BAB 1
PENDAHULUAN
1.
LATAR
BELAKANG
Pengetahuan berawal dari rasa ingin tahu. Dengan rasa ingin tahunya
manusia berusaha mendapatkan pengetahuan yang benar. Manusia mengembangkan
pengetahuannya untuk memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya. Manusia
memikirkan hal-hal yang baru, menjelajah ufuk baru,karena manusia hidup bukan
sekedar untuk hidup, namun lebih dari itu yang menyebabkan manusia
mengembangkan pengetahuannya dan pengetahuan ini jugalah yang mendorong manusia
menjadi makhluk yang khas dimuka bumi ini.
Manusia mampu mengembangkan pengetahuannya disebabkan dua hal. Yang
pertama karena manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi
dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut, yang kedua karena
manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap yaitu
kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu.
Pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa kita ketahui tentang
objek tertentu. Sebagai salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan yang benar
dengan jalan penalaran dan logika.
2.
RUMUSAN
MASALAH
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
a.
Apakah pengertian ilmu
dan filsafat?
b.
Apakah pengertian
filsafat sebagai ilmu?
c.
Apakah penalaran, logika,
sumber pengetahuan itu?
d.
Bagaimanakah kriteria
suatu kebenaran dalam filsafat itu?
e.
Apa saja contoh objek
filsafat?
BAB 2
PEMBAHASAN
1. Pengertian Ilmu dan Filsafat
Menurut bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin
(science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami. Sedangkan menurut
istilah, ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah. Perbedaan ilmu
dan pengetahuan yaitu : Secara umum, Pengertian Ilmu merupakan kumpulan proses
kegiatan terhadap suatu kondisi dengan menggunakan berbagai cara, alat,
prosedur dan metode ilmiah lainnya guna menghasilkan pengetahuan ilmiah yang
analisis, objektif, empiris, sistematis dan verifikatif. Sedangkan pengetahuan
(knowledge ) merupakan kumpulan fakta yang meliputi bahan dasar dari suatu
ilmu, sehingga pengetahuan belum bisa disebut sebagai ilmu, tetapi ilmu pasti
merupakan pengetahuan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengertian Ilmu diartikan sebagai
pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode
ilmiah tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan kondisi tertentu dalam
bidang pengetahuan. Sedangkan dalam Wikipedia Indonesia, Pengertian
Ilmu/ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki
dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai bentuk kenyataan dalam alam
manusia.
Sedangkan filsafat, mengacu pada asal kata philos dan shopia, yang
artinya teman dan kebijaksanaan dalam bahasa Yunani. Yang kemudian dijabarkan
menjadi cinta akan kebijaksanaan.
Pengertian praktis mengenai filsafat yaitu, filsafat berarti alam
pikiran atau alam berfikir. Berfilsafat artinya berpikir. Tapi tidak semua yang
berpikir berarti berfilsafat. Karena berfilsafat adalah berfikir secara
mendalam dan sungguh-sungguh. Sebuah semboyan juga mengatakan: setiap manusia
adalah filsuf. Semboyan ini benar juga mengingat setiap manusia memang
berpikir. Tapi secara umum semboyan ini tidak benar juga, sebab tidak semua
manusia yang berpikir adalah filsuf.
Tegasnya adalah Filsafat adalah hasil akal seorang manusia yang mencari
dan memikirkan sesuatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dengan kata lain
filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakekat kebenaran
segala sesuatu
2.
Filsafat sebagai Ilmu
Dikatakan filsafat sebagai ilmu karena dalam pengertian filsafat
mengandung 4 pertanyaan ilmiah, yaitu: bagaimanakah, mengapakah, kemanakah, dan
apakah.
Pertanyaan bagaimanakah menanyakan sifat-sifat yang dapat ditangkap
atau yang tampak oleh indra. Jawaban dari pertanyaan itu bersifat deskriptif
(penggambaran)
Pertanyaan mengapa, menanyakan tentang sebab suatu objek. Jawaban yang
diperolehnya bersifat kausalitas (sebab akibat)
Pertanyaan kemana, menanyakan tentang apa yang terjadi di masa lampau,
masa sekarang, dan masa depan. Jawaban yang diperolehnya bersifat normatif
(berpegang pada kebiasaan, atau adat istiadat)
Pertanyaan apakah, menanyakan tentang hakikat atau inti mutlak dari
suatu hal. Jawaban yang didapat bersifat umum, universal dan abstrak.
Filsafat Ilmu adalah cabang filsafat yang membahas masalah ilmu.
Tujuannya mengadakan analisis mengenai ilmu pengetahuan dan cara bagaimana
pengetahuan ilmiah itu dapat diperoleh. Jadi filsafat ilmu adalah penyelidikan
tentang cairi-ciri pengetahuan ilmiah dan cara memperolehnya. Pokok perhatia
filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah itu sendiri. Istilah lain dari
filsafat ilmu adalah theory of science
(teori ilmu) dan science of science
(ilmu tentang ilmu)
3. Penalaran, Logika, Sumber
Pengetahuan
3.1 Penalaran
A. Pengertian Penalaran
A. Pengertian Penalaran
Penalaran adalah kegiatan berpikir yang memiliki karakteristik
tertentu, dalam menemukan suatu kebenaran. Atau dapat didefinisikan sebagai
suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa penetahuan
yang benar[1].
Penarikan kesimpulan itu dengan memperhatikan asas-asas pemikiran, yaitu (i)
principium identitatis, (ii) principium contradictionis, (iii) principium
exduxi tertii dan (iv) principium rationis sufficientis.
Jadi penalaran merupakan salah satu proses dalam berpikir yang menggabungkan dua pemikiran atau lebih untuk menarik sebuah kesimpulan untuk medapatkan pengetahuan baru.
Jadi penalaran merupakan salah satu proses dalam berpikir yang menggabungkan dua pemikiran atau lebih untuk menarik sebuah kesimpulan untuk medapatkan pengetahuan baru.
B. Macam-macam penalaran
a. Penalaran Langsung
Penalaran
langsung merupakan penalaran yang premisnya hanya sebuah proposisi dan langsung
disusul dengan proposisi lain sebagai kesimpulannya. Penalaran langsung ditarik
hanya dari satu premis saja. Premis adalah pernyataan yang telah diketahui
sedangkan konklusi adalah kesimpulan baru.
Contoh : Semua
bintang film memakai sabun Lux (S=P)
Jadi, sebagian pemakai sabun Lux adalah bintang film
Istilah penalaran langsung berasal dari Aristoteles untuk menunjukkan penalaran, yang premisnya hanya terdiri dari sebuah proposisi saja. Konklusinya ditarik langsung dari proposisi yang satu itu dengan membandingkan subjek dan predikatnya.
Jadi, sebagian pemakai sabun Lux adalah bintang film
Istilah penalaran langsung berasal dari Aristoteles untuk menunjukkan penalaran, yang premisnya hanya terdiri dari sebuah proposisi saja. Konklusinya ditarik langsung dari proposisi yang satu itu dengan membandingkan subjek dan predikatnya.
b. Penalaran
Tidak Langsung
Penalaran
tidak langsung, penarikkan konklusinya atas lebih dari satu proposisi. Konklusinya
ditarik dari dua premis.
Contoh : Semua mahasiswa adalah anak pintar. Dina adalah mahasiswa. Dina adalah anak pintar.
Contoh : Semua mahasiswa adalah anak pintar. Dina adalah mahasiswa. Dina adalah anak pintar.
3.2 Logika
Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos)
yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan
dinyatakan dalam bahasa[2].
Dapat didefinisikan juga logika merupakan suatu cara untuk mendapatkan suatu
pengetahuan dengan menggunakan akal pikiran, kata dan bahasa yang dilakukan
secara sistematis. Terdapat berbagai cara merik kesimpulan, namu dalam dunia
keilmuan dikenal 2 jenis yaitu logika induktif dan logika deduktif.
Logika induktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan pada suatu
proses berpikir dengan menyimpulkan sesuatu yang bersifat umum dari berbagai
kasus yang bersifat individual
Contoh: Besi jika dipanaskan akan memuai, tembaga jika dipanaskan akan
memuai juga. Begitu pun aluminium dan berbagai batang logam lain jika
dipanaskam akan turut memuai. Maka, berdasarkan kenyataan individual ini dapat
ditarik kesimpulan yang bersifat umum yaitu semua
logam bila dipanaskan akan memuai
Logika deduktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan pada suatu
proses berpikir yang sebaliknya dari logika induktif. Dalam proses berpikir ini
dari pernyataan umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.
Contoh:
-
Semua logam jika dipanaskan akan
memuai
-
Besi termasuk logam
-
Maka, jika besi dipanaskan akan
memuai
-
Apabila Tuti belajar, ia akan
lulus ujian
-
Tuti rajin belajar
-
Maka, Tuti akan lulus ujian
Logika sebagai sarana berpikir manusia memberikan jaminan bahwa
pengetahuan yang didapat sebagai hasil dari penarikan kesimpulan adalah shahih.
Logika menuntut dan menjaga proses berpikir itu terhindar dari
kekeliruan-kekeliruan, sehingga dengan demikian kecermatan dalam berpikir dapat
dicapai. Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang
bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika
dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga dapat dianggap sebagai cabang
matematika.
Secara terperinci,
logika digunakan antara lain :
a)
Membantu setiap orang yang
mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap,
tertib, metodis dan koheren
b)
Meningkatkan kemampuan berpikir
secara abstrak (berpikir tingkat tinggi), cermat dan objektif
c)
Menambah kecerdasan dan
meningkatkan kemampuan berpikir sejarah tajam dan mandiri
d)
Memaksa dan mendorong orang untuk
berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
e)
Meningkatkan cinta akan kebenaran
dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan serta kesesatan
f)
Mampu melakukan analisis terhadap
suatu kejadian
3.3 Sumber Pengetahuan
Sumber
pengetahuan merupakan aspek-aspek yang mendasari lahirnya ilmu pengetahuan yang
berkembang dan muncul dalam kehidupan manusia. Menurut filosof dan ilmuwan
muslim, sumber utama ilmu pengetahuan adalah wahyu yang termanifestasikan dalam
Alquran dan As-sunnah, selain empiris dan rasional. Sedangkan menurut filosof
dan ilmuwan Barat sumber ilmu pengetahuan hanya dibatasi pada sumber utama
yaitu pengetahuan yang lahir dari pertimbangan rasio (akal atau deduksi) dan
pengetahuan yang
dihasilkan melalui pengalaman (empiris dan induksi). Sedangkan Amsal Bakhtiar mengungkapkan ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan antara lain:
dihasilkan melalui pengalaman (empiris dan induksi). Sedangkan Amsal Bakhtiar mengungkapkan ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan antara lain:
a.
Empirisme
Kata
ini berasal dari kata Yunani empeirikos, artinya pengalaman. Menurut aliran ini
manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya. Dan bila dikembalikan
kepada kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksudkan ialah pengalaman inderawi.
b.
Rasionalisme
Aliran
ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang
benar diperoleh dan diukur dengan akal. Menusia memperoleh penegetahuan melalui
kegiatan menangkap objek.
Bagi aliran ini kekeliruan pada aliran empirisme yang disebabkan kelemahan alat indera dapat dikoreksi, seandainya akal digunakan.
Bagi aliran ini kekeliruan pada aliran empirisme yang disebabkan kelemahan alat indera dapat dikoreksi, seandainya akal digunakan.
c.
Intuisi
Menurut
Henry Bergson intuisi adalah hasil dari evolusi pemahaman yang tertinggi.
Kemampuan ini mirip dengan insting, tetapi berbeda dengan kesadaran dan kebebasannya.Ia juga mengatakan bahwa intuisi
adalah suatu pengetahuan yang langsung, yang mutlak dan bukan pengetahuan yang
nisbi.
Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan. Sebagai dasar untuk menyusun pengetahuan secara teratur, intuisi tidak dapat diandalkan.
Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan. Sebagai dasar untuk menyusun pengetahuan secara teratur, intuisi tidak dapat diandalkan.
d.
Wahyu
Wahyu
adalah pengetahuan yang disampaikan oleh ALLAH kepada manusia lewat perantaraan
para nabi.
Wahyu
Allah (agama) berisikan pengetahuan, baik mengenai kehidupan seseorang yang
terjangkau oleh pengalaman, maupun yang mencakup masalah transendental, seperti
latar belakang dan tujuan penciptaan manusia, dunia dan segenap isinya serta
kehidupan diakhirat nanti.
Dari uraian diatas, yang dapat dijadikan sumber pengetahuan adalah wahyu, pengalaman dan rasio. Sedangkan intuisi tidak dapat digunakan sebagai sumber ilmu pengetahuan karena ia bersifat personal dan tidak bisa diramalkan serta bersifat tiba-tiba atau seketika
Dari uraian diatas, yang dapat dijadikan sumber pengetahuan adalah wahyu, pengalaman dan rasio. Sedangkan intuisi tidak dapat digunakan sebagai sumber ilmu pengetahuan karena ia bersifat personal dan tidak bisa diramalkan serta bersifat tiba-tiba atau seketika
4. Kriteria
Kebenaran dalam Filsafat
Untuk menentukan kebenaran suatu pengetahuan ada tiga teori yang
dapat dijadikan sebagai kriteria, yaitu:
a. Teori
koherensi (teori kebenaran saling berhubungan)
Teori yang menyimpulkan bahwa suatu
pernyataan dianggap benar bilaman pernyataan itu bersifat saling berhubungan
dengan pernyataan sebelumnya yang kita anggap benar. Misalnya jika kita
beranggapan bahwa semua makhluk hidup
akan mati adalah benar, maka pernyataan bahwa pohon kelapa sebagai makhluk hidup pasti akan mati adalah benar
pula
b. Teori
korespondensi ( teori kebenaran saling kesesuaian)
Teori ini berpandangan bahwa suatu
pernyataan itu benar apabila pernyataan itu saling berkesesuaian dengan
kenyataan atau realitas. Kebenaran demikian dapat dibuktikan secara langsung
pada dunia kenyataan. Misalnya, Tugu
Monas ada di Jakarta adalah benar, karena secara realita benar
c. Teori
pragmatisme (teori kebenaran konsekuensi kegunaan)
Teori ini menyatakan bahwa kebenaran suatu
pernyataan diukur dari kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional
atau bermanfaat dalam kehidupan
5.
Objek Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu
memiliki objek material dan objek formal sendiri
a.
Objek Material Filsafat Ilmu
Objek material filsafat ilmu adalah ilmu itu sendiri, yaitu pengetahuan
yang telah disusun secara sistematis dengan metode imiah tertentu, sehingga
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum[3]
b.
Objek Formal Filsafat Ilmu
Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat ilmu pengetahuan, artinya filsafat
ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan.
BAB 3
KESIMPULAN
Ilmu
diartikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara
sistematis menurut metode ilmiah tertentu. Filsafat adalah ilmu yang
mempelajari dengan sungguh-sungguh hakekat kebenaran segala sesuatu.
Penalaran
sebagai suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa
penetahuan yang benar. Logika merupakan suatu cara untuk mendapatkan suatu
pengetahuan dengan menggunakan akal pikiran, kata dan bahasa yang dilakukan
secara sistematis. Cara mendapatkan kebenaran bisa lewat pengalaman, akal,
intuisi dan wahyu. Objek Filsafat Ilmu adalah ilmu pengetahuan itu dan hakikat
ilmu itu sesungguhnya
DAFTAR
PUSTAKA
Adib,Mohammad.
2011. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Bakhtiar,
Amsal.2010. Filsafat Ilmu.
Jakarta: Raja Grafindo Persada
Ihsan,
Drs. H.A Fuad. 2010. Filsafat Ilmu,
Jakarta: Rineka Cipta
Pusat
Bahasa Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga).
Jakarta: Balai Pustaka
[1] Drs. H.A Fuad Ihsan, Filsafat
Ilmu, Rineka Cipta, Jakarta, 2010, hlm.116
[2] Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Logika
[3] Drs. H.A Fuad Ihsan, Filsafat
Ilmu, Rineka Cipta, Jakarta, 2010, hlm.15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar