BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Metode
penelitian kualitatif secara luas telah digunakan dalam berbagai penelitian
sosial termasuk sosiologi. Terdapat beberapa kesimpangsiuran dalam memahami
metode kualitatif yang seringkali dianggap sebagai pelengkap dari metode
kuantitatif. Penelitian pustaka ini ingin mendiskusikan beragam isu terkait
dengan kelebihan dan kekurangan dalam metode penelitian kualitatif. Kami
menyimpulkan bahwa metode kualitatif secara potensial dapat berguna dalam
menyumbangkan pembangunan teori-teori ilmu sosial serta metodologi dalam
konteks ke-Indonesiaan. Lebih dari itu, penggunaan metode penelitian kualitatif
dapat membawa ilmu sosial khususnya sosiologi di Indonesia berada dalam posisi
setara dalam dialog peradaban dengan sesama komunitas akademik di Barat.
B.
Rumusan Masalah
1.
Pendekatan
Kualitatif ( Interaktif, Non Interaktif)
2.
Tehnik
Penelitian Kualitatif
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami Pendekatan Kualitatif ( Interaktif,
Non Interaktif)
2. Untuk mengetahui dan memahami Tehnik Penelitian Kualitatif
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pendekatan
Kualitatif ( Interaktif, Non Interaktif)
1.
Pendekatan
Kualitatif
Penelitian Kualitatif adalah
penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses
dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus
penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga
bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai
bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran
landasan teori dalampenelitian
kuantitatif dengan penelitian kualitatif.
Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan
atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif
peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan
penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Penelitian kualitatif jauh lebih
subyektif daripada penelitian atau survei
kuantitatif dan menggunakan metode sangat
berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan
wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini
adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah
relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam.
Penelitian kualitatif (qualitative research) adalah suatu
penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena,
peristiwa, aktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang
secara individual maupun kelompok.
Penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu
pertama, menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) dan keduan
menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). Kebanyakan penelitian
kualitatif bersifat deskriptif dan eksplanatori.
Metode
kualitatif secara garis besar dibedakan dalam dua macam, kualitatif interaktif
dan non interaktif.:
a. Metode kualitatif interaktif,
Merupakan studi yang mendalam menggunakan teknik
pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnya.
b. Metode non Interaktif
Penelitian noninteraktif (non interactive inquiry)
disebut juga penelitian analitis, mengadakan pengkajian berdasarkan analisis
dokumen. Peneliti menghimpun, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengadakan
sintesis data, untuk kemudian memberikan interpretasi terhadap konsep,
kebijakan, peristiwa yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat diamati.
Minimal ada 3 macam penelitian analitis atau studi
noninteraktif, yaitu analisis : konsep, historis, dan kebijakan. Analisis
konsep, merupakan kajian atau analisis terhadap konsep-konsep penting yang
diinterpretasikan pengguna atau pelaksana secara beragam sehingga banyak
menimbulkan kebingungan, umpamanya : cara belajar aktif, kurikulum berbasis
kompetensi dll.
B.
Tehnik
Penelitian Kualitatif
Ada lima ciri pokok karakteristik metode
penelitian kualitatif yaitu:
1. Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber
data
Penelitian kualitatif menggunakan lingkungan
alamiah sebagai sumber data. Peristiwa-peristiwa
yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian
kualitatif. Peneliti pergi ke lokasi tersebut, memahami dan mempelajari
situasi. Studi dilakukan pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian.
Peneliti mengamati, mencatat, bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya
dengan peristiwa yang terjadi saat itu. Hasil-hasil yang diperoleh pada saat
itu segera disusun saat itu pula. Apa yang diamati pada dasarnya tidak lepas
dari konteks lingkungan di mana tingkah laku berlangsung.
2. Memiliki sifat deskriptif analitik
Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif
analitik. Data yang
diperoleh seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis
dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak
dituangkan dalam bentuk dan angka-angka. Peneliti segera melakukan analisis
data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan
pola atas dasar data aslinya (tidak ditransformasi dalam bentuk angka). Hasil
analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan
dalam bentuk uraian naratif. Hakikat pemaparan data pada umumnya menjawab
pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Untuk itu
peneliti dituntut memahami dan menguasai bidang ilmu yang ditelitinya sehingga
dapat memberikan justifikasi mengenai konsep dan makna yang terkandung dalam
data.
3. Tekanan pada proses bukan hasil
Tekanan penelitian kualitatif ada pada proses
bukan pada hasil. Data dan
informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan
bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan. Apa yang
dilakukan, mengapa dilakukan dan bagaimana cara melakukannya memerlukan
pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapar dilakukan dengan ukuran
frekuensinya saja. Pertanyaan di atas menuntut gambaran nyata tentang kegiatan,
prosedur, alasan-alasan, dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan di
mana dan pada saat mana proses itu berlangsung. Proses alamiah dibiarkan
terjadi tanpa intervensi peneliti, sebab proses yang terkontrol tidak akan
menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Peneliti tidak perlu mentaransformasi
data menjadi angka untuk mengindari hilangnya informasi yang telah diperoleh. Makna
suatu proses dimunculkan konsep-konsepnya untuk membuat prinsip bahkan teori
sebagai suatu temuan atau hasil penelitian tersebut.
4. Bersifat induktif
Penelitian kualitatif sifatnya induktif. Penelitian kualitatif tidak dimulai dari
deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan yakni fakta empiris. Peneliti
terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang tenjadi secara
alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan serta menarik
kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. Kesimpulan atau generalisasi kepada
lebih luas tidak dilakukan, sebab proses yang sama dalam konteks lingkungan
tertentu, tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan yang lain baik waktu
maupun tempat. Temuan penelitian dalam bentuk konsep, prinsip, hukum, teori dibangun
dan dikembangkan dari lapangan bukan dari teori yang telah ada. Prosesnya
induktif yaitu dari data yang terpisah namun saling berkaitan.
5. Mengutamakan makna
Penelitian kualitatif mengutamakan makna. Makna yang diungkap berkisar pada persepsi
orang mengenai suatu peristiwa. Misalnya penelitian tentang peran kepala
sekolah dalam pembinaan guru, peneliti memusatkan perhatian pada pendapat
kepala sekolah tentang guru yang dibinanya. Peneliti mencari informasi dari
kepala sekolah dan pandangannya tentang keberhasilan dan kegagalan membina
guru. Apa yang dialami dalam membina guru, mengapa guru gagal dibina, dan
bagaimana hal itu terjadi. Sebagai bahan pembanding peneliti mencari informasi
dari guru agar dapat diperoleh titik-titik temu dan pandangan mengenai mutu
pembinaan yang dilakukan kepala sekolah. Ketepatan informasi dari partisipan
(kepala sekolah dan guru) diungkap oleh peneliti agar dapat menginterpretasikan
hasil penelitian secara sahih dan tepat.
Berdasarkan ciri di atas dapat disimpulkan
bahwa penelitian kualitatif tidak dimulai dari teori yang dipersiapkan
sebelumnya, tapi dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami. Data dan
informasi lapangan ditarik maknanya dan konsepnya, melalui pemaparan deskriptif
analitik, tanpa harus menggunakan angka, sebab lebih mengutamakan proses
terjadinya suatu peristiwa dalam situasi yang alami. Generalisasi tak perlu
dilakukan sebab deskripsi dan interpretasi terjadi dalam konteks dan situasi
tertentu. Realitas yang kompleks dan selalu berubah menuntut peneliti cukup
lama berada di lapangan.
Sejalan dengan
pendapat di atas, Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan bahwa bahwa ciri-ciri metode penelitian
kualitatif ada lima, yaitu:
-
Penelitian kualitatif mempunyai setting yang alami
sebagai sumber data langsung, dan peneliti sebagai instrumen kunci.
-
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif.
Data yang dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada angka
-
Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada
produk. Hal ini disebabkan oleh cara peneliti mengumpulkan dan memaknai data,
setting atau hubungan antar bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas
apabila diamati dalam proses.
-
Peneliti kualitatif mencoba menganalisis data secara
induktif: Peneliti tidak mencari data untuk membuktikan hipotesis yang.mereka
susun sebelum mulai penelitian, namun untuk menyusun abstraksi.
-
Penelitian kualitatif menitikberatkan pada makna bukan
sekadar perilaku yang tampak.
Seperti telah dikemukakan bahwa penelitian kualitatif
mengandalkan kecermatan pengumpulan data untuk memperoleh hasil yang valid.
Oleh karena itu, teknik yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah
wawancara mendalam, observasi partisipasi, kleompok diskusi terarah (focus
group discussion) dan analisi dokumen.
a. Wawancara mendalam
Wawancara mendalam adalah teknik
wawancara yang didasarkan oleh rasa skeptic yang tinggi, sehingga wawancara
mendalam bnyak diwarnai oleh probing. Kemampuan dan ketekunan pewawancara akan
sangat berpengaruh terhadap keberhasilan wawancara, dibutuhkan kedekatan atau
keakraban hubungan antara pewawancara dengan respondenserta memahami terhadap
keinginan, persepsi, prinsip, dan budaya responden.. pewawancara juga dituntut
untuk menganalis dan menulis hasil wawancara.
b. Pengamatan Partisipasi
Pengamatan partisipasi adalah
suatu bentuk pengamatan dimana pengamat juga terlibat dalam kehidupan atau
aktivitas subyek yang diamati (responden)
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Penelitian
Kualitatif adalah penelitian
tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses
dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus
penelitian sesuai dengan fakta di lapangan.
Metode kualitatif secara garis
besar dibedakan dalam dua macam, kualitatif interaktif dan non interaktif.:
a. Metode kualitatif interaktif,
b. Metode kualitatif non interaktif
Ada lima ciri pokok karakteristik metode
penelitian kualitatif yaitu:
1. Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber
data
2. Memiliki sifat deskriptif analitik
3. Tekanan pada proses bukan hasil
4.
Bersifat induktif
5. Mengutamakan makna
DAFTAR PUSTAKA
http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/
https://karobby.wordpress.com/2012/05/12/konsep-dan-macam-macam-metode-penelitian/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar