LEBAH MADU MENURUT AL-QUR’AN SURAT AN-NAHL AYAT 68-69
Makalah Materi PAI II
Dosen Pengampu: Syafruddin, M.Pd
Oleh :
Muhammad Ngasomudin
(201402862080005)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM ATTAHIRIYAH
JAKARTA 2017
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah rabbil ‘alamin. Selalu terucap pada lidah hamba-hamba-Nya yang
bersyukur atas karunia dan ni’mat yang berlimpah dari Allah SWT. Sholawat dan
salam kita haturkan keharibaan baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang telah
menyampaikan da’wah dan hidayah kepada sekalian ‘alam dengan penuh perjuangan
dan pengorbanan yang dilandasi Akhlakul Karimah.
Alhamdulillah
dengan pertolongan dan Hidayah Allah SWT, makalah ini bisa kami selesaikan,
diambil dari beberapa sumber termasuk Al-Qur’an. Tentunya kami masih mempunyai
kekurangan dalam membuat makalah ini , untuk itu kami berharap kritik yang
membangun yang bisa membuat kami menjadi lebih baik lagi pada makalah
berikutnya. Semoga dari makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua yang
membacanya.
Jakarta, 13 Juli 2017
Penulis
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR........................................................................... i
DAFTAR PUSTAKA............................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................ 1
B.
Rumusan Masalah....................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................... 3
A.
Pengertian Lebah........................................................................ 3
B.
Jenis-jenis lebah.......................................................................... 4
C.
Kehidupan lebah......................................................................... 10
D.
Khasiat lebah............................................................................... 14
E.
Pelajaran yang dapat diambil dari lebah..................................... 16
BAB III PENUTUP............................................................................... 23
A. Kesimpulan................................................................................. 23
DAFTAR PUSTAKA............................................................................ 25
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Lebah
merupakan serangga penghasil madu yang memiliki sengatan cukup berbahaya jika
kita terkena sengatannya. Semua lebah masuk dalam suku atau familia Apidae (ordo Hymenoptera: serangga
bersayap selaput). Sebagai serangga, lebah memiliki tiga pasang kaki dan dua
pasang sayap. Lebah biasanya membuat sarang diatas bukit, di pohon kayu atau di
atap rumah. Sarangnya, ia buat dari propolis (perekat dari getah pohon) dan
malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar lebah
betina yang masih muda terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan
serbuk sari.
Di Indonesia, lebah dikenal dengan banyak sebutan, antara
lain tawon gung, gambreng, lebah gadang, gantuang, kabau, jawi, harinuan, wani dan
tawon. Dalam satu koloni lebah, terdapat tiga kasta, yaitu lebah ratu (induk
semua lebah dan hanya ada satu ekor dalam satu koloni), lebah betina (lebah
pekerja yang jumlahnya dapat mencapai puluhan ribu) dan lebah jantan.
Dalam siklus hidupnya, lebah adalah serangga yang bermetamorfosis
lengkap (holometabola). Metamorfosis ini dimulai dari telur, larva, pupa
dan imago (lebah dewasa). Telur yang telah menetas menjadi larva yang akan
diberi makan oleh lebah pekerja berupa serbuk sari dan nektar bunga. Sebagian
nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah
beberapa hari, larva berubah menjadi pupa dan kemudian menjadi anak lebah yang
selanjutnya akan menjadi lebah dewasa.
Lebah memiliki peran penting dalam pengobatan. Tidak
hanya karena madu yang dihasilkannya memiliki banyak manfaat, melainkkan
sengatannya dan sarangnya pun memiliki khasiat dalam pengobatan. Terapi sengat lebah sudah
dikenal dan menjadi trendpengobatan di beberapa negara. Terapi
pengobatan sengat lebah umumnya dikenal dengan Apitherapy. Setelah
menyengat, sengat lebah akan tertinggal pada bagian yang disengat dan lebah
tersebut pun akan segera mati.
Tidak sekedar dari sudut pandang sains dan IPTEK,
Al-Qur’an juga turut serta dalam memberikan manusia petunjuk mengenai lebah
jauh sebelum sains dan IPTEK menemukan keajaiban dari lebah. Kuasa Allah dalam
segala firman-Nya. Dalam makalah ini, akan kami paparkan mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan lebah sebagai rincian dari pendahuluan diatas.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa
pengertian lebah ?
2.
Apa jenis-jenis
lebah ?
3.
Bagaimana
kehidupan lebah ?
4.
Apa khasiat
lebah ?
5. Apa pelajaran yang dapat diambil dari lebah ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Lebah
Lebah adalah serangga berbulu dan bersayap empat.Paling
tidak, ada sepuluh ribu macam lebah yang paling populer adalah lebah madu dan
tawon.Lebah memiliki koloni atau masyarakat yang jumlah anggotanya dapat
mencapai 30.000 sampai 80.000 ekor.Kebanyakan mereka adalah pekerja.Mereka
dipimpin oleh seekor lebah betina.Keseluruhan anggota koloni tinggal dalam satu
sarang yakni pohon-pohon berlubang atau dalam gua-gua di pegunungan. Allah
berfirman dalam QS An-Nahl: 68-69
4ym÷rr&ur y7/u n<Î) È@øtª[$# Èbr& ÉϪB$# z`ÏB ÉA$t6Ågø:$# $Y?qãç/ z`ÏBur Ìyf¤±9$# $£JÏBur tbqä©Ì÷èt ÇÏÑÈ §NèO Í?ä. `ÏB Èe@ä. ÏNºtyJ¨W9$# Å5è=ó$$sù @ç7ß Å7În/u Wxä9è 4 ßlãøs .`ÏB $ygÏRqäÜç/ Ò>#u° ì#Î=tFøC ¼çmçRºuqø9r& ÏmÏù Öä!$xÿÏ© Ĩ$¨Z=Ïj9 3 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºs ZptUy 5Qöqs)Ïj9 tbrã©3xÿtGt ÇÏÒÈ
Artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di
bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin
manusia",
“Kemudian
makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang
Telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang
bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda
(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
Semua bagian tubuh lebah berfungsi maksimal dalam
kegiatannya.Kepakan sayapnya mencapai tingkat kecepatan 250 kepakan
perdetik.Itulah yang menyebabkan dengung.Rambut yang terdapat disepasang kaki
depannya membersihkan serbuk sari dari tubuhnya. Jumbai di kaki tengahnya
membersihkan serbuk sari dari kaki depan.
Lebah juga merupakan pekerja keras.Untuk membuat 454 gram
madu, maka lebih dari 550 ekor lebah harus mendatangi dua juta setengah bunga.
Pada musim panas,lebah pekerja terbang dari bunga ke bunga menghisap cairan
manis (nektar) yang bila telah masuk ke perut lebah, cairan tersebut menjadi
bertambah manis akibat pencampurannya dengan zat-zat kimiawi yang melekat pada
lebah.
B.
Jenis-jenis
Lebah
Terdapat 20 ribu spesies lebah dikenal menghuni planet
bumi ini.Terdapat begitu banyak jenis lebah, sehingga membedakan semuanya
dengan mata telanjang sangatlah sulit.Tetapi, terdapat beberapa ciri-ciri dan
karakteristik khusus yang dapat membantu Anda membedakan lebah-lebah yang biasa
terlihat.
1.
Lebah Madu
Lebah madu berukuran kecil.Mereka umumnya berwarna
hitam.Tapi beberapa memiliki bagian tengah berwarna cokelat-kuning.Lebah madu
sangat sosial di alam.Koloni lebah madu memiliki tiga kasta.Satu ratu lebah
bertelur.Beberapa ratus lebah adalah lebah jantan fertile yang tidak memiliki
sengat.Terdapat ribuan lebah betina sebagai lebah pekerja.Tugas lebah-lebah
pekerja adalah mengumpulkan nectar dari bunga, membuat dan menyimpan madu,
melindungi sarang, member makan serta merawat ratu lebah dan bayi-bayi lebah.
Sarang
yang dibuat oleh lebah madu disebut "honey combs" atau "beeswax".
Lilin/wax dihasilkan oleh kelenjar khusus di bagian perut.Serbuk sari dibawa
pada satu segmen dari kaki belakang yang halus dan dikelilingi bulu.Ini disebut
sebagai keranjang serbuk sari atau corbicula.
2.
Lebah Tanah (ground bees)
Lebah tanah menggali terowongan dibawah tanah, sehingga
disebut juga sebagai "lebah penambang" atau "mining bees".Terowongan-terowongan
ini dibuat untuk menyediakan perlindungan bagi keturunan mereka.Daerah teduh
yang memiliki tanah yang gembur dan hanya terdapat sedikit vegetasi biasa
menjadi pilihan mereka.
Ruangan-ruangan
dibuat di akhir terowongan oleh lebah betina, disini mereka menyimpan makanan
untuk bayi-bayi lebah.Lebah tanah berwarna hitam, berukuran kecil, dan dapat
menyengat. Biasanya mereka tidak agresif, tapi jika merasa terancam mereka akan
menyerang. Serbuk sari dibawa pada rambut tubuh dan kaki.
3.
Bumblebees
Bumblebees besar dan berbulu, umumnya berwarna hitam dan
kuning.Lebah jenis ini memperlihatkan sifat sosial dan tinggal dalam koloni.Di
daerah tropis, koloni ini berkembang selama bertahun-tahun.Di daerah beriklim
sedang, lebah pekerja dan drone dapat binasa dalam iklim yang sejuk.
Ratu lebah muda dapat bertahan melewati musim dingin
karena hibernasi.Ketika suhu meningkat, ratu lebah ini menghasilkan telur untuk
memulai koloni baru.Di daerah tropis, terdapat varietas bumblebee tidak
bersengat.Spesies ini tinggal dalam lubang yang ditinggalkan oleh hewan
pengerat atau hewan kecil lain.
4.
Lebah Penggali (digger bees)
Lebah jenis ini memiliki lidah panjang dan dapat terbang
sangat cepat.Lebah penggali menggali sarang di kayu atau tinggal dalam
tanah.Serbuk sari dibawa pada daerah berbulu sekitar bagian tengah kaki
belakang.Lebah penggali juga memiliki karakteristik antena yang sangat panjang
pada lebah jantan. Ciri lain adalah lebah jenis ini
tidak agresif dan sengatan mereka lebih ringan jika dibandingkan dengan jenis
lebah lainnya.
5.
Carpenter Bees
Lebah jenis ini memiliki warna hitam seperti logam, dan
tidak memiliki warna kuning.Mereka memiliki sifat hidup menyendiri dan tidak
dapat menghasilkan lilin.Dari bunga ke bunga, mereka dapat melakukan perjalanan
yang jauh.Sarang dibuat di tangkai bunga atau kayu.Terdapat serbuk kayu di dekat
pintu masuk sarang.
6.
Cellophane Bees
Lebah
ini mirip seperti tawon, mereka dianggap sebagai lebah yang paling
primitif.Lebah jenis ini memiliki lidah pendek dan bercabang, serta relatif
tidak berbulu.Terowongan sarang dan sel larva mereka dibuat dengan sekresi yang
dapat menjadi sekeras membran cellophane.Serbuk sari dibawa pada rambut kaki,
atau secara internal di dalam perut seperti tanaman.
7.
Lebah Anggrek (orchid bees)
Mereka
berwarna cerah dan tampak metallic seperti logam. Diperkirakan anggrek dan
lebah anggrek berevolusi bersamaan, sehingga mereka bergantung satu sama lain.
Mereka memiliki belalai panjang dan menyimpan nektar di dalam dada mereka.Lebah
anggrek adalah salah satu spesies yang lebah jantan-nya terlibat dalam kegiatan
produktif selain kawin saja.Lebah jantan mengumpulkan minyak wangi dari bunga
dengan menggunakan segmen kaki mereka yang seperti pengeruk.Diduga minyak
tersebut digunakan untuk menarik pasangan.
8.
Africanized Honey Bees
Lebah
ini dapat ditemukan di seluruh wilayah Afrika, bagian selatan dari gurun
Sahara.Menurut ideologi seseorang, mereka bermigrasi ke Amerika Utara dan
Selatan pada tahun 1956. Teori lain menyatakan bahwa lebah madu Afrika diimpor
ke Brazil pada tahun 1957 dan kemudian dilepaskan ke alam liar. Lebah-lebah
tersebut kemudian kawin dengan lebah madu Eropa dan menghasilkan keturunan yang
sekarang disebut "Africanized honey bees".
Lebah
ini mirip seperti lebah madu Eropa, tapi mereka lebih agresif dalam melindungi
sarang mereka.Sehingga mereka disebut "lebah pembunuh" atau "killer
bees". Dari brazil, mereka menyebar ke Amerika Selatan dan Utara.
Ketika ada orang atau hewan di sekitar sarang mereka, lebah ini jadi sangat
berbahaya.Sama seperti lebah madu, mereka menghasilkan madu dan membantu
penyerbukan tanaman.
9.
Lebah Leafcutter dan Mason
Lebah ini bersarang di rongga-rongga yang sudah ada, atau
tinggal di kumpulan sarang-sarang individu.Mereka memiliki lidah yang panjang
dan rambut spesial untuk membawa serbuk sari di bagian bawah perut.Lebah jenis
ini berguna di bidang agrikultur karena mereka membantu penyerbukan tanaman.
10. Lebah Keringat (sweat bees)
Meskipun secara teknis sebutan "lebah keringat"
terbatas untuk spesies lebah yang termasuk famili Halictidae, sebutan ini
sering digunakan untuk semua spesies lebah yang tertarik pada keringat manusia,
atau lebih tepatnya tertarik pada garam yang terdapat di keringat manusia.Lebah
ini berwarna gelap, kecil, memiliki sedikit rambut, dan membangun sarang di
tanah.Serbuk sari dibawa dengan rambut tubuh dan pangkal kaki.
11. Lebah Parasit (parasitic bees atau cuckoo
bees)
Lebah
ini tidak mencari makanan atau membangun sarang sendiri. Mereka menggunakan
sarang dan makanan lebah lain. Mereka dapat dibagi menjadi "lebah cleptoparasitic"
dan "parasit sosial".
12. Lebah Cleptoparasitic
Lebah
cleptoparasitic menyerang sarang lebah-lebah soliter, dan menyembunyikan
telur-telur mereka di ruangan-ruangan yang ada sebelum tuan rumah sarang
tersebut bertelur sendiri dan kemudian menutup ruangan-ruangan tersebut. Bayi
lebah dapat berkembang dengan makanan yang disimpan oleh lebah betina tuan
rumah. Telur-telur dan larva lebah betina tuan rumah dibunuh oleh lebah betina
parasit atau larvanya.
13. Lebah Sosial
Lebah
sosial membunuh ratu lebah, bertelur dalam sel-sel tuan rumah, dan memaksa
pekerja tuan rumah untuk membesarkan bayi mereka. Lebah betina parasit tidak
memiliki sikat serbuk sari atau keranjang serbuk sari.
C. Kehidupan Lebah
Kisah lebah madu, yang akan kita simak berikut ini,
hanyalah satu diantara berbagai mahluk hidup dengan perilaku mereka yang
membuat manusia berdecak kagum.Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu
berpikir.Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang
tak terbayangkan sebelumnya.
Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan
perencanaan khusus sehingga mereka mengatur semua ini dengan organisasi yang
luar biasa yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia.Tidak seperti manusia,
lebah tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun. Begitu
lebah lahir,ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya. Tidak
diragukan lagi bahwa Dia-lah yang menjadikan masing-masing dari puluhan ribu
lebah tersebut bekerja harmonis tanpa henti, layaknya roda-roda gigi dalam
sebuah mesin. Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan manusia tentang segala
nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan ciptaan-Nya:
“Dan
Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi
tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan.Dan mereka memperoleh padanya
manfaat–manfaat dan minuman.Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?”(QS.
Yaasiin, 36:72-73)
Rata-rata,
sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang.Walaupun populasi yang
demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur
rapi.Suatu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, pejantan dan ratu.
Lebah
pekerja boleh dikata mengerjakan seluruh tugas dalam sarang. Sejak saat
dilahirkan, para lebah pekerja langsung mulai bekerja, dan selama hidup, mereka
melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan
yang terjadi dalam tubuh mereka. Mereka menghabiskan tiga hari pertama dalam
hidup mereka dengan membersihkan sarang.Kebersihan sarang sangatlah penting
bagi kesehatan lebah dan larva dalam koloni.Lebah pekerja membuang seluruh
bahan berlebih yang ada dalam sarang.Saat bertemu serangga penyusup yang tak
mampu mereka keluarkan dari sarang, mereka pertama-tama membunuhnya. Kemudian
mereka membungkusnya dengan cara menyerupai pembalseman mayat. Yang menarik di
sini adalah dalam pengawetan ini lebah menggunakanbahan khusus yang disebut
“propolis”.Propolis adalah suatu bahan istimewa karena sifatnya yang anti
bakteri sehingga sangat baik digunakan sebagai pengawet.
Bagaimana
lebah tahu bahan ini adalah yang terbaik sebagai pengawet, dan bagaimana mereka
mampu menghasilkannya dalam tubuh mereka?.Propolis adalah bahan yang hanya
dapat dihasilkan dalam kondisi laboratorium dengan teknologi dan tingkat
pengetahuan ilmu kimia yang cukup tinggi.
Nyata
bahwa lebah sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang ini, apalagi
laboratorium dalam tubuhnya. Lebah pekerja bertanggung jawab memerikasa sel-sel
yang akan digunakan sang ratu untuk meletakkan telurnya. Selain itu, lebah
pekerja juga bertugas mengumpulkan kotoran yang ada dalam sel-sel yang telah
ditinggalkan oleh para larva yang telah lahir, serta membersihkan sel penyimpan
makanan.
Lebah–lebah
tersebut juga mengatur kelembabandan temperatur di dalam sarang,
jikadibutuhkan, dengan kipasan angin melalui kepakan sayap mereka padapintu
masuk sarang.Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan
spesialisasi ini dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung
jawab dalam kebersihan.
Lebah
pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut dengan merawat
para larva.Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar sekresi dalam
tubuh mereka mulai berfungsi, ini memungkinkan mereka untuk merawat
larva.Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini dikerjakan oleh
lebah pekerja yang berumur 3 sampai 10 hari.Mereka memberi makan sebagian larva
dengan royal jelly, dan sebagian lagi dengan campuran madu-serbuk sari.
Mahluk
hidup yang baru lahir ini telah mengetahui tugas yang menjadi tanggung jawabnya
dan memiliki pengetahuan untuk mengerjakannya dengan cara yang sangat
profesional.Sang lebah berganti tugas saat ia tumbuh lebih dewasa. Ketika
mencapai hari ke 10 dari masa hidupnya, kelenjar penghasil lilin dalam perut
lebah pekerja mendadak telah matang sehingga iamampu menghasilkan lilin. Pada
saat itulah seekor lebah menjadi pekerja pembangun sel-sel penyimpan madu
dengan menggunakan lilin.Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan.
Bagaimana
mungkin seekor makhluk hidup yang baru saja lahir, dan, lebih dari itu, yang
tidak memiliki kecerdasan dan pengetahuan ini benar-benar memahami seluruh
tugas yang menjadi tanggung jawabnya?Bagaimana tubuh seekor hewan tiba–tiba
dapat teradaptasikan untuk merawat dan memberi makan larva dengan berfungsinya
beberapakelenjar sekresi, padahal sesaat sebelumnya ia terprogram untuk
melakukan tugas kebersihan?Bagaimana seekor lebah yang 4 atau 5 hari sebelumnya
adalah larva dapat berpikir dan merencanakan segala tugasnya tersebut?Bagaimana
tubuhnya dapat dengan tiba–tiba menghasilkan lilin dan berubah menjadi pekerja
konstruksi? Padahal konstruksi bangunan ini didasarkan pada penghitungan rumit
dan sangat tepat, yang tak akan mampu dilakukan oleh manusia sekalipun.
Tidak
ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perhitungan
berdasarkankecerdasannya sendiri.Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap
fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya.Lebah
menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah,
Pencipta Yang Mahaperkasa.
D.
Khasiat
Lebah
Hewan berwarna kuning hitam (yellow black) ini
meskipun berukuran kecil sekitar 0,3 – 2,5 cm namun sangat bermanfaat bagi
manusia dan tumbuh-tumbuhan, antara lain:
1. Madu
Manfaat lebah yang utama adalah karena lebah menghasilkan
madu. Beragam tanaman yang dipilih oleh lebah, maka beragam pula jenis madu
yang dihasilkan dan khasiatnya. Madu bermanfaat untuk: sumber energi,
antibiotik, antioksidan, mengobati batuk berdahak, sumber vitamin dan mineral,
mengurangi berat badan, memperlancar buang air kecil, pemanis pengganti gula,
masker wajah, pelembab kulit, membersihkan kotoran pada usus dan pembuluh
darah, membersihkan dan menjaga liver, menghilangkan ketombe, memutihkan gigi.
2. Bee Pollen
Manfaat lebah yang selanjutnya adalah menghasilkan Bee
Pollen (sebagai makanan untuk larva lebah) yang berasal dari serbuk sari bunga
jantan dan mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, antioksidan, asam
amino dan hormon. Bee Pollen bermanfaat untuk: mengobati radang sendi
(rematik), menjaga kekebalan tubuh, mengobati varises, menutrisi untuk otak dan
lain-lain.
3.
Royal Jelly
Royal jelly merupakan makanan ratu lebah sejak berupa
larva hingga seumur hidupnya menjadi ratu. Berupa cairan putih kental yang
dikeluarkan dari kelenjar lebah madu muda yang mengonsumsi madu dan bee pollen.
Royal jelly mengandung karbohidrat, protein dan lipid. Royal jelly juga
bermanfaat untuk: memperlambat penuaan, kanker atau efek dari kemoterapi,
mandul, darah tinggi, kolestrol, diabetes, anemia dan lain lain.
4. Lilin Lebah (malam/beeswax)
Dihasilkan lebah madu untuk membuat sarangnya. Lilin
lebah mengandung hidro karbon jenuh, hidrokarbon tak jenuh, kolestrol, beberapa
mineral, ester dan alcohol monoester. Lilin lebah bermanfaat untuk: bahan baku
kosmetik, bahan baku pembuatan batik, bahan baku obat-obatan, jika dikunyah
dapat membersihkan rongga mulut, antioksidan, antiradang dan lain-lain.
5. Propolis (bee glue)
Lebah menggunakan propolis untuk mensterilkan sarangnya,
karena propolis bersifat anti bakteri. Propolis mengandung biovlanoid, semua
vitamin kecuali vitamin K, semua mineral kecuali sulfur dan 16 rantai asam
amino essential. Propolis bermanfaat untuk: anti bakteri, anti virus, anti
jamur, antibiotik alami, anti peradangan, anti kanker, detoksifikasi dan lain-lain.
6. Apitoxin (bee venom/sengat lebah)
Lebah pekerja (betina) memiliki alat penyengat yang
berada pada ujung ruas yang terahir. Sengat tersebut berisi racun (yang
digunakan adalah sengat dengan racun 0,3 mg). Mengandung protein Mellitan (anti
bakteri, anti penisilin, anti reumatik). Kita menyebutnya sebagai terapi sengat
lebah yaitu dengan sengaja membiarkan lebah hidup tersebut menyengat titik
bagian tubuh tertentu. Sengat lebah bermanfaat untuk: penderita radang sendi,
reumatik, asam urat, kelelahan kronis, nyeri sendi karena penuaan
(osteoarthritis), radang urat (tendonitis), peradangan pada otak dan sumsum
tulang belakang (multiple sclerosis), keloid, nyeri kaku pada otot dan sendi
(fibromyalgia).Manfaat lebah juga dirasakan oleh tumbuh-tumbuhan karena lebah
(bumble bees) sebagai polinator, yakni pembantu penyerbukan tanaman khususnya
tanaman yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Juga berguna untuk
meningkatkan produktifitas tanaman yang dibudidayakan.
E.
Pelajaran
yang Dapat Diambil
Dalam surat An-Nahl yang artinya lebah,
memberikan inspirasi kepada kita untuk bisa menegakkan pilar-pilar kehidupan
yang penuh dengan ketenangan. Setidaknya ada lima pilar yang tercermin dalam
surat tersebut untuk menuju pada ketenangan hidup.
1.
Kemandirian
Lebah
dalam membuat sarangnya, ia pergi ke gunung-gunung, bukit, pohon-pohon atau
tempat lain yang nyaman untuk melakukan produktifitas madu dan sejenisnya. Seperti dalam firman Allah QS An-Nahl : 68 :
“dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang
di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin
manusia"
Keluarga
muslim bisa belajar bagaimana lebah ini membangun kemandiriannya dalam
keluarga, dalam menentukan arah dan kebijakan untuk meraih tujuan. Kemandirian
ekonomi, kemandirian nilai dan kemandirian dalam menghadapi berbagai goncangan
hidup adalah harga mati yang harus dimiliki oleh keluarga muslim.
Keluarga muslim berarti memiliki kemandirian manakala
mampu istiqamah berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam dalam menjalani
kehidupan meskipun berhadapan dengan kendala yang berat dan lingkungan yang
tidak Islami. Dan dalam kehidupan sekarang yang pengaruh era globalisasi
sedemikian besar, memiliki kemandirian nilai menjadi perkara yang amat penting,
karena sesama anggota keluarga memang tidak bisa saling mengawasi setiap saat,
bahkan tingkat kesibukan yang tinggi membuat anggota keluarga sulit
berkomunikasi meskipun alat-alat komunikasi sudah semakin canggih.
2.
Selalu Makan
yang Halal
Lebah
hanya mengambil makanan dari tempat yang manis, yang halal dan thayyib.
Allah berfirman dalam QS An-Nahl : 69 :
“kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan
tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke
luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat
yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
Maka jadikanlah keluarga anda sebagai keluarga islami yang
hidup dari barang-barang yang halal dan jauh dari ketidak jelasan. Halal dalam
mencarinya dan halal dalam membelanjakannya.Bila syariat telah melarang kita
memberi makan keluarga dari sumber nafkah yang haram, maka sudah menjadi
kewajiban suami agar hanya memberikan nafkah dari sumber yang halal, sehingga
meskipun sedikit nafkah yang dapat diberikan suami tetapi mendapatkan barokah
Allah, insya Allah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 172,
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki
yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika
benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”
Seorang
istri wajib mengingatkan suaminya agar tidak mencari nafkah pada pekerjaan yang
dilarang Allah dan tidak mengambil harta orang lain dengan jalan yang batil. Ia
sudah semestinya mengatakan kepada suaminya,Takutlah kamu dari usaha yang
haram sebab kami masih mampu bersabar di atas kelaparan, tetapi tidak mampu
bersabar di atas api neraka.
3.
Banyak
Manfaatnya
Dari
input yang baik, maka menghasilkan output yang baik pula. Sebagaimana lebah,
keluarga muslim berorentasi pada memberi bukan menunggu pemberian, atau menanti
penerimaan dari orang lain. Allah berfirman : “Dari perut lebah itu ke luar
minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya” (An Nahl 69) Dan Rasulullah
juga bersabda :Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi
manusia lainnya
Sebaik-baik
keluarga adalah keluarga yang selalu memberi manfaat kepada orang lain.
Kebahagiaan bukan hanya kerana mampu memenuhi keperluan diri dan keluarga,
tetapi juga mampu memberi kebahagiaan kepada orang lain.
4.
Mampu
Bersosialisasi dengan Baik
Lebah
dapat hinggap diranting yang kecil tanpa mematahkannya. Rasulullah saw
bersabda: “Seorang mukmin yang bergaul dengan banyak orang dan sabar atas
tindakan buruk mereka itu lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak pernah
bergaul dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka”
Maka
profil keluarga muslim mestinya memiliki semangat human relation yangbaik,
untuk membangun hubungan dan jaringan sosial di tengah masyarakat. Keluarga
merupakan faktor utama dalam pembentukan karakteristik atau kepribadian
individu atau anak dalam kehidupan bermayarakat.Kunci sukses hidup
bermasyarakat adalah kemampuan untuk menjalin hubungan pertemanan.Dan apabila
keluarga mengharapkan anaknya mampu bergaul dengan baik dan benar dalam
masyarakat, maka sebaiknya dilakukan sosialisasi terhadap anak sejak
dini.Namun, mengajarkan anak suka berteman atau bergaul didalam lingkungan sosial atau
lingkungan masyarakat tidaklah mudah. Khususnya bagi anak yang memang suka
menyendiri atau tidak suka berteman.
Sosialisasi
perlu dilakukan terhadap anak, karena apabila anak tidak dibekali aturan-aturan
sosial dan nilai-nilaiIslam
maka saat anak beranjak remaja atau dewasa dan mulai berteman dengan banyak
orang, anak
akan mendapat benturan dari lingkungan sosial atau lingkungan masyarakatnya.
Bentuk dari benturan-benturan ini bisa bermacam-macam, anak yang tidak dibekali
oleh aturan-aturan sosial dan nilai Islam
namun memiliki rasa percaya diri yang kuat, maka anak bisa dianggap aneh oleh
masyarakat. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh orang tua juga ditentukan
oleh profesi atau pekerjaan orang tua, status orang tua dilingkungan mayarakat
dan kemampuan ekonomi serta faktor yang lainnya. Berbagai profesi atau
pekerjaan yang dimiliki oleh orang tua mempunyai pengaruh yang sangat penting
tentang bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak-anaknya.
5.
Ketulusan
yang Paripurna
Lebah
dengan tulus berperan membantu penyerbukan bunga.Ketulusan ini adalah inspirasi
mulia, bahwa memberi itu lebih mulia daripada menadahkan tangan untuk menerima,
apalagi meminta-minta. Dalam memberikan apapun tidak perlu
hitung-hitungan karena Allah pun akan menghitung.
“Bersedekahlah
dan jangan kamu menghitung-hitung sehingga Allah juga akan memakai
hitungan-hitungan terhadapmu” (HR Ahmad)
Bukan
saja dalam masalah finansial,
tetapi juga dalam cinta dan kasih saying. “Sebagaimana kamu memperlakukan,
begitu pula kamu akan diperlakukan” (HR Ibn ‘Ady)
Semangat
memberi rasa cinta inilah yang akan melanggengkan bangunan keluarga. Karena
cinta akan menjadi perekat yang selalu aktual
menghadapi prahara. Karena orang yang berorientasi untuk memberi tentu akan
selalu berusaha untuk menggali dan mencari mutiara dalam keluarga.
Kehidupan
rumah tangga Rasulullah penuh dengan ketulusan memberikan rasa cinta.Itu
sebabnya dakwah Islam mengalami kesuksesan. Maka setiap muslim dianjurkan untuk
selalu tulus memberikan cintanya pada pasangannya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu
’alahi wasallam secara tulus mengekspresikan cinta pada para istrinya.Beliau
pernah memanggil ’Aisyah dengan sebutan humaira, yang berarti pipi
kemerahan.Tentu saja ekspresi cinta berupa pujian ini melambungkan hati
’Aisyah.
Rasulullah
pun tidak malu memberikan tulus cinta pada ’Aisyah ketika ada seorang sahabat
yang bertanya tentang siapa yang dicintai oleh Nabi.Dari golongan laki-laki
Rasulullah menjawab Abu Bakar, sedangkan dari golongan perempuan adalah
’Aisyah.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Lebah memang hewan yang menyimpan banyak sekali
rahasia-rahaia besar yang menakjubkan. Seperti yang telah kami paparkan diatas,
berikut kami sajikan inti dari pemaparan tersebut:
1. Lebah
adalah serangga berbulu dan bersayap empat.Paling tidak, ada sepuluh ribu macam
lebah yang paling populer adalah lebah madu dan tawon.
2. Jenis-jenis
lebah
a. Lebah
madu
b. Lebah Tanah (ground bees)
c. Bumblebees
d. Lebah Penggali (digger bees)
e. Carpenter Bees
f.
Cellophane Bees
g. Lebah Anggrek (orchid bees)
h. Africanized Honey Bees
i.
Lebah Leafcutter dan Mason
j.
Lebah Keringat (sweat bees)
k. Lebah Parasit (parasitic bees atau cuckoo
bees)
l.
Lebah Cleptoparasitic
m. Lebah Sosial
3. Kehidupan lebah yang dapat dilihat adalah mereka
mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan
sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut
membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus sehingga mereka mengatur semua
ini dengan organisasi.
4.
Khasiat lebah
a.
Madu
b.
Bee Pollen
c.
Royal Jelly
d.
Lilin Lebah
(malam/beeswax)
e.
Propolis
(bee glue)
f.
Apitoxin
(bee venom/sengat lebah)
5.
Pelajaran yang dapat diambil
a.
Kemandirian
b.
Selalu Makan
yang Halal
c.
Banyak
Manfaatnya
d.
Mampu
Bersosialisasi dengan Baik
e. Ketulusan yang Paripurna
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Agama. 2012. Pelestarian Lingkungan Hidup, Jakarta:
Aku Bisa.
Shihab,
M. Quraish. 2004. Dia dimana-mana. Jakarta: Lentera hati.
Yahya, Harun. 2004. Keajaiban
flora dan fauna. Bandung: PT syaamil cipta media.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar