DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN AGAMA
Dosen
Pengampu: Syamsuri, M.Pd
Disusun
Kelompok 2 :
1.
Muhammad
Ngasomudin
2.
Rismawati
3.
Aida
Makbulloh
4.
Ahmad
Fikri
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM ATTAHIRIYAH
JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur marilah kita
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani dan
rohani sehingga kita masih tetap bisa menikmati indahnya alam ciptaan-Nya.
Sholawat dan salam tetaplah kita curahkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw.
Berkat limpahan dan rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan tugas makalah ini
guna memenuhi tugas mata kuliah Agama Islam.
Penulis disini akhirnya dapat merasa
sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang kami beri judul Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama
sebagai tugas mata Agama Islam. Dalam makalah ini kami mencoba untuk
menjelaskan tentang Konsepsi Agama,
Klasifikasi Agama, Konsepsi Islam, dan Fungsi dan Peran Agama.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri
maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata yang kurang berkenan. Sesungguhnya kritik dan saran sangat kami
butuhkan guna memperbaiki karya- karya kami dilain waktu.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Agama
yang hadir dalam sejarah peradaban manusia tidak hanya berorientasi kepada
Tuhan (spiritual) namun juga berorientasi dalam kehidupan bermasyarakat. Memang
harus diakui tidak sedikit pemeluk agama meningkatkan kehidupan
spiritualitasnya masing-masing. Tetapi pada sisi lain, kegiatan itu seolah-olah
terpisah dari kehidupan bersama dalam masyarakat. Padahal sejak semula para
pendiri agama tidak memisahkan kehidupan spiritualnya dengan masyarakat.
Maka dalam makalah ini kami mencoba
menyajikan pembahasan tentang Konsepsi Agama,Klasifikasi Agama, Konsepsi
Islam,dan Fungsi serta Peran Agama.
B.
Rumusan Masalah
1.
Konsepsi Agama
2.
Klasifikasi Agama
3.
Konsepsi Islam
4. Fungsi dan Peran Agama
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsepsi Agama
Secara etimologi kata agama berasal dari bahasa sansekerta, agama
itu berasal dari gabungan kata a yang berarti tidak dan gama
yang berarti kacau, jadi agama diartikan sebagai sesuatu yang apabila
manusia berpegang kepada hal itu hidupnya akan selalu berada dalam kebenaran,
teratur dan berakhir dengan baik atau dengan kata lain hidup manusia tersebut
akan terasa bahagia.
Agama merupakan hal pokok yang harus dimiliki
oleh setiap manusia. Kepercayaan terhadap dzat yang menciptakan harus sudah
ditanamkan sejak dini ketika manusia mulai mengenal benda-benda yang ada di
alam ini. Hal ini agar keseimbangan dalam diri manusia bisa tercipta, bisa
dibayangkan bagaimana manusia akan hidup secara benar tanpa ada sesuatu yang
mengatur dan memberikan bimbingan kepada manusia dalam menempuh kehidupan ini.
Tidak sedikit manusia yang cerdas dan berhasil
dalam menjalani hidup di dunia tetapi keberhasilannya tidak memberikan
kebahagiaan, dia tidak mendapatkan kepuasan dengan segala macam yang telah dia
capai dan peroleh, malah banyak sekali yang hidupnya berakhir secara tragis
seperti misalnya orang-orang yang menganut faham komunis, kapitalis dan
liberalis yang hanya mementingkan kesenangan hidup di dunia, bagi mereka agama
sudah menjadi sesuatu yang asing dan tidak ada artinya sama sekali.
Disinilah, bagaimana peran agama sangatlah
penting bagi manusia. Bukan sekedar penghias bibir dan tren belaka, namun lebih
dari itu agama merupakan pandangan hidup bagi manusia yang menginginkan
perjalanan hidupnya berakhir dengan baik. Sebab agama merupakan hukum yang
mengatur segala macam pokok persoalan baik yang menyangkut hubungan antara
makhluk dengan sesama makhluk maupun hubungan antar makhluk dengan Penciptanya.
Agama yang dianut oleh manusia yang hidup di atas
bumi ini sangat banyak sekali, mulai dari agama buah karya manusia yang sering
disebut dengan istilah agama ardhi sampai agama yang memang di bawa oleh
manusia utusan Allah SWT. atau lebih sering disebut dengan agama samawi.
Jadi, jelaslah bahwa pada hakekatnya manusia
ingin ada yang mengatur dan juga memerlukan adanya aturan, untuk itu berarti
peran agama disini sangatlah penting karena manusia dibatasi oleh
tugas-tugasnya dan juga oleh tabiatnya.
B.
Klasifikasi Agama
Jauh sebelum tersiarnya agama Islam,
yaitu menjelang pertengahan abad ke enam Masehi, dunia dikuasai oleh dua Negara
besar yaitu Romawi di Barat dan Persia di timur. Bangsa-bangsa yang berada
dalam kekuasaan kedua Negara tersebut pada umumnya mengalami kemerosotan moral,
akhlak dan sosial.Saat itu dunia berada dalam kegelapan dan merebaknya tahayul
dan khufarat yang merusak kehidupan ruhaniyah dan keagaamaan manusia pada
umumnya. Bahkan kaum fir’aun menganut agama Mesir kuno dengan inti
ajarannya sebagai berikut :
1.
Mereka menganggap sungai Niil sebagai Tuhan.
2.
Mereka mempersembahkan tumbal ke sungai Niil setiap bulan purnama dengan
mengorbankan seekor binatang.
3.
Mereka menggunakan sesajen dalam mengiringi tumbal disungai Niil.
4.
Mereka menganggap matahari sebagai Dewa (Ra) Dewa tertinggi.
Maka dari itu
Allah SWT menjawab penyimpangan yang terjadi dengan mengutus Rasul-Rasul-Nya
untuk mengubah dunia gelap gulita tersebut.
Berikut ini klasifikasi agama yang ada di dunia :
1.
Klasifikasi Agama ditinjau dari segi penyebaran nya
a)
Agama Universal
Merupakan agama-agama yang
"besar" dan mempunyai minat untuk menyebarkan ajaran untuk
keseluruhan umat Manusia. Sasaran agama
jenis ini adalah kesemua manusia tanpa mengira kaum dan bangsa. Contohnya:
Agama Islam, Kristian dan Buddha.
b)
Agama Folk
Merupakan agama yang kecil dan tidak
mempunyai sifat dakwah seperti agama universal. Amalannya hanya terhadap kepada
etnik tertentu. Contohnya: Agama Rakyat China/Taoisme dan agama Sikh
2.
Klasifikasi Agama ditinjau dari segi sumber nya
a)
Agama Wahyu (revelead religion)
Agama wahyu (revealed religion) disebut juga dengan agama langit, agama
samawi, agama profetis yang artinya agama yang diterima oleh manusia dari Allah
sang pencipta melalui malaikat jibril dan disampaikan serta disebarkan oleh
Rasul-Nya kepada umat manusia.
b) Agama Budaya
Disebut juga dengan agama bumi yang artinya bersandar semata-mata
kepada ajaran seorang manusia yang dianggap memiliki pengetahuan tentang
kehidupan dalam berbagai aspeknya secara mendalam.
C.
Konsepsi Islam
Islam secara
ilmu etimolgi berasal dari bahasa arab aslama-yuslimu yang berarti
berserah diri, patuh, taat dan tunduk. Kata islam juga berasal dari kata aslim
artinya perdamaian, kerukunan dan keamanan. Islam juga di ambil dari kata
salimun artinya suci dan bersih.
Ciri-ciri agama islam ada dua, yaitu :
1.
Agama Fitrah
Agama fitrah
artinya agama islam ini merupakan agama yang suci sebagaimana hati nurani
manusia yang suci dan bersih. Semuanya manusdia mempunyai hati nuraniu dan hati
nurani selalu suci karena kesuciaannya tidak pernah salah atau keliru apalagi
sampai berdusta atau berbohong. Setiap hati nurani manusia, pada hakikatnya
selalu mengatakan agama yang benar dan suci hanyalah agama islam. Islam sangat
melarang bahkan mengharamkan setiap perbuatan dosa apalagi sampai ingkar kepada
Alloh. Maka hati nuranipun juga sama.
2.
Agama Tauhid
Agama tauhid
dalam arti bahwa semua pemeluk agama islam mengkaji keesaan Alloh bahawa Tuhan
mereka hanya satu yaitu Alloh SWT. Oleh karena itu, semua yang beragama islam
di wajibkan untuk percaya kepada Alloh SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang
mnenciptakan kita, yang member rezeki kepada kita, yang memberi berbagai
kenikmatan serta anugrahnya dan mematikan kita.
Menurut Yusuf
Qardawi, agama islam mempunyai beberapa ciri khusus antara lain :
1.
Rabaniyyah
Rabaniyyah
adalah agama yang tujuan akhirnya berhubungan baik dengan Alloh. Tujuan dan
mengharapkan ridho_Nya. Seorang muslim yang orientasi hidupnya hanya
mnendekatkan diri kepada Alloh, tunduk dan patuh hyanya kepada Alloh dan hanya
mengharapkan ridlo_Nya semata di sebut manusia Robbani.
2.
Insaniyyah
Insaniyyah
adalah agama yang sesuai dengan jiwa manusia. Semua perintah dan larangan_Nya
bermanfaat untuk dirinya sendiri . Jadi islam sangat menekankan kemanusiaan.
3.
Syumuliyyah
Syumiliyyah
adalah agama yang berlaku secara universal. Artinya agama yang berlaku bagi
semua zaman, semua kehidupan dan semua tempat. Dapat di terima oleh semua
manusia di dunia sampai akhir masa.
4.
Wasatiyyah
Wasatiyyah
adalah agama yang bersifat moderat. Agama yang mengajarkan pada pemeluknya agar
tidak condong pada kehidupan materi saja akan tetapi dapat memperhatikan
keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat, spiritual dan material.
Pokok Ajaran Islam sebagaimana yang telah
diketahui bahwa ajaran Islam ini adalah ajaran yang paling sempurna, karena
memang semuanya ada dalam Islam, mulai dari urusan buang air besar sampai
urusan negara, Islam telah memberikan petunjuk di dalam QS. Al-Maidah ayat 3:
ôMtBÌhãm
ãNä3øn=tæ èptGøyJø9$#
ãP¤$!$#ur ãNøtm:ur
ÍÌYÏø:$# !$tBur
¨@Ïdé& ÎötóÏ9
«!$# ¾ÏmÎ/ èps)ÏZy÷ZßJø9$#ur
äosqè%öqyJø9$#ur
èptÏjutIßJø9$#ur èpysÏܨZ9$#ur !$tBur
@x.r& ßìç7¡¡9$# wÎ)
$tB
÷Läêø©.s $tBur yxÎ/è
n?tã
É=ÝÁZ9$# br&ur (#qßJÅ¡ø)tFó¡s? ÉO»s9øF{$$Î/
4
öNä3Ï9ºs î,ó¡Ïù
3
tPöquø9$# }§Í³t
tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. `ÏB öNä3ÏZÏ
xsù öNèdöqt±ørB
Èböqt±÷z$#ur 4 tPöquø9$#
àMù=yJø.r& öNä3s9
öNä3oYÏ àMôJoÿøCr&ur
öNä3øn=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMÅÊuur ãNä3s9
zN»n=óM}$# $YYÏ 4 Ç`yJsù
§äÜôÊ$# Îû >p|ÁuKøxC
uöxî 7#ÏR$yftGãB 5OøO\b}
¨bÎ*sù ©!$#
Öqàÿxî
ÒOÏm§ ÇÌÈ
Artinya: “diharamkan bagimu (memakan)
bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain
Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam
binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu)
yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak
panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini
orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu
janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan
telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena
kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.”
D.
Fungsi dan Peran Agama
Fungsi dan
peranan Agama untuk kehidupan terkadang dianggap sepele oleh sebagian
orang. Manusia memerlukan agama di dalam hidupnya, karena didalam agama
terdapat beberapa peranan penting seperti pemahaman tentang psikologi, antar
sosial, lalu tetang kemanusiaan dan juga dapat mengetahui bagaimana
terbentuknya manusia.
Fungsi dari
agama ialah sebagai pencapai tujuan luhur manusia di dunia ini, dan juga
cita-cita dari setiap manusia untuk mendapatkan kesejahteraan lahir serta
batin. Kita bisa melihat fungsi dari agama didalam al-qur’an dan di dalam kitab
lainnya.
Secara umum,
setiap agama memiliki watak transformatif. Ia akan berusaha menanamkan
nilai-nilai pemahaman baru serta berusaha mengganti nilai-nilai agama lama yang
bertentangan dengan keyakinan mereka. Inilah beberapa peranan penting agama
untuk kehidupan :
- Agama dapat memberikan paradigma tentang
hubungan antara tuhan dengan manusia, karena setiap manusia tidak akan
bisa hidup sendiri jika tidak ada tuhan yang berperan di dalam
kehidupannya.
- Manusia tidak tahu bagaimana mereka
tercipta, bahkan dari segi sains juga tidak bisa bisa menjelaskan jika
tidak gama sebegai acuan.
- Agama dapat menjadi pandangan dunia
tentang hal-hal yang berkaitan dengan budaya dan karakter manusia. Dan
agama juga menjadi penerang bagi siapa saja agar dapat mengenal isi dunia
beserta kedudukan manusia di dunia.
- Peranan selanjutnya ialah agama merupakan
sumber moral bagi setiap orang, dan agama merupakan penyempurna akhlak
- Agama mempunyai peranan yang amat penting
agar kita bisa menjadi makhluk sosial yang saling menghargai. Sistem agama
memunculkan suatu kepercayaan serta keyakinan yang sama, dan memperkuat
fungsi peranan sosial kepada sesuatu kelompok manusia.
- Jika di lihat dari segi hal
mistis, agama sebagai penguat manusia agar terhindar dari berbagai godaan,
salah satunya godaan setan.
- Dari segi ilmu pengetahuan,
agama juga berfungsi sebagai pengarah agar kita menjadi orang baik dan
melarang segala sesuatu yang membuat kita sakit.
Ini dia fungsi dan peranan Agama untuk
kehidupan. Itu semua merupakan fungsi minimal yang bisa didapatkan dari agama
untuk kehidupan manusia. Agama menjadi kebutuhan esensial makhluk hidup.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Agama adalah merupakan fitrah manusia, yang pada dasarnya setiap
manusia itu senidir memang butuh aturan-aturan atau petunjuk agar bisa hidup
secara benar, disinilah peran dan fungsi dari agama.
Agama islam memiliki dua ciri, yaitu agama fitrah dan agama tauhid.
agama fitrah artinya agama islam ini merupakan agama yang suci sebagaimana hati
nurani manusia yang suci dan bersih, sedangkan agama tauhid dalam arti bahwa
semua pemeluk agama islam mengkaji keesaan Alloh bahawa Tuhan mereka hanya satu
yaitu Alloh SWT. Oleh karena itu, semua yang beragama islam di wajibkan untuk
percaya kepada Alloh SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang mnenciptakan
kita.
DAFTAR PUSTAKA
Abuddin Nata. Metode Studi Islam, Raja wali Press,
Jakarta: 2006
Aflatun Muchtar. Tunduk Kepada Allah Fungsi Dan Peran Agama Dalam Kehidupan Manusia, Khazanah Baru, Jakarta: 2001
Aflatun Muchtar. Tunduk Kepada Allah Fungsi Dan Peran Agama Dalam Kehidupan Manusia, Khazanah Baru, Jakarta: 2001
Qordawi, Yusuf.
Karakteristik Islam, Risalah Gusti, Surabaya: 1996

Tidak ada komentar:
Posting Komentar