Konsep
Penilaian Berbasis Kelas
Makalah ini
diajukan untuk memenuhi tugas Matakuliah Evaluasi PAI II
Dosen Pembimbing : Dr. Popi Puadah
Disusun Oleh:
Wafa’ Nur
‘Azizah - 201402862080096
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM ATTAHIRIYAH
JAKARTA 2017
Kata
Pengantar
Puji dan syukur kami
panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan banyak nikmat kepada saya, sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini dengan usaha dan kesungguhan. Sholawat
dan salam tidak
lupa kita haturkan kepada qudwah dan suri tauladan kita Rasulullah
SAW, semoga kelak diyaumil akhir kita mendapat syafaat dari beliau sehingga
bisa menapaki surgaNya sehingga bisa duduk bermajelis bersamanya.
Tidak lupa saya mengucapkan
terimakasih kepada dosen pembimbing matakuliah pengelolaan pengajaran II, yaitu Bu Popi dan kepada Pak Zein yang sudah membantu untuk
menggantikan sementara dalam matakuliah ini Jazaakumullah Ahsanal Jazaa,
sehingga kami tidak mengulang disemester
berikutnya.
Dengan makalah yang saya buat seperti
ini, berharap kepada teman-teman untuk mudah di mengerti. Dan saya menyadari
bahwa makalah yang saya buat tidaklah sempurna, untuk itu kritik
dan saran untuk membangun motivasi saya untuk belajar kembali sangat diharapkan dari
teman-teman.
Jakarta, Juli 2017
Wafa’
Nur ‘Azizah
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..................................................................................... .. i
Daftar Isi ................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ........................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah ...................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian PBK .......................................................................... 2
2. Tujuan PBK ............................................................................... 3
3. Objek PBK.................................................................................. 3
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Secara umum, penilaian berbasis
kelas bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap pencapaian hasil belajar
peserta didik dan memperbaiki program dan kegiatan pembelajaran. Oleh karena
penilaian berbasis kelas lebih menitik beratkan penilaian proses, makanya
kompetensi peserta didik dapat diukur dan diamati secara ril dan otentik.
Dengan begitu, terjadi penghargaan terhadap capaian kompetensi setiap peserta
didik. Hasil capaian pembelajaran peserta didik tentunya menjadi barometer
pencapaian program pembelajaran. Baik atai buruknya pencapaian kompetensi
peserta didik menjadi dasar penyempurnaan atau perbaikan program dan proses
pembelajaran. Dalam implementasinya, penilaian berbasis kelas harus memenuhi
beberapa prinsip yang juga menjadi ciri khas dari penilaian berbasis kelas.
B.
Rumusan Masalah
a.
Apa pengertian dari Penilaian Berbasis Kelas?
b.
Apa saja tujuan dan fungsi PBK?
c.
Bagaimana objek penilaian berbasis kelas?
C.
Tujuan
a.
Untuk mengetahui secara garis besar mengenai penilaian berbasis kelas
b.
Untuk mengetahui lebih matang terhadap tujuan dari penilaian berbasis kelas
c.
Untuk mengetahui apa saja objek kajian PBK
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Penilaian Berbasis Kelas
Penilaian berbasis kelas adalah
penilaian yang dilakukan oleh guru dalam rangka proses pembelajaran. Penilaian
berbasis kelas merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi dan hasil
belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru untuk menetapkan tingkat
pencapaian dan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan.
Dalam implementasi penilaian
berbasis kelas, terdapat unsur-unsur sebagai berikut:
1. Penilaian prestasi belajar (achievment
assesment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui
tingkat pencapaian prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu
sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
2. Penilaian kinerja (performance assesment),
yaitu suatu penilaian yang digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan
keterampilan peserta didik melalui tes penampilan kerja nyata.
3. Penilaian alternatif (alternative
assesment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan sebagai alternatif di
samping teknik penilaian yang lain.
4. Penilaian autentik (authentic assesment),
yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian
kompetensi peserta didik berupa kemampuan nyata, bukan sesuatu yang
dibuat-buat.
5. Penilaian portofolio (portfolio
assesment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui
tingkat pencapaian kompetensi dan perkembangan peserta didik berdasarkan
kumpulan hasil kerja dari waktu ke waktu.
B. Tujuan dan Fungsi Penilaian Berbasis Kelas
Secara
umum semua jenis penilaian berbasis kelas bertujuan untuk menilai hasil belajar
peserta didik di sekolah, mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan
kepada masyarakat, dan untuk mengetahui ketercapaian pendidikan secara umum.
Penilaian berbasis kelas bertujuan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar
peserta didik, mendiagnosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik/
perbaikan proses pembelajaran, penentuan kenaikan kelas; dan memotivasi belajar
peserta didik dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk
melakukan usaha perbaikan.
Fungsi
penilaian berbasis kelas bagi peserta didik dan guru adalah untuk:
1. Membantu peserta didik dalam mewujudkan
dirinya dengan mengubah atau mengembangkan perilakunya ke arah yang lebih baik
2. Membantu peserta didik mendapat kepuasan
atas apa yang dikerjakannya
3. Membantu guru menetapkan apakah strategi,
metode, dan media mengajar yang digunakan telah memadai
4. Membantu guru dalam membuat pertimbangan
dan keputusan administrasi.
C. Objek Penilaian Berbasis Kelas
Sesuai
dengan petunjuk pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang dikeluarkan
oleh Departemen Pendidikan Nasional, maka objek penilaian berbasis kelas adalah
sebagai berikut:
1. Penilaian kompetensi dasar mata
pelajaran, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang
direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik
menyelesaikan suatu aspek mata pelajaran tertentu.
2. Penilaian kompetensi rumpun pelajaran,
yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai-nilai yang direfleksikan dalam
kebiasaan berfikir dan bertindak yang seharusnya dicapai oleh peserta didik
setelah menyelesaikan rumpun pelajaran.
3. Penilaian kompetensi lintas kurikulum,
yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai-nilai yang direfleksikan dalam
kebiasaan berfikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang
hayat dan kecakapan hidup yang harus dicapai oleh peserta didik melalui
pengalaman belajar secara berkesinambungan.
4. Penilaian kompetensi tamatan, yaitu
pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam
kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang
tertentu.
5. Penilaian terhadap pencapaian keterampilan
hidup. Kecakapan hidup yang dimiliki peserta didik melalui berbagai pengalaman
belajar perlu dinilai sejauh mana kesesuaiannya dengan kebutuhan mereka untuk
dapat bertahan dan berkembang dalam kehidupannya di lingkungan keluarga,
sekolah, dan masyarakat. Jenis-jenis kecakapan hidup yang perlu dinilai, antara
lain keterampilan diri, keterampilan berfikir rasional, keterampilan sosial,
keterampilan akademik, keterampilan vokasional.
Domain dan Alat
Penilaian Berbasis Kelas
1. Domain Kognitif, meliputi hal-hal
berikut:
a) Tingkatan hafalan, mencakup kemampuan
menghafal verbal atau menghafal
paraphrase
materi pelajaran berupa fakta, konsep, prinsip, dan prosedur
b) Tingkatan pemahaman, meliputi kemampuan
membandingkan (menunjukkan
persamaan dan perbedaan), mengidentifikasi karakteristik,
menggeneralisasi, dan menyimpulkan.
c) Tingkatan aplikasi, meliputi kemampuan
menerapkan rumus, dalil, atau
prinsip
terhadap kasus-kasus nyata yang terjadi di lapangan.
d) Tingkatan analisis, meliputi kemampuan mengklasifikasi,
menggolongkan,
memerinci,
mengurai suatu objek
e)
Tingkatan sintesis, meliputi kemampuan memadukan berbagai unsure atau
komponen, menyusun, membentuk bangunan, mengarang, melukis, menggambar, dan
sebagainya.
f) Tingakatan evaluasi/ penilaian mencakup
kemampuan menilai terhadap objek
studi
dengan menggunakan kriteria tertentu.
Untuk mengukur
penguasaan kognitif dapat digunakan tes lisan di kelas, tes tertulis, dan
portofolio.
2. Domain Psikomotor
a) Tingakatan penguasaan gerakan awal berisis
kemampuan peserta didik dalam menggerakkan sebagian anggota badan
b) Tingkatan gerakan semi rutin, meliputi
kemampuan melakuakn atau menirukan gerakan yang melibatkan seluruh anggota
badan
c) Tingkatan gerakan rutin, berisi kemampuan
melakukan gerakan secara menyeluruh dengan sempurna dan sampai pada tingkatan
otomatis
Alat penilaian
yang digunakan untuk mengukur domain psikomotor adalah tes penampilan atau
kinerja yang telah dikuasai oleh peserta didik, seperti tes paper and pencil,
tes identifikasi, tes simulasi, dan tes petik kerja.
3. Domain Afektif
Berkenaan
dengan ranah afektif ada dua hal yang harus dinilai. Pertama, kompetensi
afektif yang ingin dicapai dalam pembelajaranb meliputi tingkatan pemberian
respon, apresiasi, penilaian dan internalisasi. Kedua, sikap dan minat peserta
didik terhadap mata pelajaran dan proses pembelajaran. Sikap peserta didik
terhadap pelajaran bisa positif, bisa negative atau netral. Beberapa jenis
skala sikap dapat digunakan, antara lain skala likert, skala Thurstone, skala
perbedaan semantik, skala Bogardus, dan skala Chapin.
Prinsip-prinsip
Penilaian Berbasis Kelas
1.
Valid (tepat).
Dalam prinsip ini, alat ukur yang digunakan dalam penilaian berbasis kelas
harus betul-betul mengukur apa yang hendak diukur.
2.
Mendidik. Di
dalam penilaian berbasis kelas, guru harus dapat memberikan penghargaan,
motivasi dan upaya-upaya mendidik lainnya kepada peserta didik yang berhasil
serta membangkitkan semangat bagi peserta didik yang kurang berhasil.
3.
Berorientasi
pada kompetensi. Semua pendekatan, model, teknik, bentuk, dan format penilaian
berbasis kelas harus diorientasikan pada kompetensi.
4.
Adil dan
objektif. Guru sebagai penilai tetap harus dituntut nberbuat adil dan bersikap
objektif terhadap semua peserta didik.
5.
Terbuka. Sistem
dan hasil penilaian berbasis kelas tidak boleh disembunyikan atau dirahasiakan
oleh guru.
6.
Berkesinambungan.
Penilaian berbasis kelas tidak hanya dilakukan pada akhir kegiatan pembelajaran
saja, tetapi harus dimulai dari awal sampai akhir pembelajaran, terencana, bertahap,
dan berkesinambungan.
7.
Menyeluruh.
Penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik harus dilakukan
secara menyeluruh, utuh dan tuntas, baik yang berkenaan dengan domain kognitif,
afektif namupun psikomotor.
8.
Bermakna.
Penilaian berbasis kelas harus memberikan makna kepada berbagai pihak untuk
melihat tingkat perkembangan penguasaan kompetensi peserta didik sehingga hasil
penilaian dapat ditindaklanjuti, terutama bagi guru, orang tua, dan peserta
didik.
Manfaat hasil
penilaian berbasis kelas
Penilaian
berbasis kelas sangat bermanfaat bagi guru, orang tua, dan peserta didik.Bagi
guru, penilaian berbasis kelas bermanfaat untuk mengetahuib kemajuan dan hasil
belajar peserta didik, mendiaknosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik
untuk perbaikan proses pembelajaran, menentukan kenaikan kelas, dan memotifasi
peserta didik untuk belajar lebih baik. Bagi orang tua, penilaian berbasis
kelas bermanfaat untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan anaknya, peringkat
anaknya dikelas, memberikan bimbingan, dan merangsang orang tua untuk menjalin
komunikasi dengan pihak sekolah dalam rangka perbaikan hasil belajar anaknya.
Bagi peserta didik, penilaian berbasis kelas bermanfaat untuk memantau hasil
pencapaian kompetensi secara utuh, baik yang menyangkut aspek pengetahuan,
keterampilan, sikap, dan lainnya.Pusat kurikulum Balitbang Depdiknas (2000)
dalam dokumen “Kurikulum Berbasis kompetensi” mengemukakan hasil penilaian
berbasis kelas berguna untuk:
1.
Umpan balik
bagi peserta didik agar mengetahui kemampuan dan kekurangannya.
2.
Memantau
kemajuan dan mendiaknosis kemampuan belajar peserta didik
3.
Memberikan
masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajaran di kelas.
4.
Memungkinkan
peserta didik mencapai kompetensi yang telah ditemukan walaupun dengan kecepatan
belajar yang berbeda-beda
5.
Memberikan
informasi yang lebih komunikatif kepada orang tua dan masyarakat tentang
efektifitas pendidikan.
Jenis-jenis
penilaian berbasis kelas
Secara umum
penilaian berbasis kelas antara lain:
1.
Tes Tertulis
Tes tertulis
merupakan alat penilaian berbasis kelas yang penyajian maupun penggunaannya
dalam bentuk tertulis. Tes tertulis dapat diberikan pada saat ulangan harian
dan ulangan umum. bentuk tes tertulis dapat berupa pilihan ganda, menjodohkan,
benar-salah, isian singkat, dan uraian (esay). Tes tertulis biasanya sangat
cocok untuk hampir semua kompetensi yang terdapat dalam kurikulum.
2.
Tes Perbuatan
Tes perbuatan
dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung yang memungkinkan
terjadinya praktek. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku peserta didik pada
saat proses pembelajaran berlangsung.
3.
Pemberian Tugas
Pelaksanaan
pemberian tugas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Banyaknya tugas satu mata pelajaran diusahakan agar tidak
memberatkan peserta didik.
Jenis dan
materi pemberian tugas harus didasarkan kepada tujuan pemberian tugas yaitu
untuk melatih peserta didik menerapkan atau menggunkan hasil pembelajarannya
dan memperkaya wawasan pengetahuannya
Diupayakan
pemberian tugas dapat mengembangkan kreatifitas dan rasa tanggung jawab serta
kemandirian
4.
Penilaian
Proyek
Penilaian
proyek adalah penilaian berbasis kelas terhadap tugas yang harus diselesaikan
dalam waktu tertentu. Penilaian proyek dilakukan mulai dari pengumpulan,
pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data.
5.
Penilaian
produk
Adalah
penilaian berbasis kelas terhadap penguasaan keterampilan peserta didik dalam
membuat suatu produk (proses) dan penilaian kwalitas hasil kerja peserta didik
(produk) tertentu.
Pelaksanaan
penilaian produk meliputi penilaian berbasis kelas terhadap tahapan-tahapan
sebagai berikut:
a.
Tahap
persiapan. Menilai keterampilan merencanakan, merancang, mengali, atau
mengembangkan ide.
b.
Tahap produksi.
Menilai kemampuan memilih dan menggunakan bahan, alat, dan teknik kerja.
c.
Tahap penilaian
(Appraisal)
6.
Penilaian Sikap
Penialaian
sikap dalam berbagai mata pelajaran secara umum dapat dilakukan berkaitan
dengan berbagai objek, sikap antara lain:
a)
Sikap terhadap
mata pelajaran
b)
Sikap terhadap
guru mata pelajaran
c)
Sikap terhadap
proses pembelajaran
d)
Sikap terhadap
materi pembelajaran
e)
Sikap
berhubungan dengan nilai-nilai yang ingin di tanamkan dalam diri peserta didik
melalui materi tertentu
Pengukuran
sikap dapat dilakukan dengan berbagai cara:
a.
Observasi
perilaku
b.
Pertanyaan
langsung
c.
Laporan pribadi
d.
Penggunaan
skala sikap
7.
Penilaian
Portofolio
Penilaian
portofolio merupakan penilaian berbasisi kelas terhadap sekumpulan karya
peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil
selama proses pembelajaran dalam kurun waktu, digunakan oleh guru dan peserta
didika untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta
didi dalam mata pelajaran tertentu.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Disebut penilaian berbasis kelas karena proses penilaiannya
dilakukan selama proses pembelajaran. Bentuk penilaiannya integral dalam
kegiatan pembelajaran. Penilaian berbasis kelas merupakan suatu kegiatan guru
yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau
hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Penilaian
berbasis kelas merupakan bagian integral dalam proses pembelajaran yang
dilakukan sebagai proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi yang menyeluruh
tentang hasil belajar yang diperoleh siswa untuk menetapkan tingkat pencapaian
dan penguasaan kompetensi seperti yang ditentukan dalam kurikulum dan sebagai
umpan balik untuk perbaikan proses pembelajaran. Dengan demikian, penilaian
berbasis kelas lebih berorientasi pada proses, dan bukan hasil.
DAFTAR PUSTAKA
Surapranata Sumarna dan Muhammad Hatta.2004.Penilaian Portofolio.Bandung: Remaja Rosdakarya
Zainal Arifin.2012.Evaluasi Pembelajaran.Bandung:
Remaja Rosdakarya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar