Minggu, 24 Mei 2020

MAKALAH EVALUASI PENDIDIKAN - PAI - (Konsep Penilaian Berbasis Kelas)


Konsep Penilaian Berbasis Kelas

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Matakuliah Evaluasi PAI II
 Dosen Pembimbing : Dr. Popi Puadah

 
Disusun Oleh:
Wafa’ Nur ‘Azizah - 201402862080096


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM ATTAHIRIYAH
JAKARTA 2017





Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan banyak nikmat kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan usaha dan kesungguhan. Sholawat dan salam tidak lupa kita haturkan kepada qudwah dan suri tauladan kita Rasulullah SAW, semoga kelak diyaumil akhir kita mendapat syafaat dari beliau sehingga bisa menapaki surgaNya sehingga bisa duduk bermajelis bersamanya.
Tidak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing matakuliah pengelolaan pengajaran II, yaitu Bu Popi dan kepada Pak Zein yang sudah membantu untuk menggantikan sementara dalam matakuliah ini Jazaakumullah Ahsanal Jazaa, sehingga kami tidak mengulang  disemester berikutnya.
Dengan makalah yang saya buat seperti ini, berharap kepada teman-teman untuk mudah di mengerti. Dan saya menyadari bahwa makalah yang saya buat tidaklah sempurna, untuk itu kritik dan saran untuk membangun motivasi saya untuk belajar kembali sangat diharapkan dari teman-teman.

                                                                                                Jakarta,  Juli 2017


                                                                                                Wafa’ Nur ‘Azizah





DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..................................................................................... ..       i
Daftar Isi ................................................................................................        ii

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ...........................................................................        1
B.     Rumusan Masalah ......................................................................        1
C.     Tujuan ........................................................................................        1

BAB II PEMBAHASAN
1.      Pengertian PBK ..........................................................................        2
2.      Tujuan PBK ...............................................................................        3
3.      Objek PBK..................................................................................        3

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ................................................................................        10

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................        11







BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Secara umum, penilaian berbasis kelas bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik dan memperbaiki program dan kegiatan pembelajaran. Oleh karena penilaian berbasis kelas lebih menitik beratkan penilaian proses, makanya kompetensi peserta didik dapat diukur dan diamati secara ril dan otentik. Dengan begitu, terjadi penghargaan terhadap capaian kompetensi setiap peserta didik. Hasil capaian pembelajaran peserta didik tentunya menjadi barometer pencapaian program pembelajaran. Baik atai buruknya pencapaian kompetensi peserta didik menjadi dasar penyempurnaan atau perbaikan program dan proses pembelajaran. Dalam implementasinya, penilaian berbasis kelas harus memenuhi beberapa prinsip yang juga menjadi ciri khas dari penilaian berbasis kelas.

B.  Rumusan Masalah
a.       Apa pengertian dari Penilaian Berbasis Kelas?
b.      Apa saja tujuan dan fungsi PBK?
c.       Bagaimana objek penilaian berbasis kelas?

C.  Tujuan
a.       Untuk mengetahui secara garis besar mengenai penilaian berbasis kelas
b.      Untuk mengetahui lebih matang terhadap tujuan dari penilaian berbasis kelas
c.       Untuk mengetahui apa saja objek kajian PBK







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Penilaian Berbasis Kelas
             Penilaian berbasis kelas adalah penilaian yang dilakukan oleh guru dalam rangka proses pembelajaran. Penilaian berbasis kelas merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru untuk menetapkan tingkat pencapaian dan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
             Dalam implementasi penilaian berbasis kelas, terdapat unsur-unsur sebagai berikut:
1.      Penilaian prestasi belajar (achievment assesment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
2.      Penilaian kinerja (performance assesment), yaitu suatu penilaian yang digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan keterampilan peserta didik melalui tes penampilan kerja nyata.
3.      Penilaian alternatif (alternative assesment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan sebagai alternatif di samping teknik penilaian yang lain.
4.      Penilaian autentik (authentic assesment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi peserta didik berupa kemampuan nyata, bukan sesuatu yang dibuat-buat.
5.      Penilaian portofolio (portfolio assesment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi dan perkembangan peserta didik berdasarkan kumpulan hasil kerja dari waktu ke waktu.


B.  Tujuan dan Fungsi Penilaian Berbasis Kelas
Secara umum semua jenis penilaian berbasis kelas bertujuan untuk menilai hasil belajar peserta didik di sekolah, mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat, dan untuk mengetahui ketercapaian pendidikan secara umum. Penilaian berbasis kelas bertujuan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik/ perbaikan proses pembelajaran, penentuan kenaikan kelas; dan memotivasi belajar peserta didik dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan.
Fungsi penilaian berbasis kelas bagi peserta didik dan guru adalah untuk:
1.      Membantu peserta didik dalam mewujudkan dirinya dengan mengubah atau mengembangkan perilakunya ke arah yang lebih baik
2.     Membantu peserta didik mendapat kepuasan atas apa yang dikerjakannya
3.     Membantu guru menetapkan apakah strategi, metode, dan media mengajar yang digunakan telah memadai
4.     Membantu guru dalam membuat pertimbangan dan keputusan administrasi.


C.    Objek Penilaian Berbasis Kelas
Sesuai dengan petunjuk pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, maka objek penilaian berbasis kelas adalah sebagai berikut:
1.      Penilaian kompetensi dasar mata pelajaran, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan suatu aspek mata pelajaran tertentu.
2.      Penilaian kompetensi rumpun pelajaran, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang seharusnya dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan rumpun pelajaran.
3.      Penilaian kompetensi lintas kurikulum, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan kecakapan hidup yang harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar secara berkesinambungan.
4.      Penilaian kompetensi tamatan, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang tertentu.
5.      Penilaian terhadap pencapaian keterampilan hidup. Kecakapan hidup yang dimiliki peserta didik melalui berbagai pengalaman belajar perlu dinilai sejauh mana kesesuaiannya dengan kebutuhan mereka untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kehidupannya di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Jenis-jenis kecakapan hidup yang perlu dinilai, antara lain keterampilan diri, keterampilan berfikir rasional, keterampilan sosial, keterampilan akademik, keterampilan vokasional.

Domain dan Alat Penilaian Berbasis Kelas
1.      Domain Kognitif, meliputi hal-hal berikut:
a)      Tingkatan hafalan, mencakup kemampuan menghafal verbal atau menghafal
paraphrase materi pelajaran berupa fakta, konsep, prinsip, dan prosedur
b)      Tingkatan pemahaman, meliputi kemampuan membandingkan (menunjukkan
persamaan dan perbedaan), mengidentifikasi karakteristik, menggeneralisasi, dan menyimpulkan.
c)      Tingkatan aplikasi, meliputi kemampuan menerapkan rumus, dalil, atau
prinsip terhadap kasus-kasus nyata yang terjadi di lapangan.
d)     Tingkatan analisis, meliputi kemampuan mengklasifikasi, menggolongkan,
memerinci, mengurai suatu objek
e)    Tingkatan sintesis, meliputi kemampuan memadukan berbagai unsure atau komponen, menyusun, membentuk bangunan, mengarang, melukis, menggambar, dan sebagainya.
f)       Tingakatan evaluasi/ penilaian mencakup kemampuan menilai terhadap objek
studi dengan menggunakan kriteria tertentu.
Untuk mengukur penguasaan kognitif dapat digunakan tes lisan di kelas, tes tertulis, dan portofolio.

2.      Domain Psikomotor
a)    Tingakatan penguasaan gerakan awal berisis kemampuan peserta didik dalam menggerakkan sebagian anggota badan
b)     Tingkatan gerakan semi rutin, meliputi kemampuan melakuakn atau menirukan gerakan yang melibatkan seluruh anggota badan
c)  Tingkatan gerakan rutin, berisi kemampuan melakukan gerakan secara menyeluruh dengan sempurna dan sampai pada tingkatan otomatis
Alat penilaian yang digunakan untuk mengukur domain psikomotor adalah tes penampilan atau kinerja yang telah dikuasai oleh peserta didik, seperti tes paper and pencil, tes identifikasi, tes simulasi, dan tes petik kerja.

3.      Domain Afektif
Berkenaan dengan ranah afektif ada dua hal yang harus dinilai. Pertama, kompetensi afektif yang ingin dicapai dalam pembelajaranb meliputi tingkatan pemberian respon, apresiasi, penilaian dan internalisasi. Kedua, sikap dan minat peserta didik terhadap mata pelajaran dan proses pembelajaran. Sikap peserta didik terhadap pelajaran bisa positif, bisa negative atau netral. Beberapa jenis skala sikap dapat digunakan, antara lain skala likert, skala Thurstone, skala perbedaan semantik, skala Bogardus, dan skala Chapin.

Prinsip-prinsip Penilaian Berbasis Kelas
1.    Valid (tepat). Dalam prinsip ini, alat ukur yang digunakan dalam penilaian berbasis kelas harus betul-betul mengukur apa yang hendak diukur.
2.    Mendidik. Di dalam penilaian berbasis kelas, guru harus dapat memberikan penghargaan, motivasi dan upaya-upaya mendidik lainnya kepada peserta didik yang berhasil serta membangkitkan semangat bagi peserta didik yang kurang berhasil.
3.    Berorientasi pada kompetensi. Semua pendekatan, model, teknik, bentuk, dan format penilaian berbasis kelas harus diorientasikan pada kompetensi.
4.    Adil dan objektif. Guru sebagai penilai tetap harus dituntut nberbuat adil dan bersikap objektif terhadap semua peserta didik.
5.    Terbuka. Sistem dan hasil penilaian berbasis kelas tidak boleh disembunyikan atau dirahasiakan oleh guru.
6.    Berkesinambungan. Penilaian berbasis kelas tidak hanya dilakukan pada akhir kegiatan pembelajaran saja, tetapi harus dimulai dari awal sampai akhir pembelajaran, terencana, bertahap, dan berkesinambungan.
7.    Menyeluruh. Penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik harus dilakukan secara menyeluruh, utuh dan tuntas, baik yang berkenaan dengan domain kognitif, afektif namupun psikomotor.
8.    Bermakna. Penilaian berbasis kelas harus memberikan makna kepada berbagai pihak untuk melihat tingkat perkembangan penguasaan kompetensi peserta didik sehingga hasil penilaian dapat ditindaklanjuti, terutama bagi guru, orang tua, dan peserta didik.

Manfaat hasil penilaian berbasis kelas
Penilaian berbasis kelas sangat bermanfaat bagi guru, orang tua, dan peserta didik.Bagi guru, penilaian berbasis kelas bermanfaat untuk mengetahuib kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiaknosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik untuk perbaikan proses pembelajaran, menentukan kenaikan kelas, dan memotifasi peserta didik untuk belajar lebih baik. Bagi orang tua, penilaian berbasis kelas bermanfaat untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan anaknya, peringkat anaknya dikelas, memberikan bimbingan, dan merangsang orang tua untuk menjalin komunikasi dengan pihak sekolah dalam rangka perbaikan hasil belajar anaknya. Bagi peserta didik, penilaian berbasis kelas bermanfaat untuk memantau hasil pencapaian kompetensi secara utuh, baik yang menyangkut aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan lainnya.Pusat kurikulum Balitbang Depdiknas (2000) dalam dokumen “Kurikulum Berbasis kompetensi” mengemukakan hasil penilaian berbasis kelas berguna untuk:
1.    Umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kemampuan dan kekurangannya.
2.    Memantau kemajuan dan mendiaknosis kemampuan belajar peserta didik
3.    Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajaran di kelas.
4.    Memungkinkan peserta didik mencapai kompetensi yang telah ditemukan walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda
5.    Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada orang tua dan masyarakat tentang efektifitas pendidikan.

Jenis-jenis penilaian berbasis kelas
Secara umum penilaian berbasis kelas antara lain:
1.            Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan alat penilaian berbasis kelas yang penyajian maupun penggunaannya dalam bentuk tertulis. Tes tertulis dapat diberikan pada saat ulangan harian dan ulangan umum. bentuk tes tertulis dapat berupa pilihan ganda, menjodohkan, benar-salah, isian singkat, dan uraian (esay). Tes tertulis biasanya sangat cocok untuk hampir semua kompetensi yang terdapat dalam kurikulum.
2.            Tes Perbuatan
Tes perbuatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung yang memungkinkan terjadinya praktek. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung.
3.            Pemberian Tugas
Pelaksanaan pemberian tugas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Banyaknya tugas satu mata pelajaran diusahakan agar tidak memberatkan peserta didik.
Jenis dan materi pemberian tugas harus didasarkan kepada tujuan pemberian tugas yaitu untuk melatih peserta didik menerapkan atau menggunkan hasil pembelajarannya dan memperkaya wawasan pengetahuannya
Diupayakan pemberian tugas dapat mengembangkan kreatifitas dan rasa tanggung jawab serta kemandirian

4.            Penilaian Proyek
Penilaian proyek adalah penilaian berbasis kelas terhadap tugas yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Penilaian proyek dilakukan mulai dari pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data.
5.            Penilaian produk
Adalah penilaian berbasis kelas terhadap penguasaan keterampilan peserta didik dalam membuat suatu produk (proses) dan penilaian kwalitas hasil kerja peserta didik (produk) tertentu.
Pelaksanaan penilaian produk meliputi penilaian berbasis kelas terhadap tahapan-tahapan sebagai berikut:
a.    Tahap persiapan. Menilai keterampilan merencanakan, merancang, mengali, atau mengembangkan ide.
b.    Tahap produksi. Menilai kemampuan memilih dan menggunakan bahan, alat, dan teknik kerja.
c.    Tahap penilaian (Appraisal)
6.            Penilaian Sikap
Penialaian sikap dalam berbagai mata pelajaran secara umum dapat dilakukan berkaitan dengan berbagai objek, sikap antara lain:
a)    Sikap terhadap mata pelajaran
b)   Sikap terhadap guru mata pelajaran
c)    Sikap terhadap proses pembelajaran
d)   Sikap terhadap materi pembelajaran
e)    Sikap berhubungan dengan nilai-nilai yang ingin di tanamkan dalam diri peserta didik melalui materi tertentu

Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan berbagai cara:
a.              Observasi perilaku
b.              Pertanyaan langsung
c.              Laporan pribadi
d.              Penggunaan skala sikap

7.            Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berbasisi kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu, digunakan oleh guru dan peserta didika untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didi dalam mata pelajaran tertentu.








BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Disebut penilaian berbasis kelas karena proses penilaiannya dilakukan selama proses pembelajaran. Bentuk penilaiannya integral dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian berbasis kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Penilaian berbasis kelas merupakan bagian integral dalam proses pembelajaran yang dilakukan sebagai proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi yang menyeluruh tentang hasil belajar yang diperoleh siswa untuk menetapkan tingkat pencapaian dan penguasaan kompetensi seperti yang ditentukan dalam kurikulum dan sebagai umpan balik untuk perbaikan proses pembelajaran. Dengan demikian, penilaian berbasis kelas lebih berorientasi pada proses, dan bukan hasil.









DAFTAR PUSTAKA

Surapranata Sumarna dan Muhammad Hatta.2004.Penilaian Portofolio.Bandung: Remaja Rosdakarya
Zainal Arifin.2012.Evaluasi Pembelajaran.Bandung: Remaja Rosdakarya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN KKL ( KULIAH KERJA LAPANGAN ) FAI UNIAT (Universitas Islam Attahiriyah)

https://drive.google.com/folderview?id=1QsYXAAC12ZFAC3ZtvdvvHF_AnsawW8n5