Minggu, 24 Mei 2020

MAKALAH PENGELOLAAN PENGAJARAN (Pengelolaan Kelas Yang Efektif)


PENGELOLAAN KELAS YANG EFEKTIF

Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas Mata Kuliah Pengelolaan Pengajaran II


Dosen Pengampu: H. Ahmad Dahlan, M.Pd

Disusun oleh Kelompok 9:
1.      Evi Luthviani
2.      Haiatal Ummah
3.      Muhammad Ngasomudin
4.      Riska Fitriah





JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM ATTAHIRIYAH
JAKARTA 2017






KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Pengelolaan Pengajaran II yang berjudul “Mengelola Kelas Yang Efektif”.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pengajaran II dan dapat untuk menambah wawasan bagi para mahasiswa/ I agar nantinya menjadi pendidik yang professional.
Kami selaku penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak H Ahmad Dahlan, M.Pd selaku dosen pembimbing dan juga para rekan mahasiswa serta semua pihak yang bersangkutan yang telah membantu terselesaikanya maklah ini
Penulis menyadari sepenuhnya keterbatasan ilmu yang dimiliki, sehingga mungkin terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembimbing sangat diharapkan. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi kita sekalian. Amin!




Jakarta,  Juli 2017



         Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................         i

DAFTAR ISI...........................................................................................        ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................        1
A.    Latar Belakang Masalah..............................................................        1
B.     Rumusan Masalah.......................................................................        2
C.     Tujuan Masalah...........................................................................        2

BAB II PEMBAHASAN........................................................................        3
A.    Apa saja masalah antara pengelolaan kelas dan pengelolaan
Pengajaran?.................................................................................        3
B.     Apa saja masalah dalam pengelolaan kelas?...............................        4
C.     Bagaimana usaha preventif masalah pengelolaan kelas?............        5
D.    Apa saja administrasi teknik dalam kelas?..................................        6
E.     Bagaimana strategi pengelolaan kelas yang efektif?..................        7

BAB III PENUTUP................................................................................        9
A.    Kesimpulan.................................................................................        9

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................      10





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa, dan tugas guru adalah sebagian besar terjadi dalam kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikanya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran.
Dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses, guru dengan segala kemampuannya, murid dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, metode dengan segala pendekatannya, media dengan segala perangkatnya, materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasannya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Oleh karena itu, selayaknya kelas dimanajemeni secara baik dan professional.
Kegiatan guru di dalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan seperti menelaah kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Memberi ganjaran dengan segera, mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan siswa, mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok adalah contoh-contoh kegiatan mengelola kelas.
Kegagalan seorang guru mencapai tujuan pembelajaran berbanding lurus dengan ketidakmampuan guru mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu seperti prestasi belajar murid rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu, pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting.
Di sini jelas bahwa pengelolaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terciptanya proses belajar mengajar yang efektif pula. Maka dari itu  pentingnya pengelolaan kelas guna menciptakan suasana kelas yang kondusif demi meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengelolaan kelas menjadi tugas dan tanggung jawab guru dengan memberdayakan segala potensi yang ada dalam kelas demi kelangsungan proses pembelajaran. Hal ini berarti setiap guru dituntut secara profesional mengelola kelas sehingga terciptanya suasana kelas yang kondusif guna menunjang proses pembelajaran yang optimal menuntut kemampuan guru untuk mengetahui, memahami, memilih, dan menerapkan pendekatan yang dinilai efektif menciptakan suasana kelas yang kondusif.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja masalah antara pengelolaan kelas dan pengelolaan pengajaran?
2.      Apa saja masalah dalam pengelolaan kelas?
3.      Bagaimana usaha preventif masalah pengelolaan kelas?
4.      Apa saja administrasi teknik dalam kelas?
5.      Bagaimana strategi pengelolaan kelas yang efektif?

C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui masalah antara pengelolaan kelas dan pengelolaan pengajaran
2.      Untuk mengetahui masalah dalam pengelolaan kelas
3.      Untuk mengetahui usaha preventif masalah pengelolaan kelas
4.      Untuk mengetahui administrasi teknik dalam kelas
5.      Untuk mengetahui strategi pengelolaan kelas yang efektif







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Antara Pengelolaan Kelas dan Pengelolaan Pengajaran
Pengelolaan kelas dan pengelolaan pengajaran adalah dua kegiatan yang sangat erat hubunganya, namun dapat dan harus dibedakan satu sama lain karena tujuanya berbeda. Kalau pengajaran (instruction) mencakup semua kegiatan yang secara langsung yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan khusus pengajaran (menentukan entry behavior peserta didik, menyusun rencana pelajaran, memberi informasi, bertanya, menilai dan sebagainya), maka pengelolaan kelas menunjuk kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (pembinaan “raport”, penghentian tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran bagi ketepat waktuan penyelesaian tugas oleh siswa, penetapan norma kelompok yang produktif, dsb)
Masalah pengelolaan yang harus ditanggulangi dengan tindakan korektif pengelolaan, sedangkan masalah pengajaran harus ditanggulangi dengan tindakan korektif instruksional. Siswa yang enggan ambil bagian didalam kegiatan kelompok karena merasa ditolak oleh kelompok (masalah pengelolaan) tidak dapat ditangulangi dengan membuat kegiatan menjadi menarik (tindakan instruksional), meskipun tentu saja tidak dapat dibanatah bahwa penarikan diri siswa tersebut akan menghalangi tercapainya tujuan khusus pengajaran yang hendak dicapai melalui kegiatan kelompok yang dimaksud. Sebaliknya hubungan antar pribadi (interpersonal) yang baik antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa (suatu petunjuk keberhasilan pengelolaan) tidak dengan sendirinya menjamin bahwa prosedur belajar-mengajar akan menjadi efektif. Yang jelas, pengelolaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif.
Sebagai pemberian dasar penyiapan kondisi bagi terjadinya proses belajara mengajar yang efektif, pengelolaan kelas menunjuk kepada pengaturan orang (dalam hal ini siswa)  maupun pengaturan fasilitas. Fasilitas disini mencakup pengertian yang luas mulai dari ventilasi, penerangan, tempat duduk, sampai dengan perencanaan program belajar mengajar yang tepat. Sudah barang tentu yang belakangan ini, terutama yang lebih merupakan pengatyuran perangkat lunak (software) telah memasuki perangkat lunak.

B.     Masalah Pengelolaan Kelas
Masalah pengelolaan kelas dapat dikelompokan menjadi dua kategori, yaitu masalah individual dan masalah kelompok. Meskipun sering sekali perbedaan antara kedua kelompok itu hanya merupakan perbedaan tekanan saja. Tindakan pengelolaan kelas seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakikat masalah yang dihadapi, sehingga pada prosesnya ia dapat memilih strategi penanggulangan yang tepat juga. Banyak penulis yang telah mengemukakan buah pikiran mereka mengenai masalah pengelolaan kelas ini.
Masalah individu dalam pengelolaan siswa menurut Dreikurs dan Cassel yaitu didasarkan pada tingkah laku manusia itu mempunyai maksud dan tujuan. Setiap individu mempunyai kebutuhan pokok untuk menjadi merasa berguna. Jika individu ini merasa putus asa dalam mengembangnkan rasa memiliki harga diri melalui nilai yang dapat diterima secara sosial, ia akan berkelakuan buruk.
Lois V. Johnson dan Mary A. Bany mengemukakan 6 kategori masalah kelompok dalam pengelolaan kelas. Masalah-masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.      Kelas kurang kohensif. Misalnya perbedaan jenis kelamin, suku dan tingkatan sosio-ekonomi, dan sebagainya.
2.      Kelas mereaksi negative terhadap salah seorang angotanya. Misalnya mengejek anggota kelas yang dalam pengejaran seni suara menyanyi dengan suara sumbang.
3.      “Membesarkan” hati anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok, misalnya pemberian semnga kepada badut kelas.
4.      Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatianya dari tugas yang tengah digarap.
5.      Semangat kerja rendah. Misalnya semacam aksi protes kepada guru karena mengangap tugas yang diberikan kurang adil.
6.      Kelas kurang mamou menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Misalnya gangguan jadwal atau guru kelas terpaksa diganti sementara oleh guru lain, dan sebagainya.

Tidak perlu ditekankan lebih kuat lagi bahwa setiap macam masalah memerlukan penanganan yang berbeda. Selanjutnya, aturan penangan maslah individual adalah individu pelaku pelangaran. Sebaliknya didalam masalah kelompok maka tindakan korektif harus ditujukan kepada kelompok diagnosis yang keliru pula.

C.    Usaha Preventif Masalah Pengelolaan Kelas
Iklim belajar yang kondusif merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran, sebaliknya iklim belaja yang kurang menyenangkan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan.
Iklim belajar yang kondusif harus ditunjang oleh berbagai fasilitas belajar yang menyenangkan, seperti sarana, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara peserta didik dengan guru dan diantara peserta didik itu sendiri, serta penataan organisasi dan bahan pembelajaran secara tepat, sesuai dengan kemampuan dan perkembangan peserta didik. Iklim belajar yang menyenangkan akan membangkitkan semangat dan menumbuhkan aktivitas serta kreativitas peserta didik.
Dalam mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, diantaranya:
1.      Kondisi fisik
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.       Ruan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruang belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa tidak desak-desakan dan tidak saling mengganggu siswa lainya pada saat melakukan aktifitas belajar.
b.      Pengaturan tempat duduk
Dalam pengaturan tempat duduk yang terpenting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat memantau aktifitas siswa.
c.       Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan cahaya adalah merupakan asset penting untuk terciptanya suasan belajar yang nyaman.
d.      Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan ditempat khusus yang mudah dicapai bila diperlukan dan akan dipergunakan untuk kepentingan belajar.

D.    Administrasi Teknik
Administrasi teknik ini juga akan turut mempengaruhi didalam proses belajar mengajar. Adapun hal-hal yang meliputi administrasi teknik dalam pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:

1.      Absensi
Absensi peserta didik dan guru hendaknya dikelola sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung. Hendaknya diadakan pengecekan secara periodik terhadap absen ini.

2.      Ruang bimbingan
Hendaknya tersedia ruangan khusus yang dapat dipergunakan untuk keperluan bimbingan peserta didik yang dilakukan oleh guru, wali kelas, atau guru pembimbing di sekolah.

3.      Tempat baca
Hendaknya tersedia tempat baca untuk peserta didik yang dapat dimanfaatkan pada waktu istirahat atau pada selang waktu luang. Tempat bermain dan alat bermain yang mengandung nilai edukatif akan sangat membantu mengatasi pengelolaan.

4.      Tempat sampah
Tempat sampah hendaknya tersedia pada tempat khusus sehingga peserta didik terdorong untuk membiasakan diri untuk hidup teratur.

5.      Catatan pribadi
Catatan pribadai peserta didik mempunyai peranan penting dalam hubungan dengan pengelolaan, baik dalam rangka pencegahan maupun dalam rangka mengatasi tingkah laku yang sudah terlanjur. Dengan catatan pribadi guru akan mengenal peserta didik secara lebih lengkap termasuk latar belakang kehidupanya.

E.     Strategi Pengelolaan Kelas Yang Efektif
Pengelolaan kelas yang efektif mebutuhkan strategi pembelajaran, ini merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada tiga jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni (1) strategi pengorganisasian pengajaran, (2) strategi penyampaian pembelajaran, (3) strategi pengelolaan pembelajaran.
Uraian mengenai strategi penyampaian pengajaran menekankan pada media apa yang dipakai untuk menyampaikan pengajaran, kegiatan belajar apa yang dilakukan oleh siswa, dan dalam struktur belajar mengajar yang bagaimana. Strategi pengelolaan menekankan pada penjadwalan penggunaan setiap komponen strategi pengorganisasian dan strategi penyampaiaan pengajaran, termasuk pula pembuatan catatan tentang kemajuan belajar siswa.








BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pengelolaan kelas yang efektif adalah sebagai proses penciptaan iklim yang sosio emosional yang positif didalam kelas, kegiatan pembelajaran dikelas akan berkembang secara maksimal apabila kondisi didalam kelas beriklim positif, yaitu suasana hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa lainya, untuk terciptanya suasana kelas yang kondusif guru memegang peranan yang sangat penting.
Pengelolaan kelas yang efektif dimaksudkan untuk menciptakan kondisi didalam kelompok kelas yang berupa lingkunga kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuanya.










DAFTAR PUSTAKA

Amiruddin. PERENCANAAN PEMBELAJARAN. Bantul Yogyakarta: Dua Satria Offset. 2016
Mujib, Abdul. PERENCANAAN PEMBELAJARAN. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2011
Rohani, Ahmad. PENGELOLAAN PENGAJARAN. Jakarta: PT RINEKA CIPTA. 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN KKL ( KULIAH KERJA LAPANGAN ) FAI UNIAT (Universitas Islam Attahiriyah)

https://drive.google.com/folderview?id=1QsYXAAC12ZFAC3ZtvdvvHF_AnsawW8n5