PERANAN GURU DI
SEKOLAH DAN DALAM MASYARAKAT
Dosen: Dr. H. Syamsuddin, M.Pd
Disusun Oleh
Kelompok 2 :
1. Muhammad Ngasomudin
2. Aida Makbulloh
3. Ayu Dwitasari
FAKULTAS AGAMA
ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM ATTAHIRIYAH
JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur marilah kita
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani dan
rohani sehingga kita masih tetap bisa menikmati indahnya alam ciptaan-Nya.
Sholawat dan salam tetaplah kita curahkan kepada baginda Habibillah Muhammad
Saw. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan tugas makalah
ini guna memenuhi tugas mata kuliah.
Penulis disini akhirnya dapat merasa
sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang kami beri judul Peranan Guru di Sekolah dan Dalam
Masyarakat. Terdapat sub pembahasan mengenai peranan guru yaitu, Mulai dari
kedudukan tugas fungsi dan peranan nya di masyarakat, serta peranan nya dalam
hubungan nya kepada murid – murid.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri
maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata yang kurang berkenan. Sesungguhnya kritik dan saran sangat kami
butuhkan guna memperbaiki karya- karya kami dilain waktu.
Jakarta, November 2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................... ........ i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ....... ii
BAB I : PENDAHULUAN.............................................................................. ....... 1
A. Latar Belakang..................................................................................... ....... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................ ....... 1
C. Tujuan...................................................................................................
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian Guru........................................................................................... 2
B. Kedudukan dan Peranan Guru.............................................................. ....... 2
C. Peran Guru di Sekolah.......................................................................... ....... 3
D. Peranan Guru di Masyarakat................................................................ ....... 7
BAB III : PENUTUP
A.
Kesimpulan........................................................................................... ....... 9
B.
Saran............................................................................................................ 9
DAFTAR PUSAKA......................................................................................... ..... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Guru adalah salah satu komponen pendidikan yang memiliki peran dan fungsi
yang amat strategis.Peranan guru di sekolah ditentukan
oleh kedudukannya sebagai orang dewasa, sebagai pengajar, pendidik dan pegawai.
Yang paling utama adalah kedudukannya sebagai pengajar dan pendidik, yakni
sebagai guru. Berdasarkan kedudukannya sebagai guru, ia harus menunjukkan
kelakuan yang layak bagi siswanya sesuai harapan masyarakat. Apa yang dituntut
dari guru dalam aspek etis, intelektual dan sosial lebih tinggi dari pada yang
dituntut orang dewasa lainnya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa definisi guru?
2.
Bagaimana kedudukan guru?
3.
Bagaimana peran guru di sekolah?
4.
Bagaimana peran guru di masyarakat?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui definisi guru.
2.
Untuk mengetahui kedudukan guru.
3.
Untuk mengetahui peran guru di sekolah.
4.
Untuk mengetahui peran guru di masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Guru
Dalam KBBI edisi kedua 1991, guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya
mengajar. Dalam bahasa Arab disebut mu’allim dan dalam bahasa Inggris teacher
yang memiliki arti sederhana yakni “A person whose occupation is teaching
other” yang artinya guru ialah seseorang yang pekerjaannya mengajar orang
lain.Guru adalah seorang administrator, informator,
konduktor dan sebagainya, dan harus berkelakuan menurut harapan masyarakatnya.
Guru
sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan
tujuan hidupnya secara optimal. Minat, bakat, kemampuan dan potensi-potensi
yang dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa
bantuan guru. Betapa besar peran guru dalam membantu pertumbuhan dan
perkembangan para peserta didik. Mereka memiliki kedudukan dan peran yang
sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan
mengembangkan sumber daya manusia (SDM), serta mensejahterakan masyarakat,
kemajuannegara, danbangsa.
B.
Kedudukan dan Peranan Guru
Setiap orang memiliki suatu posisi dalam ruang sosial seperti kelompok,
keluarga, komunitas, dan masyarakat. Posisi merupakan kedudukan seseorang dalam
suatu kelompok atau kedudukan dalam hubungannya dengan kelompok lain, misalnya
posisi sebagai guru.
Guru sebagai pendidik dan pembina generasi muda harus menjadi teladan, di
dalam maupun di luar sekolah. Guru harus senantiasa sadar akan kedudukannya
sebagai guru sepanjang hidupnya. Di mana dan kapan saja, ia akan selalu
dipandang guru yang harus memperlihatkan kelakuan yang dapat ditiru oleh
masyarakat, khususnya oleh anak didiknya.
Kedudukan guru juga ditentukan oleh fakta, bahwa ia adalah orang dewasa.
Oleh karena itu, guru lebih tua dari muridnya. Maka berdasarkan usianya ia
mempunyai kedudukan yang harus dihormati, apalagi karena guru juga dipandang
sebagai pengganti orang tua. Hormat anak terhadap orang tuanya sendiri harus
pula diperhatikan oleh gurunya dan sebaliknya guru harus pula dapat memandang
murid sebagai anak.
Posisi sebagai guru memiliki hak dan kewajiban yang diembannya, dikenal
sebagai status. Adapun perilaku yang diharapkan dari orang yang memiliki suatu
status disebut sebagai peranan. Ketika peranan ini dimainkan, ia memiliki
konsekuensi terhadap penyesuaian atau adaptif terhadap sistem yang dikenal
sebagai fungsi. Fungsi memiliki dua dimensi, yaitu laten dan manifes.
1.
Fungsi manifes dari guru
Fungsi yang
diharapkan, disengaja, dan didasari dari guru oleh masyarakat pada suatu ruang
terdiri dari:
a.
Guru sebagai pengajar
b.
Guru sebagai pendidik
c.
Guru sebagai teladan
d.
Guru sebagai motivator
2.
Fungsi laten dari guru
Fungsi yang tidak
diharapkan, disengaja, dan didasari dari guru terhadap masyarakat pada suatu
ruang terdiri dari:
a.
Guru sebagai pelabel
b.
Guru sebagai “Penyambung Lidah Kelas Menengah Atas”
c.
Guru sebagai pengekal Status Quo
C.
Peran Guru di Sekolah
Peranan guru di sekolah ditentukan oleh kedudukannya sebagai orang dewasa,
sebagai pengajar dan pendidik dan sebagai pegawai. Yang paling utama ialah
kedudukannya sebagai pengajar dan pendidik. Berdasarkan kedudukannya sebagai
guru ia harus menunjukkan kelakuan yang layak bagi guru menurut harapan
masyarakat. Apa yang dituntut dari guru dalam aspek etis, intelektual dan
sosial lebih tinggi daripada yang dituntut dari orang dewasa lainnya.
Di sekolah guru-guru memainkan peran berkenaan dengan murid, pegawai administrasi,
sebagai teman sesama guru. Berikut peran guru di sekolah, antara lain:
1.
Guru sebagai media
Guru kerap dipandang
sebagai media yang berada di antara murid dan mata pelajaran. Artinya dapat
berperan dengan baik dalam hal penguasaan materi, kurikulum yang dipakai,
metode pembelajaran, dan lain-lain.
2.
Guru sebagai penguji
Maksudnya adalah
melakukan penilaian atau evaluasi terhadap perkembangan hasil belajar
murid-muridnya.
3.
Guru sebagai orang yang berdisiplin
Seorang murid harus
tunduk kepada otoritas gurunya. Dengan kata lain, seorang guru harus memiliki
dan berdisiplin sehingga menjadi tauladan dalam menegakkan kedisiplinan.
4.
Guru sebagai orang kepercayaan
Seorang guru di
sekolah hendaknya menjadi orang yang dapat dipercaya, baik kata-kata maupun tindakannya.
Apa yang dikatakan dan dilakukan oleh guru akan menjadi contoh bagi muridnya
dan dianggap sebagai kebenaran yang harus diteladani.
5.
Guru sebagai pengenal kebudayaan
Guru diharapkan
dapat memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai kebudayaan yang ada di
masyarakat. Nilai-nilai dan norma budaya dari masyarakat yang dijumjung tinggi
dan dijaga keberadaannya.
6.
Guru sebagai pengganti orang tua
Di sekolah para guru
berperan sebagai pengganti orang tua atau dengan kata lain guru adalah orang
tua di sekolah. Sehingga semua yang berkenaan dengan murid merupakan tanggung
jawab guru, terutama terhadap hal-hal pengetahuan, keterampilan, pembentukan
pribadi, keamanan dan keimanan.
Peran guru menurut Pullias dan Young, Manan,serta Yelon and Weinstein,
dapat diidentifikasikan peran guru sebagai berikut, yakni:
1.
Guru sebagai Pendidik
Guru adalah
pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi peserta didik, dan
lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi
tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
2.
Guru sebagai pengajar
Guru membantu
peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum
diketahuinya, membentuk kompetensi, dan memahami materi standar yang
dipelajari.
3.
Guru sebagai Evaluator
Kemampuan yang harus
dikuasai guru sebagai evaluator adalah memahami teknik evaluasi, baik tes
maupun non tes yang meliputi jenis masing-msing teknik, karakteristik, prosedur
pengembangan, serta cara menentukan baik atau tidaknya ditinjau dari berbagai
segi, validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran soal.
Selain menilai hasil
peserta didik, guru harus pula menilai dirinya sendiri, baik sebagai perencana,
pelaksana, maupun penilai program pembelajaran. Oleh karena itu, dia harus
memiliki pengetahuan yang memadai tentang penilaian program sebagaimana
memahami penilaian hasil belajar.
4.
Guru sebagai kulminator
Guru adalah orang
yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi).
Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap
yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya.
Disini peran sebagai kulminator terpadu denga peran sebagai evaluator.
5.
Guru sebagai aktor
Sebagai seorang
aktor, guru harus melakukan apa yang ada dalam naskah yang telah disusun dengan
mempertimbangkan pesan yang akan disampaikan kepada penonto. Sebagai seorang
actor, guru juga harus melakukan penelitian tidak terbatas pada materi yang
harus ditransferkan,melainkan juga tentang kepribadian manusia sehingga mampu
memahami respon-respon pendengarnya, dan merencanakan kembali pekerjaannya
sehingga dapat dikontrol.uuntuk memenuhi hal ini ia mempelajari semua hal yang
berhubungan dengan tugasnya, sehingga dapat bekerja secara efektif.
6.
Guru sebagai pribadi
Sebagai individu
yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus memiliki kepribadian yang
mencerminkan seorang pendidik. Ujian terberat bagi guru dalam kepribadian ini
adalah rangsangan yang memancing emosinya. Kestabilan emosi sangat diperlukan.
Untuk keperluan tersebut, upaya dalam bentuk latihan mental akan sangat
berguna.
Sebagai pribadi yang
hidup di tengah-tengah masyarakat, guruperlu juga memiliki kemampuan untuk
berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya, antaralain melalui kegiatan
olah raga, keagamaan, dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab
kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan
kurang bisa diterima oleh masyarakat.
Menurut Ki Hajar Dewantara, peran guru yakni:
a.
Ing Ngarso Sung Tuladha artinya apabila ada di depan, maka harus dapat member contoh hal-hal yang
baik.
b.
Ing Madya Mangun Karsa artinya apabila di tengah-tengah murid harus dapat membangkitkan tekad,
kemauan dan semangat untuk mencapai tujuan pendidikan.
c.
Tut Wuri Handayani artinya apabila guru di belakang murid, mengikuti dan terus menerus memberi
dorongan untuk maju.
D.
Peran Guru di Mayarakat
Peranan guru dalam masyarakat antara lain bergantung pada gambaran masyarakat
tentang kedudukan guru. Kedudukan sosial guru berbeda dari negara ke negara,
dari zaman ke zaman. Di negara kita kedudukan guru sebelum Perang Dunia II
sangat terhormat karena hanya mereka yang terpilih dapat memasuki lembaga
pendidikan guru. Hingga kini citra tentang guru masih tinggi walaupun sering
menurut yang di cita-citakan yang tidak selalu sejajar dengan kenyataan.
Pekerjaan guru selalu dipandang dalam hubungannya dengan ideal pembangunan
bangsa.dari guru diharapkan agar ia manusia idealistis, namun guru sendiri tak
dapat tiada harus menggunakan pekerjaannya sebagai alat untuk mencari nafkah
bagi keluarganya. Walaupun demikian masyarakat tak dapat menerima pekerjaan
guru semata-mata sebagai mata pencaharian belaka sejajar dengan pekerjaan tukang
kayu, atau saudagar. Pekerjaan guru menyangkut pendidikan anak, pembangunan
negara dan masa depan bangsa.
Karena kedudukan yang istimewa itu masyarakat mempunyai harapan-harapan
yang tinggi tentang peranan guru. Harapan-harapan itu tak dapat diabaikan oleh
guru, bahkan dapat menjadi norma yang turut menentukan kelakuan guru.Guru-guru menerima harapan agar mereka menjadi suri
teladan bagi anak-didiknya. Untuk itu guru harus mempunyai moral yang tinggi.
Walaupun demikian ada kesan bahwa kedudukan guru makin merosot dibandingkan
dengan beberapa puluh tahun yang lalu.
1.
Peran sebagai participant/peserta
Yakni peranan dari
kegiatan yang ada di lingkungan masyarakat. Dimana berada pada posisi rangking
tinggi dalam aktivitas masyarakat dibandingkan dengan orang lain yang
berkecimpung sebagai pedagang, pembisnis, dan lain-lain.
2.
Leader/pemimpin
Memang guru tidak
dididik sebagai pemimpin masyarakat, tetapi harus dianggap sebagai pemimpin di
sekolah, terutama di kelas. Karena itu, guru dianggap mampu menjadi pemimpin di
masyarakat dan mampu menempatkan diri sebagaimana mestinya.
3.
Pembuka jalan
Guru dikatakan
sebagai pembuka jalan karena guru dianggap mempunyai pendidikan yang tinggi
dibandingkan masyarakat pada umumnya, terutama dalam hal pembangunan
masyarakat. Guru sebagai orang yang dapat memberi petunjuk, contoh dan teladan
bagi masyarakat di lingkungannya.
4.
Pemerhati anak
Masyarakat berharap
agar guru dapat memperhatikan anak-anak mereka. Dalam hal ini maka guru harus
dapat menempatkan diri seperti yang diharapkan oleh masyarakat lain.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Dari penjabaran makalah ini, kami menyimpulkan bahwa guru merupakankomponenutamapendidikan yang
memilikikedudukandanperan yang sangatstrategis. Guru
tidakhanyasangatberperanpenting di sekolah, akantetapi di masyarakatpun guru
memilikikedudukandanperan yang tidakkalahpenting.
B.
Saran
Alhamdulillah pada akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar
dan tepat waktu. Harapan penulis semoga dengan terselesainya makalah ini dapat
bermanfaat bagipenulismaupunpara pembaca. Namun makalah ini
tak lepas dari segala kelemahan-kelemahan karena keterbatasan yang selalu ada
pada diri manusia. Oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan guna tercapainya kemaslahatan bersama. Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Damsar. 2011. Pengantar
Sosoilogi Pendidikan.Jakarta: KENCANA PRENADA MEDIA GROUP.
Mulyasa,.2007. Menjadi Guru Profesional
Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Nasution.2014. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Nata, Abuddin. 2014. Sosiologi Pendidikan
Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Suwatra, I Wayan. 2014. Sosiologi
Pendidikan cet. Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suwito,. 2005. Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Jakarta:
Kencana.
Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi
Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar