Minggu, 24 Mei 2020

MAKALAH PENGELOLAAN PENGAJARAN (Pengelolaan Kelas Yang Efektif)


PENGELOLAAN KELAS YANG EFEKTIF

Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas Mata Kuliah Pengelolaan Pengajaran II


Dosen Pengampu: H. Ahmad Dahlan, M.Pd

Disusun oleh Kelompok 9:
1.      Evi Luthviani
2.      Haiatal Ummah
3.      Muhammad Ngasomudin
4.      Riska Fitriah





JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM ATTAHIRIYAH
JAKARTA 2017






KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Pengelolaan Pengajaran II yang berjudul “Mengelola Kelas Yang Efektif”.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pengajaran II dan dapat untuk menambah wawasan bagi para mahasiswa/ I agar nantinya menjadi pendidik yang professional.
Kami selaku penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak H Ahmad Dahlan, M.Pd selaku dosen pembimbing dan juga para rekan mahasiswa serta semua pihak yang bersangkutan yang telah membantu terselesaikanya maklah ini
Penulis menyadari sepenuhnya keterbatasan ilmu yang dimiliki, sehingga mungkin terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembimbing sangat diharapkan. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi kita sekalian. Amin!




Jakarta,  Juli 2017



         Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................         i

DAFTAR ISI...........................................................................................        ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................        1
A.    Latar Belakang Masalah..............................................................        1
B.     Rumusan Masalah.......................................................................        2
C.     Tujuan Masalah...........................................................................        2

BAB II PEMBAHASAN........................................................................        3
A.    Apa saja masalah antara pengelolaan kelas dan pengelolaan
Pengajaran?.................................................................................        3
B.     Apa saja masalah dalam pengelolaan kelas?...............................        4
C.     Bagaimana usaha preventif masalah pengelolaan kelas?............        5
D.    Apa saja administrasi teknik dalam kelas?..................................        6
E.     Bagaimana strategi pengelolaan kelas yang efektif?..................        7

BAB III PENUTUP................................................................................        9
A.    Kesimpulan.................................................................................        9

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................      10





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa, dan tugas guru adalah sebagian besar terjadi dalam kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikanya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran.
Dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses, guru dengan segala kemampuannya, murid dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, metode dengan segala pendekatannya, media dengan segala perangkatnya, materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasannya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Oleh karena itu, selayaknya kelas dimanajemeni secara baik dan professional.
Kegiatan guru di dalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan seperti menelaah kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Memberi ganjaran dengan segera, mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan siswa, mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok adalah contoh-contoh kegiatan mengelola kelas.
Kegagalan seorang guru mencapai tujuan pembelajaran berbanding lurus dengan ketidakmampuan guru mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu seperti prestasi belajar murid rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu, pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting.
Di sini jelas bahwa pengelolaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terciptanya proses belajar mengajar yang efektif pula. Maka dari itu  pentingnya pengelolaan kelas guna menciptakan suasana kelas yang kondusif demi meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengelolaan kelas menjadi tugas dan tanggung jawab guru dengan memberdayakan segala potensi yang ada dalam kelas demi kelangsungan proses pembelajaran. Hal ini berarti setiap guru dituntut secara profesional mengelola kelas sehingga terciptanya suasana kelas yang kondusif guna menunjang proses pembelajaran yang optimal menuntut kemampuan guru untuk mengetahui, memahami, memilih, dan menerapkan pendekatan yang dinilai efektif menciptakan suasana kelas yang kondusif.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja masalah antara pengelolaan kelas dan pengelolaan pengajaran?
2.      Apa saja masalah dalam pengelolaan kelas?
3.      Bagaimana usaha preventif masalah pengelolaan kelas?
4.      Apa saja administrasi teknik dalam kelas?
5.      Bagaimana strategi pengelolaan kelas yang efektif?

C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui masalah antara pengelolaan kelas dan pengelolaan pengajaran
2.      Untuk mengetahui masalah dalam pengelolaan kelas
3.      Untuk mengetahui usaha preventif masalah pengelolaan kelas
4.      Untuk mengetahui administrasi teknik dalam kelas
5.      Untuk mengetahui strategi pengelolaan kelas yang efektif







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Antara Pengelolaan Kelas dan Pengelolaan Pengajaran
Pengelolaan kelas dan pengelolaan pengajaran adalah dua kegiatan yang sangat erat hubunganya, namun dapat dan harus dibedakan satu sama lain karena tujuanya berbeda. Kalau pengajaran (instruction) mencakup semua kegiatan yang secara langsung yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan khusus pengajaran (menentukan entry behavior peserta didik, menyusun rencana pelajaran, memberi informasi, bertanya, menilai dan sebagainya), maka pengelolaan kelas menunjuk kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (pembinaan “raport”, penghentian tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran bagi ketepat waktuan penyelesaian tugas oleh siswa, penetapan norma kelompok yang produktif, dsb)
Masalah pengelolaan yang harus ditanggulangi dengan tindakan korektif pengelolaan, sedangkan masalah pengajaran harus ditanggulangi dengan tindakan korektif instruksional. Siswa yang enggan ambil bagian didalam kegiatan kelompok karena merasa ditolak oleh kelompok (masalah pengelolaan) tidak dapat ditangulangi dengan membuat kegiatan menjadi menarik (tindakan instruksional), meskipun tentu saja tidak dapat dibanatah bahwa penarikan diri siswa tersebut akan menghalangi tercapainya tujuan khusus pengajaran yang hendak dicapai melalui kegiatan kelompok yang dimaksud. Sebaliknya hubungan antar pribadi (interpersonal) yang baik antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa (suatu petunjuk keberhasilan pengelolaan) tidak dengan sendirinya menjamin bahwa prosedur belajar-mengajar akan menjadi efektif. Yang jelas, pengelolaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif.
Sebagai pemberian dasar penyiapan kondisi bagi terjadinya proses belajara mengajar yang efektif, pengelolaan kelas menunjuk kepada pengaturan orang (dalam hal ini siswa)  maupun pengaturan fasilitas. Fasilitas disini mencakup pengertian yang luas mulai dari ventilasi, penerangan, tempat duduk, sampai dengan perencanaan program belajar mengajar yang tepat. Sudah barang tentu yang belakangan ini, terutama yang lebih merupakan pengatyuran perangkat lunak (software) telah memasuki perangkat lunak.

B.     Masalah Pengelolaan Kelas
Masalah pengelolaan kelas dapat dikelompokan menjadi dua kategori, yaitu masalah individual dan masalah kelompok. Meskipun sering sekali perbedaan antara kedua kelompok itu hanya merupakan perbedaan tekanan saja. Tindakan pengelolaan kelas seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakikat masalah yang dihadapi, sehingga pada prosesnya ia dapat memilih strategi penanggulangan yang tepat juga. Banyak penulis yang telah mengemukakan buah pikiran mereka mengenai masalah pengelolaan kelas ini.
Masalah individu dalam pengelolaan siswa menurut Dreikurs dan Cassel yaitu didasarkan pada tingkah laku manusia itu mempunyai maksud dan tujuan. Setiap individu mempunyai kebutuhan pokok untuk menjadi merasa berguna. Jika individu ini merasa putus asa dalam mengembangnkan rasa memiliki harga diri melalui nilai yang dapat diterima secara sosial, ia akan berkelakuan buruk.
Lois V. Johnson dan Mary A. Bany mengemukakan 6 kategori masalah kelompok dalam pengelolaan kelas. Masalah-masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.      Kelas kurang kohensif. Misalnya perbedaan jenis kelamin, suku dan tingkatan sosio-ekonomi, dan sebagainya.
2.      Kelas mereaksi negative terhadap salah seorang angotanya. Misalnya mengejek anggota kelas yang dalam pengejaran seni suara menyanyi dengan suara sumbang.
3.      “Membesarkan” hati anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok, misalnya pemberian semnga kepada badut kelas.
4.      Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatianya dari tugas yang tengah digarap.
5.      Semangat kerja rendah. Misalnya semacam aksi protes kepada guru karena mengangap tugas yang diberikan kurang adil.
6.      Kelas kurang mamou menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Misalnya gangguan jadwal atau guru kelas terpaksa diganti sementara oleh guru lain, dan sebagainya.

Tidak perlu ditekankan lebih kuat lagi bahwa setiap macam masalah memerlukan penanganan yang berbeda. Selanjutnya, aturan penangan maslah individual adalah individu pelaku pelangaran. Sebaliknya didalam masalah kelompok maka tindakan korektif harus ditujukan kepada kelompok diagnosis yang keliru pula.

C.    Usaha Preventif Masalah Pengelolaan Kelas
Iklim belajar yang kondusif merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran, sebaliknya iklim belaja yang kurang menyenangkan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan.
Iklim belajar yang kondusif harus ditunjang oleh berbagai fasilitas belajar yang menyenangkan, seperti sarana, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara peserta didik dengan guru dan diantara peserta didik itu sendiri, serta penataan organisasi dan bahan pembelajaran secara tepat, sesuai dengan kemampuan dan perkembangan peserta didik. Iklim belajar yang menyenangkan akan membangkitkan semangat dan menumbuhkan aktivitas serta kreativitas peserta didik.
Dalam mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, diantaranya:
1.      Kondisi fisik
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.       Ruan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruang belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa tidak desak-desakan dan tidak saling mengganggu siswa lainya pada saat melakukan aktifitas belajar.
b.      Pengaturan tempat duduk
Dalam pengaturan tempat duduk yang terpenting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat memantau aktifitas siswa.
c.       Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan cahaya adalah merupakan asset penting untuk terciptanya suasan belajar yang nyaman.
d.      Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan ditempat khusus yang mudah dicapai bila diperlukan dan akan dipergunakan untuk kepentingan belajar.

D.    Administrasi Teknik
Administrasi teknik ini juga akan turut mempengaruhi didalam proses belajar mengajar. Adapun hal-hal yang meliputi administrasi teknik dalam pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:

1.      Absensi
Absensi peserta didik dan guru hendaknya dikelola sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung. Hendaknya diadakan pengecekan secara periodik terhadap absen ini.

2.      Ruang bimbingan
Hendaknya tersedia ruangan khusus yang dapat dipergunakan untuk keperluan bimbingan peserta didik yang dilakukan oleh guru, wali kelas, atau guru pembimbing di sekolah.

3.      Tempat baca
Hendaknya tersedia tempat baca untuk peserta didik yang dapat dimanfaatkan pada waktu istirahat atau pada selang waktu luang. Tempat bermain dan alat bermain yang mengandung nilai edukatif akan sangat membantu mengatasi pengelolaan.

4.      Tempat sampah
Tempat sampah hendaknya tersedia pada tempat khusus sehingga peserta didik terdorong untuk membiasakan diri untuk hidup teratur.

5.      Catatan pribadi
Catatan pribadai peserta didik mempunyai peranan penting dalam hubungan dengan pengelolaan, baik dalam rangka pencegahan maupun dalam rangka mengatasi tingkah laku yang sudah terlanjur. Dengan catatan pribadi guru akan mengenal peserta didik secara lebih lengkap termasuk latar belakang kehidupanya.

E.     Strategi Pengelolaan Kelas Yang Efektif
Pengelolaan kelas yang efektif mebutuhkan strategi pembelajaran, ini merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada tiga jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni (1) strategi pengorganisasian pengajaran, (2) strategi penyampaian pembelajaran, (3) strategi pengelolaan pembelajaran.
Uraian mengenai strategi penyampaian pengajaran menekankan pada media apa yang dipakai untuk menyampaikan pengajaran, kegiatan belajar apa yang dilakukan oleh siswa, dan dalam struktur belajar mengajar yang bagaimana. Strategi pengelolaan menekankan pada penjadwalan penggunaan setiap komponen strategi pengorganisasian dan strategi penyampaiaan pengajaran, termasuk pula pembuatan catatan tentang kemajuan belajar siswa.








BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pengelolaan kelas yang efektif adalah sebagai proses penciptaan iklim yang sosio emosional yang positif didalam kelas, kegiatan pembelajaran dikelas akan berkembang secara maksimal apabila kondisi didalam kelas beriklim positif, yaitu suasana hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa lainya, untuk terciptanya suasana kelas yang kondusif guru memegang peranan yang sangat penting.
Pengelolaan kelas yang efektif dimaksudkan untuk menciptakan kondisi didalam kelompok kelas yang berupa lingkunga kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuanya.










DAFTAR PUSTAKA

Amiruddin. PERENCANAAN PEMBELAJARAN. Bantul Yogyakarta: Dua Satria Offset. 2016
Mujib, Abdul. PERENCANAAN PEMBELAJARAN. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2011
Rohani, Ahmad. PENGELOLAAN PENGAJARAN. Jakarta: PT RINEKA CIPTA. 2010

MAKALAH MATERI PAI - LEBAH MADU - (Menurut Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 68-69)


LEBAH MADU MENURUT AL-QUR’AN SURAT AN-NAHL AYAT 68-69
Makalah Materi PAI II


Dosen Pengampu: Syafruddin, M.Pd

Oleh :
Muhammad Ngasomudin
(201402862080005)


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM ATTAHIRIYAH
JAKARTA 2017






KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah rabbil ‘alamin. Selalu terucap pada lidah hamba-hamba-Nya yang bersyukur atas karunia dan ni’mat yang berlimpah dari Allah SWT. Sholawat dan salam kita haturkan keharibaan baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan da’wah dan hidayah kepada sekalian ‘alam dengan penuh perjuangan dan pengorbanan yang dilandasi Akhlakul Karimah.
Alhamdulillah dengan pertolongan dan Hidayah Allah SWT, makalah ini bisa kami selesaikan, diambil dari beberapa sumber termasuk Al-Qur’an. Tentunya kami masih mempunyai kekurangan dalam membuat makalah ini , untuk itu kami berharap kritik yang membangun yang bisa membuat kami menjadi lebih baik lagi pada makalah berikutnya. Semoga dari makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua yang membacanya.





Jakarta, 13 Juli 2017
                                         
                                                
                                                                                             Penulis





DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR...........................................................................         i

DAFTAR PUSTAKA............................................................................        ii

BAB I PENDAHULUAN......................................................................        1
A.    Latar Belakang............................................................................        1
B.     Rumusan Masalah.......................................................................        2

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................        3
A.    Pengertian Lebah........................................................................        3
B.     Jenis-jenis lebah..........................................................................        4
C.     Kehidupan lebah.........................................................................      10
D.    Khasiat lebah...............................................................................      14
E.     Pelajaran yang dapat diambil dari lebah.....................................      16

BAB III PENUTUP...............................................................................      23
A.    Kesimpulan.................................................................................      23

DAFTAR PUSTAKA............................................................................      25





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Lebah merupakan serangga penghasil madu yang memiliki sengatan cukup berbahaya jika kita terkena sengatannya. Semua lebah masuk dalam suku atau familia Apidae (ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Sebagai serangga, lebah memiliki tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah biasanya membuat sarang diatas bukit, di pohon kayu atau di atap rumah. Sarangnya, ia buat dari propolis (perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar lebah betina yang masih muda terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.
Di Indonesia, lebah dikenal dengan banyak sebutan, antara lain tawon gung, gambreng, lebah gadang, gantuang, kabau, jawi, harinuan, wani dan tawon. Dalam satu koloni lebah, terdapat tiga kasta, yaitu lebah ratu (induk semua lebah dan hanya ada satu ekor dalam satu koloni), lebah betina (lebah pekerja yang jumlahnya dapat mencapai puluhan ribu) dan lebah jantan.
Dalam siklus hidupnya, lebah adalah serangga yang bermetamorfosis lengkap (holometabola). Metamorfosis ini dimulai dari telur, larva, pupa dan imago (lebah dewasa). Telur yang telah menetas menjadi larva yang akan diberi makan oleh lebah pekerja berupa serbuk sari dan nektar bunga. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berubah menjadi pupa dan kemudian menjadi anak lebah yang selanjutnya akan menjadi lebah dewasa.
Lebah memiliki peran penting dalam pengobatan. Tidak hanya karena madu yang dihasilkannya memiliki banyak manfaat, melainkkan sengatannya dan sarangnya pun memiliki khasiat dalam pengobatan. Terapi sengat lebah sudah dikenal dan menjadi trendpengobatan di beberapa negara. Terapi pengobatan sengat lebah umumnya dikenal dengan Apitherapy. Setelah menyengat, sengat lebah akan tertinggal pada bagian yang disengat dan lebah tersebut pun akan segera mati.
Tidak sekedar dari sudut pandang sains dan IPTEK, Al-Qur’an juga turut serta dalam memberikan manusia petunjuk mengenai lebah jauh sebelum sains dan IPTEK menemukan keajaiban dari lebah. Kuasa Allah dalam segala firman-Nya. Dalam makalah ini, akan kami paparkan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan lebah sebagai rincian dari pendahuluan diatas. 

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian lebah ?
2.      Apa jenis-jenis lebah ?
3.      Bagaimana kehidupan lebah ?
4.      Apa khasiat lebah ?
5.      Apa pelajaran yang dapat diambil dari lebah ?






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Lebah
Lebah adalah serangga berbulu dan bersayap empat.Paling tidak, ada sepuluh ribu macam lebah yang paling populer adalah lebah madu dan tawon.Lebah memiliki koloni atau masyarakat yang jumlah anggotanya dapat mencapai 30.000 sampai 80.000 ekor.Kebanyakan mereka adalah pekerja.Mereka dipimpin oleh seekor lebah betina.Keseluruhan anggota koloni tinggal dalam satu sarang yakni pohon-pohon berlubang atau dalam gua-gua di pegunungan. Allah berfirman dalam QS An-Nahl: 68-69
4ym÷rr&ur y7/u n<Î) È@øtª[$# Èbr& ÉσªB$# z`ÏB ÉA$t6Ågø:$# $Y?qãç/ z`ÏBur ̍yf¤±9$# $£JÏBur tbqä©Ì÷ètƒ ÇÏÑÈ §NèO Í?ä. `ÏB Èe@ä. ÏNºtyJ¨W9$# Å5è=ó$$sù Ÿ@ç7ß Å7În/u Wxä9èŒ 4 ßlãøƒs .`ÏB $ygÏRqäÜç/ Ò>#uŽŸ° ì#Î=tFøƒC ¼çmçRºuqø9r& ÏmŠÏù Öä!$xÿÏ© Ĩ$¨Z=Ïj9 3 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºsŒ ZptƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbr㍩3xÿtGtƒ ÇÏÒÈ
Artinya: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",
“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang Telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

Semua bagian tubuh lebah berfungsi maksimal dalam kegiatannya.Kepakan sayapnya mencapai tingkat kecepatan 250 kepakan perdetik.Itulah yang menyebabkan dengung.Rambut yang terdapat disepasang kaki depannya membersihkan serbuk sari dari tubuhnya. Jumbai di kaki tengahnya membersihkan serbuk sari dari kaki depan.
Lebah juga merupakan pekerja keras.Untuk membuat 454 gram madu, maka lebih dari 550 ekor lebah harus mendatangi dua juta setengah bunga. Pada musim panas,lebah pekerja terbang dari bunga ke bunga menghisap cairan manis (nektar) yang bila telah masuk ke perut lebah, cairan tersebut menjadi bertambah manis akibat pencampurannya dengan zat-zat kimiawi yang melekat pada lebah.

B.     Jenis-jenis Lebah
Terdapat 20 ribu spesies lebah dikenal menghuni planet bumi ini.Terdapat begitu banyak jenis lebah, sehingga membedakan semuanya dengan mata telanjang sangatlah sulit.Tetapi, terdapat beberapa ciri-ciri dan karakteristik khusus yang dapat membantu Anda membedakan lebah-lebah yang biasa terlihat.
1.      Lebah Madu
Lebah madu berukuran kecil.Mereka umumnya berwarna hitam.Tapi beberapa memiliki bagian tengah berwarna cokelat-kuning.Lebah madu sangat sosial di alam.Koloni lebah madu memiliki tiga kasta.Satu ratu lebah bertelur.Beberapa ratus lebah adalah lebah jantan fertile yang tidak memiliki sengat.Terdapat ribuan lebah betina sebagai lebah pekerja.Tugas lebah-lebah pekerja adalah mengumpulkan nectar dari bunga, membuat dan menyimpan madu, melindungi sarang, member makan serta merawat ratu lebah dan bayi-bayi lebah.
Sarang yang dibuat oleh lebah madu disebut "honey combs" atau "beeswax". Lilin/wax dihasilkan oleh kelenjar khusus di bagian perut.Serbuk sari dibawa pada satu segmen dari kaki belakang yang halus dan dikelilingi bulu.Ini disebut sebagai keranjang serbuk sari atau corbicula.

2.      Lebah Tanah (ground bees)
Lebah tanah menggali terowongan dibawah tanah, sehingga disebut juga sebagai "lebah penambang" atau "mining bees".Terowongan-terowongan ini dibuat untuk menyediakan perlindungan bagi keturunan mereka.Daerah teduh yang memiliki tanah yang gembur dan hanya terdapat sedikit vegetasi biasa menjadi pilihan mereka.
Ruangan-ruangan dibuat di akhir terowongan oleh lebah betina, disini mereka menyimpan makanan untuk bayi-bayi lebah.Lebah tanah berwarna hitam, berukuran kecil, dan dapat menyengat. Biasanya mereka tidak agresif, tapi jika merasa terancam mereka akan menyerang. Serbuk sari dibawa pada rambut tubuh dan kaki.

3.      Bumblebees
Bumblebees besar dan berbulu, umumnya berwarna hitam dan kuning.Lebah jenis ini memperlihatkan sifat sosial dan tinggal dalam koloni.Di daerah tropis, koloni ini berkembang selama bertahun-tahun.Di daerah beriklim sedang, lebah pekerja dan drone dapat binasa dalam iklim yang sejuk.
Ratu lebah muda dapat bertahan melewati musim dingin karena hibernasi.Ketika suhu meningkat, ratu lebah ini menghasilkan telur untuk memulai koloni baru.Di daerah tropis, terdapat varietas bumblebee tidak bersengat.Spesies ini tinggal dalam lubang yang ditinggalkan oleh hewan pengerat atau hewan kecil lain.

4.      Lebah Penggali (digger bees)
Lebah jenis ini memiliki lidah panjang dan dapat terbang sangat cepat.Lebah penggali menggali sarang di kayu atau tinggal dalam tanah.Serbuk sari dibawa pada daerah berbulu sekitar bagian tengah kaki belakang.Lebah penggali juga memiliki karakteristik antena yang sangat panjang pada lebah jantan. Ciri lain adalah lebah jenis ini tidak agresif dan sengatan mereka lebih ringan jika dibandingkan dengan jenis lebah lainnya.

5.      Carpenter Bees
Lebah jenis ini memiliki warna hitam seperti logam, dan tidak memiliki warna kuning.Mereka memiliki sifat hidup menyendiri dan tidak dapat menghasilkan lilin.Dari bunga ke bunga, mereka dapat melakukan perjalanan yang jauh.Sarang dibuat di tangkai bunga atau kayu.Terdapat serbuk kayu di dekat pintu masuk sarang.

6.      Cellophane Bees
Lebah ini mirip seperti tawon, mereka dianggap sebagai lebah yang paling primitif.Lebah jenis ini memiliki lidah pendek dan bercabang, serta relatif tidak berbulu.Terowongan sarang dan sel larva mereka dibuat dengan sekresi yang dapat menjadi sekeras membran cellophane.Serbuk sari dibawa pada rambut kaki, atau secara internal di dalam perut seperti tanaman.

7.      Lebah Anggrek (orchid bees)
Mereka berwarna cerah dan tampak metallic seperti logam. Diperkirakan anggrek dan lebah anggrek berevolusi bersamaan, sehingga mereka bergantung satu sama lain. Mereka memiliki belalai panjang dan menyimpan nektar di dalam dada mereka.Lebah anggrek adalah salah satu spesies yang lebah jantan-nya terlibat dalam kegiatan produktif selain kawin saja.Lebah jantan mengumpulkan minyak wangi dari bunga dengan menggunakan segmen kaki mereka yang seperti pengeruk.Diduga minyak tersebut digunakan untuk menarik pasangan.

8.      Africanized Honey Bees
Lebah ini dapat ditemukan di seluruh wilayah Afrika, bagian selatan dari gurun Sahara.Menurut ideologi seseorang, mereka bermigrasi ke Amerika Utara dan Selatan pada tahun 1956. Teori lain menyatakan bahwa lebah madu Afrika diimpor ke Brazil pada tahun 1957 dan kemudian dilepaskan ke alam liar. Lebah-lebah tersebut kemudian kawin dengan lebah madu Eropa dan menghasilkan keturunan yang sekarang disebut "Africanized honey bees".
Lebah ini mirip seperti lebah madu Eropa, tapi mereka lebih agresif dalam melindungi sarang mereka.Sehingga mereka disebut "lebah pembunuh" atau "killer bees". Dari brazil, mereka menyebar ke Amerika Selatan dan Utara. Ketika ada orang atau hewan di sekitar sarang mereka, lebah ini jadi sangat berbahaya.Sama seperti lebah madu, mereka menghasilkan madu dan membantu penyerbukan tanaman.

9.      Lebah Leafcutter dan Mason
Lebah ini bersarang di rongga-rongga yang sudah ada, atau tinggal di kumpulan sarang-sarang individu.Mereka memiliki lidah yang panjang dan rambut spesial untuk membawa serbuk sari di bagian bawah perut.Lebah jenis ini berguna di bidang agrikultur karena mereka membantu penyerbukan tanaman.

10.  Lebah Keringat (sweat bees)
Meskipun secara teknis sebutan "lebah keringat" terbatas untuk spesies lebah yang termasuk famili Halictidae, sebutan ini sering digunakan untuk semua spesies lebah yang tertarik pada keringat manusia, atau lebih tepatnya tertarik pada garam yang terdapat di keringat manusia.Lebah ini berwarna gelap, kecil, memiliki sedikit rambut, dan membangun sarang di tanah.Serbuk sari dibawa dengan rambut tubuh dan pangkal kaki.

11.  Lebah Parasit (parasitic bees atau cuckoo bees)
Lebah ini tidak mencari makanan atau membangun sarang sendiri. Mereka menggunakan sarang dan makanan lebah lain. Mereka dapat dibagi menjadi "lebah cleptoparasitic" dan "parasit sosial".

12.  Lebah Cleptoparasitic
Lebah cleptoparasitic menyerang sarang lebah-lebah soliter, dan menyembunyikan telur-telur mereka di ruangan-ruangan yang ada sebelum tuan rumah sarang tersebut bertelur sendiri dan kemudian menutup ruangan-ruangan tersebut. Bayi lebah dapat berkembang dengan makanan yang disimpan oleh lebah betina tuan rumah. Telur-telur dan larva lebah betina tuan rumah dibunuh oleh lebah betina parasit atau larvanya.

13.  Lebah Sosial
Lebah sosial membunuh ratu lebah, bertelur dalam sel-sel tuan rumah, dan memaksa pekerja tuan rumah untuk membesarkan bayi mereka. Lebah betina parasit tidak memiliki sikat serbuk sari atau keranjang serbuk sari.

C.    Kehidupan Lebah
Kisah lebah madu, yang akan kita simak berikut ini, hanyalah satu diantara berbagai mahluk hidup dengan perilaku mereka yang membuat manusia berdecak kagum.Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir.Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya.
Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus sehingga mereka mengatur semua ini dengan organisasi yang luar biasa yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia.Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun. Begitu lebah lahir,ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya. Tidak diragukan lagi bahwa Dia-lah yang menjadikan masing-masing dari puluhan ribu lebah tersebut bekerja harmonis tanpa henti, layaknya roda-roda gigi dalam sebuah mesin. Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan manusia tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan ciptaan-Nya:
“Dan Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan.Dan mereka memperoleh padanya manfaat–manfaat dan minuman.Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?”(QS. Yaasiin, 36:72-73)
Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang.Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.Suatu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, pejantan dan ratu.
Lebah pekerja boleh dikata mengerjakan seluruh tugas dalam sarang. Sejak saat dilahirkan, para lebah pekerja langsung mulai bekerja, dan selama hidup, mereka melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan yang terjadi dalam tubuh mereka. Mereka menghabiskan tiga hari pertama dalam hidup mereka dengan membersihkan sarang.Kebersihan sarang sangatlah penting bagi kesehatan lebah dan larva dalam koloni.Lebah pekerja membuang seluruh bahan berlebih yang ada dalam sarang.Saat bertemu serangga penyusup yang tak mampu mereka keluarkan dari sarang, mereka pertama-tama membunuhnya. Kemudian mereka membungkusnya dengan cara menyerupai pembalseman mayat. Yang menarik di sini adalah dalam pengawetan ini lebah menggunakanbahan khusus yang disebut “propolis”.Propolis adalah suatu bahan istimewa karena sifatnya yang anti bakteri sehingga sangat baik digunakan sebagai pengawet.
Bagaimana lebah tahu bahan ini adalah yang terbaik sebagai pengawet, dan bagaimana mereka mampu menghasilkannya dalam tubuh mereka?.Propolis adalah bahan yang hanya dapat dihasilkan dalam kondisi laboratorium dengan teknologi dan tingkat pengetahuan ilmu kimia yang cukup tinggi.
Nyata bahwa lebah sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang ini, apalagi laboratorium dalam tubuhnya. Lebah pekerja bertanggung jawab memerikasa sel-sel yang akan digunakan sang ratu untuk meletakkan telurnya. Selain itu, lebah pekerja juga bertugas mengumpulkan kotoran yang ada dalam sel-sel yang telah ditinggalkan oleh para larva yang telah lahir, serta membersihkan sel penyimpan makanan.
Lebah–lebah tersebut juga mengatur kelembabandan temperatur di dalam sarang, jikadibutuhkan, dengan kipasan angin melalui kepakan sayap mereka padapintu masuk sarang.Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan spesialisasi ini dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung jawab dalam kebersihan.
Lebah pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut dengan merawat para larva.Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar sekresi dalam tubuh mereka mulai berfungsi, ini memungkinkan mereka untuk merawat larva.Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini dikerjakan oleh lebah pekerja yang berumur 3 sampai 10 hari.Mereka memberi makan sebagian larva dengan royal jelly, dan sebagian lagi dengan campuran madu-serbuk sari.
Mahluk hidup yang baru lahir ini telah mengetahui tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan memiliki pengetahuan untuk mengerjakannya dengan cara yang sangat profesional.Sang lebah berganti tugas saat ia tumbuh lebih dewasa. Ketika mencapai hari ke 10 dari masa hidupnya, kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja mendadak telah matang sehingga iamampu menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja pembangun sel-sel penyimpan madu dengan menggunakan lilin.Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan.
Bagaimana mungkin seekor makhluk hidup yang baru saja lahir, dan, lebih dari itu, yang tidak memiliki kecerdasan dan pengetahuan ini benar-benar memahami seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya?Bagaimana tubuh seekor hewan tiba–tiba dapat teradaptasikan untuk merawat dan memberi makan larva dengan berfungsinya beberapakelenjar sekresi, padahal sesaat sebelumnya ia terprogram untuk melakukan tugas kebersihan?Bagaimana seekor lebah yang 4 atau 5 hari sebelumnya adalah larva dapat berpikir dan merencanakan segala tugasnya tersebut?Bagaimana tubuhnya dapat dengan tiba–tiba menghasilkan lilin dan berubah menjadi pekerja konstruksi? Padahal konstruksi bangunan ini didasarkan pada penghitungan rumit dan sangat tepat, yang tak akan mampu dilakukan oleh manusia sekalipun.
Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perhitungan berdasarkankecerdasannya sendiri.Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya.Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Mahaperkasa.

D.    Khasiat Lebah
Hewan berwarna kuning hitam (yellow black) ini meskipun berukuran kecil sekitar 0,3 – 2,5 cm namun sangat bermanfaat bagi manusia dan tumbuh-tumbuhan, antara lain:

1.      Madu
Manfaat lebah yang utama adalah karena lebah menghasilkan madu. Beragam tanaman yang dipilih oleh lebah, maka beragam pula jenis madu yang dihasilkan dan khasiatnya. Madu bermanfaat untuk: sumber energi, antibiotik, antioksidan, mengobati batuk berdahak, sumber vitamin dan mineral, mengurangi berat badan, memperlancar buang air kecil, pemanis pengganti gula, masker wajah, pelembab kulit, membersihkan kotoran pada usus dan pembuluh darah, membersihkan dan menjaga liver, menghilangkan ketombe, memutihkan gigi.

2.      Bee Pollen
Manfaat lebah yang selanjutnya adalah menghasilkan Bee Pollen (sebagai makanan untuk larva lebah) yang berasal dari serbuk sari bunga jantan dan mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, antioksidan, asam amino dan hormon. Bee Pollen bermanfaat untuk: mengobati radang sendi (rematik), menjaga kekebalan tubuh, mengobati varises, menutrisi untuk otak dan lain-lain.

3.      Royal Jelly
Royal jelly merupakan makanan ratu lebah sejak berupa larva hingga seumur hidupnya menjadi ratu. Berupa cairan putih kental yang dikeluarkan dari kelenjar lebah madu muda yang mengonsumsi madu dan bee pollen. Royal jelly mengandung karbohidrat, protein dan lipid. Royal jelly juga bermanfaat untuk: memperlambat penuaan, kanker atau efek dari kemoterapi, mandul, darah tinggi, kolestrol, diabetes, anemia dan lain lain.

4.      Lilin Lebah (malam/beeswax)
Dihasilkan lebah madu untuk membuat sarangnya. Lilin lebah mengandung hidro karbon jenuh, hidrokarbon tak jenuh, kolestrol, beberapa mineral, ester dan alcohol monoester. Lilin lebah bermanfaat untuk: bahan baku kosmetik, bahan baku pembuatan batik, bahan baku obat-obatan, jika dikunyah dapat membersihkan rongga mulut, antioksidan, antiradang dan lain-lain.

5.      Propolis (bee glue)
Lebah menggunakan propolis untuk mensterilkan sarangnya, karena propolis bersifat anti bakteri. Propolis mengandung biovlanoid, semua vitamin kecuali vitamin K, semua mineral kecuali sulfur dan 16 rantai asam amino essential. Propolis bermanfaat untuk: anti bakteri, anti virus, anti jamur, antibiotik alami, anti peradangan, anti kanker, detoksifikasi dan lain-lain.
6.      Apitoxin (bee venom/sengat lebah)
Lebah pekerja (betina) memiliki alat penyengat yang berada pada ujung ruas yang terahir. Sengat tersebut berisi racun (yang digunakan adalah sengat dengan racun 0,3 mg). Mengandung protein Mellitan (anti bakteri, anti penisilin, anti reumatik). Kita menyebutnya sebagai terapi sengat lebah yaitu dengan sengaja membiarkan lebah hidup tersebut menyengat titik bagian tubuh tertentu. Sengat lebah bermanfaat untuk: penderita radang sendi, reumatik, asam urat, kelelahan kronis, nyeri sendi karena penuaan (osteoarthritis), radang urat (tendonitis), peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang (multiple sclerosis), keloid, nyeri kaku pada otot dan sendi (fibromyalgia).Manfaat lebah juga dirasakan oleh tumbuh-tumbuhan karena lebah (bumble bees) sebagai polinator, yakni pembantu penyerbukan tanaman khususnya tanaman yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Juga berguna untuk meningkatkan produktifitas tanaman yang dibudidayakan.

E.     Pelajaran yang Dapat Diambil
Dalam surat An-Nahl yang artinya lebah, memberikan inspirasi kepada kita untuk bisa menegakkan pilar-pilar kehidupan yang penuh dengan ketenangan. Setidaknya ada lima pilar yang tercermin dalam surat tersebut untuk menuju pada ketenangan hidup.

1.      Kemandirian
Lebah dalam membuat sarangnya, ia pergi ke gunung-gunung, bukit, pohon-pohon atau tempat lain yang nyaman untuk melakukan produktifitas madu dan sejenisnya. Seperti dalam firman Allah QS An-Nahl : 68 :

“dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia"

Keluarga muslim bisa belajar bagaimana lebah ini membangun kemandiriannya dalam keluarga, dalam menentukan arah dan kebijakan untuk meraih tujuan. Kemandirian ekonomi, kemandirian nilai dan kemandirian dalam menghadapi berbagai goncangan hidup adalah harga mati yang harus dimiliki oleh keluarga muslim.
Keluarga muslim berarti memiliki kemandirian manakala mampu istiqamah berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam dalam menjalani kehidupan meskipun berhadapan dengan kendala yang berat dan lingkungan yang tidak Islami. Dan dalam kehidupan sekarang yang pengaruh era globalisasi sedemikian besar, memiliki kemandirian nilai menjadi perkara yang amat penting, karena sesama anggota keluarga memang tidak bisa saling mengawasi setiap saat, bahkan tingkat kesibukan yang tinggi membuat anggota keluarga sulit berkomunikasi meskipun alat-alat komunikasi sudah semakin canggih.
2.      Selalu Makan yang Halal
Lebah hanya mengambil makanan dari tempat yang manis, yang halal dan thayyib. Allah berfirman dalam QS An-Nahl : 69 :

“kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

Maka jadikanlah keluarga anda sebagai keluarga islami yang hidup dari barang-barang yang halal dan jauh dari ketidak jelasan. Halal dalam mencarinya dan halal dalam membelanjakannya.Bila syariat telah melarang kita memberi makan keluarga dari sumber nafkah yang haram, maka sudah menjadi kewajiban suami agar hanya memberikan nafkah dari sumber yang halal, sehingga meskipun sedikit nafkah yang dapat diberikan suami tetapi mendapatkan barokah Allah, insya Allah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 172,

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”
Seorang istri wajib mengingatkan suaminya agar tidak mencari nafkah pada pekerjaan yang dilarang Allah dan tidak mengambil harta orang lain dengan jalan yang batil. Ia sudah semestinya mengatakan kepada suaminya,Takutlah kamu dari usaha yang haram sebab kami masih mampu bersabar di atas kelaparan, tetapi tidak mampu bersabar di atas api neraka.

3.      Banyak Manfaatnya
Dari input yang baik, maka menghasilkan output yang baik pula. Sebagaimana lebah, keluarga muslim berorentasi pada memberi bukan menunggu pemberian, atau menanti penerimaan dari orang lain. Allah berfirman : “Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya” (An Nahl 69) Dan Rasulullah juga bersabda :Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya
Sebaik-baik keluarga adalah keluarga yang selalu memberi manfaat kepada orang lain. Kebahagiaan bukan hanya kerana mampu memenuhi keperluan diri dan keluarga, tetapi juga mampu memberi kebahagiaan kepada orang lain.

4.      Mampu Bersosialisasi dengan Baik
Lebah dapat hinggap diranting yang kecil tanpa mematahkannya. Rasulullah saw bersabda: “Seorang mukmin yang bergaul dengan banyak orang dan sabar atas tindakan buruk mereka itu lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak pernah bergaul dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka”
Maka profil keluarga muslim mestinya memiliki semangat human relation yangbaik, untuk membangun hubungan dan jaringan sosial di tengah masyarakat. Keluarga merupakan faktor utama dalam pembentukan karakteristik atau kepribadian individu atau anak dalam kehidupan bermayarakat.Kunci sukses hidup bermasyarakat adalah kemampuan untuk menjalin hubungan pertemanan.Dan apabila keluarga mengharapkan anaknya mampu bergaul dengan baik dan benar dalam masyarakat, maka sebaiknya dilakukan sosialisasi terhadap anak sejak dini.Namun, mengajarkan anak suka berteman atau bergaul didalam lingkungan sosial atau lingkungan masyarakat tidaklah mudah. Khususnya bagi anak yang memang suka menyendiri  atau tidak suka berteman.
Sosialisasi perlu dilakukan terhadap anak, karena apabila anak tidak dibekali aturan-aturan sosial dan nilai-nilaiIslam maka saat anak beranjak remaja atau dewasa dan mulai berteman dengan banyak oranganak akan mendapat benturan dari lingkungan sosial atau lingkungan masyarakatnya. Bentuk dari benturan-benturan ini bisa bermacam-macam, anak yang tidak dibekali oleh aturan-aturan sosial dan nilai Islam namun memiliki rasa percaya diri yang kuat, maka anak bisa dianggap aneh oleh masyarakat. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh orang tua juga ditentukan oleh profesi atau pekerjaan orang tua, status orang tua dilingkungan mayarakat dan kemampuan ekonomi serta faktor yang lainnya. Berbagai profesi atau pekerjaan yang dimiliki oleh orang tua mempunyai pengaruh yang sangat penting tentang bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

5.      Ketulusan yang Paripurna
Lebah dengan tulus berperan membantu penyerbukan bunga.Ketulusan ini adalah inspirasi mulia, bahwa memberi itu lebih mulia daripada menadahkan tangan untuk menerima, apalagi meminta-minta. Dalam memberikan apapun  tidak perlu hitung-hitungan karena Allah pun akan menghitung.
Bersedekahlah dan jangan kamu menghitung-hitung sehingga Allah juga akan memakai hitungan-hitungan terhadapmu” (HR Ahmad)
Bukan saja dalam masalah finansial, tetapi juga dalam cinta dan kasih saying. “Sebagaimana kamu memperlakukan, begitu pula kamu akan diperlakukan” (HR Ibn Ady) 

Semangat memberi rasa cinta inilah yang akan melanggengkan bangunan keluarga. Karena cinta akan menjadi perekat yang selalu aktual menghadapi prahara. Karena orang yang berorientasi untuk memberi tentu akan selalu berusaha untuk menggali dan mencari mutiara dalam keluarga.
Kehidupan rumah tangga Rasulullah penuh dengan ketulusan memberikan rasa cinta.Itu sebabnya dakwah Islam mengalami kesuksesan. Maka setiap muslim dianjurkan untuk selalu tulus memberikan cintanya pada pasangannya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ’alahi wasallam secara tulus mengekspresikan cinta pada para istrinya.Beliau pernah memanggil ’Aisyah dengan sebutan humaira, yang berarti pipi kemerahan.Tentu saja ekspresi cinta berupa pujian ini melambungkan hati ’Aisyah.
Rasulullah pun tidak malu memberikan tulus cinta pada ’Aisyah ketika ada seorang sahabat yang bertanya tentang siapa yang dicintai oleh Nabi.Dari golongan laki-laki Rasulullah menjawab Abu Bakar, sedangkan dari golongan perempuan adalah ’Aisyah.









BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Lebah memang hewan yang menyimpan banyak sekali rahasia-rahaia besar yang menakjubkan. Seperti yang telah kami paparkan diatas, berikut kami sajikan inti dari pemaparan tersebut:
1.      Lebah adalah serangga berbulu dan bersayap empat.Paling tidak, ada sepuluh ribu macam lebah yang paling populer adalah lebah madu dan tawon.

2.      Jenis-jenis lebah
a.       Lebah madu
b.      Lebah Tanah (ground bees)
c.       Bumblebees
d.      Lebah Penggali (digger bees)
e.       Carpenter Bees
f.        Cellophane Bees
g.      Lebah Anggrek (orchid bees)
h.      Africanized Honey Bees
i.        Lebah Leafcutter dan Mason
j.        Lebah Keringat (sweat bees)
k.      Lebah Parasit (parasitic bees atau cuckoo bees)
l.        Lebah Cleptoparasitic
m.    Lebah Sosial
3.      Kehidupan lebah yang dapat dilihat adalah mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus sehingga mereka mengatur semua ini dengan organisasi.

4.      Khasiat lebah
a.       Madu
b.      Bee Pollen
c.       Royal Jelly
d.      Lilin Lebah (malam/beeswax)
e.       Propolis (bee glue)
f.        Apitoxin (bee venom/sengat lebah)

5.      Pelajaran yang dapat diambil
a.       Kemandirian
b.      Selalu Makan yang Halal
c.       Banyak Manfaatnya
d.      Mampu Bersosialisasi dengan Baik
e.       Ketulusan yang Paripurna




DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Agama. 2012. Pelestarian Lingkungan Hidup, Jakarta: Aku Bisa.
Shihab, M. Quraish. 2004. Dia dimana-mana. Jakarta: Lentera hati.
Yahya, Harun. 2004. Keajaiban flora dan fauna. Bandung: PT syaamil cipta media.

LAPORAN KKL ( KULIAH KERJA LAPANGAN ) FAI UNIAT (Universitas Islam Attahiriyah)

https://drive.google.com/folderview?id=1QsYXAAC12ZFAC3ZtvdvvHF_AnsawW8n5