalam pengelolaan
kelas. Masalah-masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.
Kelas kurang
kohensif. Misalnya perbedaan jenis kelamin, suku dan tingkatan sosio-ekonomi,
dan sebagainya.
2.
Kelas mereaksi
negative terhadap salah seorang angotanya. Misalnya mengejek anggota kelas yang
dalam pengejaran seni suara menyanyi dengan suara sumbang.
3.
“Membesarkan”
hati anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok, misalnya pemberian
semnga kepada badut kelas.
4.
Kelompok
cenderung mudah dialihkan perhatianya dari tugas yang tengah digarap.
5.
Semangat kerja
rendah. Misalnya semacam aksi protes kepada guru karena mengangap tugas yang
diberikan kurang adil.
6.
Kelas kurang
mamou menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Misalnya gangguan jadwal atau guru
kelas terpaksa diganti sementara oleh guru lain, dan sebagainya.
Tidak perlu ditekankan lebih kuat lagi bahwa setiap macam masalah
memerlukan penanganan yang berbeda. Selanjutnya, aturan penangan maslah
individual adalah individu pelaku pelangaran. Sebaliknya didalam masalah
kelompok maka tindakan korektif harus ditujukan kepada kelompok diagnosis yang
keliru pula.
C.
Usaha Preventif
Masalah Pengelolaan Kelas
Iklim belajar
yang kondusif merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat
memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran, sebaliknya iklim
belaja yang kurang menyenangkan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan.
Iklim belajar
yang kondusif harus ditunjang oleh berbagai fasilitas belajar yang
menyenangkan, seperti sarana, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis
antara peserta didik dengan guru dan diantara peserta didik itu sendiri, serta
penataan organisasi dan bahan pembelajaran secara tepat, sesuai dengan
kemampuan dan perkembangan peserta didik. Iklim belajar yang menyenangkan akan
membangkitkan semangat dan menumbuhkan aktivitas serta kreativitas peserta
didik.
Dalam mewujudkan
pengelolaan kelas yang baik, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya,
diantaranya:
1.
Kondisi fisik
Lingkungan
fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran.
Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.
Ruan tempat
berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruang
belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa tidak desak-desakan dan
tidak saling mengganggu siswa lainya pada saat melakukan aktifitas belajar.
b.
Pengaturan
tempat duduk
Dalam
pengaturan tempat duduk yang terpenting adalah memungkinkan terjadinya tatap
muka, dengan demikian guru dapat memantau aktifitas siswa.
c.
Ventilasi dan
pengaturan cahaya
Suhu,
ventilasi dan penerangan cahaya adalah merupakan asset penting untuk
terciptanya suasan belajar yang nyaman.
d.
Pengaturan
penyimpanan barang-barang
Barang-barang
hendaknya disimpan ditempat khusus yang mudah dicapai bila diperlukan dan akan
dipergunakan untuk kepentingan belajar.
D.
Administrasi
Teknik
Administrasi
teknik ini juga akan turut mempengaruhi didalam proses belajar mengajar. Adapun
hal-hal yang meliputi administrasi teknik dalam pengelolaan kelas adalah
sebagai berikut:
1.
Absensi
Absensi
peserta didik dan guru hendaknya dikelola sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung. Hendaknya
diadakan pengecekan secara periodik terhadap absen ini.
2.
Ruang bimbingan
Hendaknya
tersedia ruangan khusus yang dapat dipergunakan untuk keperluan bimbingan
peserta didik yang dilakukan oleh guru, wali kelas, atau guru pembimbing di
sekolah.
3.
Tempat baca
Hendaknya
tersedia tempat baca untuk peserta didik yang dapat dimanfaatkan pada waktu
istirahat atau pada selang waktu luang. Tempat bermain dan alat bermain yang
mengandung nilai edukatif akan sangat membantu mengatasi pengelolaan.
4.
Tempat sampah
Tempat sampah
hendaknya tersedia pada tempat khusus sehingga peserta didik terdorong untuk
membiasakan diri untuk hidup teratur.
5.
Catatan pribadi
Catatan
pribadai peserta didik mempunyai peranan penting dalam hubungan dengan
pengelolaan, baik dalam rangka pencegahan maupun dalam rangka mengatasi tingkah
laku yang sudah terlanjur. Dengan catatan pribadi guru akan mengenal peserta
didik secara lebih lengkap termasuk latar belakang kehidupanya.
E.
Strategi Pengelolaan Kelas Yang Efektif
Pengelolaan kelas yang efektif mebutuhkan strategi
pembelajaran, ini merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses
pembelajaran. Paling tidak ada tiga jenis strategi yang berkaitan dengan
pembelajaran, yakni (1) strategi pengorganisasian pengajaran, (2) strategi
penyampaian pembelajaran, (3) strategi pengelolaan pembelajaran.
Uraian mengenai strategi penyampaian pengajaran menekankan
pada media apa yang dipakai untuk menyampaikan pengajaran, kegiatan belajar apa
yang dilakukan oleh siswa, dan dalam struktur belajar mengajar yang bagaimana.
Strategi pengelolaan menekankan pada penjadwalan penggunaan setiap komponen
strategi pengorganisasian dan strategi penyampaiaan pengajaran, termasuk pula
pembuatan catatan tentang kemajuan belajar siswa.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pengelolaan
kelas yang efektif adalah sebagai proses penciptaan iklim yang sosio emosional yang
positif didalam kelas, kegiatan pembelajaran dikelas akan berkembang secara
maksimal apabila kondisi didalam kelas beriklim positif, yaitu suasana hubungan
interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa lainya,
untuk terciptanya suasana kelas yang kondusif guru memegang peranan yang sangat
penting.
Pengelolaan
kelas yang efektif dimaksudkan untuk menciptakan kondisi didalam kelompok kelas
yang berupa lingkunga kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai
dengan kemampuanya.
DAFTAR PUSTAKA
Amiruddin. PERENCANAAN
PEMBELAJARAN. Bantul Yogyakarta: Dua Satria Offset. 2016
Mujib, Abdul. PERENCANAAN
PEMBELAJARAN. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2011
Rohani, Ahmad. PENGELOLAAN
PENGAJARAN. Jakarta: PT RINEKA CIPTA. 2010
