MAKALAH EVALUASI PAI II
Konsep Penilaian Autentik
Dibuat
sebagai persyaratan perkuliahan semester 6 Evaluasi PENDIDIKAN II Pendidikan
Agama Islam
Dosen
Pembimbing:
Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd
Disusun
oleh :
Ayu Dwitasari
PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM ATTAHIRIYAH JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Segala
puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan Rahmat,
Taufiq dan Hidayah-NYA sehingga usaha penyusunan makalah sederhana “Evaluasi
PENDIDIKAN II” dapat diselesaikan.
Makalah
sederhana ini, penulis susun dalam rangka memenuhi salah satu tugas kelompok
mata kuliah “Evaluasi PENDIDIKAN II” pada Jurusan Pendidikan Agama Islam,
Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Attahiriyah, Jakarta. Disamping itu,
tidak kalah pentingnya dalam penyusunan makalah sederhana ini dapat membantu
pembaca sebagai bahan referensi tambahan pengetahuan tentang “Evaluasi
PENDIDIKAN II”.
Untuk
memenuhi maksud tersebut, penulis berupaya secara maksimal sehingga dapat
menyajikan bahan atau materi yang menurut penulis telah memadai dengan
menghimpun dari berbagai literature yang berkaitan erat dengan masalah Evaluasi
PENDIDIKAN II. Namun demikian, penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah
sederhana “Evaluasi PENDIDIKAN II” ini masih banyak terdapat kelemahan dan
kekurangan dalam penyusunannya. Untuk itu, penulis berharap tanggapan, kritik
dan saran positif dari pembaca guna usaha penyempurnaan makalah sederhana ini.
Akhirnya
pada kesempatan ini, penulis banyak berterima kasih kepada Dosen Pengampu Mata
Kuliah Perbandingan Pendidikan, Bapak Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd, yang telah
banyak memberikan pengarahan dan atau membuka alam cakrawala pengetahuan
tentang Evaluasi PENDIDIKAN II. Berterima kasih kepada pembaca dan semua pihak
yang telah berpartisipasi dalam penyusunan makalah sederhana ini.
Semoga
bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................................. i
Daftar Isi ........................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan
A.
Latar
belakang ........................................................................................... 1
B.
Rumusan
masalah ...................................................................................... 1
C.
Tujuan
penulisan ........................................................................................ 1
BAB II Pembahasan
A. Konsep Penilaian Autentik ......................................................................... 2
B. Prinsip dan Pendekatan
Penilaian Autentik................................................. 4
C. Bentuk dari Penilaian Autentik
................................................................... 4
BAB III Penutup
A.
Kesimpulan ................................................................................................ 12
Daftar Pustaka ................................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Penilaian ialah rangkaian kegiatan untuk memperoleh, manganalisis dan
menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan sehingga dapat menjadi informasi yang bermakna
dalam pengambilan keputusan.
Pada dasarnya, suatu sistem penilaian yang baik ialah tidak hanya
mengukur apa yang hendak diukur, namun juga dimaksudkan untuk memberikan
motivasi kepada siswa agar lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka
pelajari. Penilaian autentik dianggap mampu untuk lebih mengukur secara
keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan
belajar bukan melulu hasil tetapi juga proses belajar itu sendiri. penilaian
autentik juga memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk
menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sudah dimilikinya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan Penilaian Autentik?
2.
Apa saja Prinsip dan Pendekatan Penilaian Autentik?
3.
Bagaimana Bentuk dari Penilaian Autentik?
C.
Tujuan Penulisan Makalah
Untuk
Mengetahui dan Memahami :
1.
Pengertian Penilaian Autentik
2.
Prinsip dan Pendekatan Penilaian Autentik
3.
Bentuk dari Penilaian Autentik
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep
Penilaian Autentik
Penilaian
autentik (authentic assesment) adalah suatu proses pengumpulan , pelaporan dan
penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan
prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik,
akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik (Pusat Kurikulum, 2009)
Penilaian dalam kurikulum 2013 mengacu pada Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013
tentang Standar Penilaian Pendidikan. Tujuan penilaian autentik: (1)
perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian, (2) pelaksanaan penilaian peserta
didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai
dengan konteks sosial budaya; dan (3) pelaporan hasil penilaian peserta didik
secara objektif, akuntabel, dan informatif.
Penilaian
autentik mencakup tiga ranah hasil belajar yaitu ranah sikap, keterampilan, dan
pengetahuan. Terminologi autentik merupakan sinonim dari asli, nyata atau
sebenarnya, valid, atau reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih
bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar
sekali pun (Kemendikbud, 2013). Atas dasar tersebut, guru dapat
mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa
pula kegiatan remidial harus dilakukan.
Intinya
penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek.
Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang
sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki
ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki
bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat juga
diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada
umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil pembelajaran.
Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan
peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar
bagaimana belajar tentang subjek.
Penilaian
autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara
signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan,
dan pengetahuan. Penilaian autentik merupakan proses asesmen yang melibatkan
beberapa bentuk pengukuran kinerja yang mencerminkan belajar siswa, prestasi,
motivasi, dan sikap yang sesuai dengan materi pembelajaran.
Elemen
perubahan dan penilaian pada kurikulum 2013 seperti pada tabel berikut ini
(Kunandar, 2013:36).
No
|
Elemen Perubahan
|
1
|
Memperkuat penilaian
berbasis kompetensi
|
2
|
Pergeseran dari
penilaian melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil
saja), menuju penilaian autentik (mengukur semua kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil)
|
3
|
Memperkuat PAP
(Penilaian Acuan Patokan) yaitu mencapai hasil belajar didasarkan pada posisi
skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal). Artinya pencapaian
hasil belajar (kompetensi) peserta didik tidak dibandingkan dengan pencapaian
hasil belajar (kompetensi) peserta didik lain, tetapi dibandingkan dengan
kriteria ketuntasan (KKM)
|
4
|
Penilaian tidak hanya
level kompetensi dasar (KD), tetapi juga pada kompetensi Inti (KI) dan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
|
5
|
Pertanyaan yang tidak
memiliki jawaban tunggal
|
6
|
Mendorong pemanfaatan portofolio
yang dibuat peserta didik sebagai instrumen utama penilaian
|
7
|
Menilai proses
pengerjaannya bukan hanya hasilnya
|
B.
Prinsip
dan Pendekatan Penilaian Autentik
1. Objektif,
berarti penilaian berbasis oada standar (prosedur dan kriteria yang jelas) dan
tidak dipengaruhi factor subjektivitas penilaian.
2. Terpadu,
berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan
kegiatan-kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
3. Ekonomis,
berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksaaan, dan
pelapornya.
4. Transparan,
berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan
dapat diakses oleh semua pihak.
5. Akuntable,
berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun
eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
6. Sistematis,
berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap denga mengikuti
langkah-langkah baku.
7. Edukatif,
berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
Pendekatan penilaian yang digunakan
ialah Penilaian Acuan Kriteria (PAK) atau Penilaian Acuan Patokan (PAP). PAK
atau PAP merupakan penilaiaian pencapaian kompetensi yang di dasarkan pada
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal
yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik
Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta
didik.
C.
Bentuk
dari Penilaian Autentik
1. Penilaian
Kinerja
Penilaian Kinerja Penilaian unjuk kerja merupakan
penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam
melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian
kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti:
praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran,
memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi (Kemendikbud, Buku
Panduan PLPG 2012).
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan
dengan menggunakan daftar cek (check list), skala penilaian (rating scale).
Daftar cek (check list) digunakan untuk mengetahui muncul atau tidaknya
unsur-unsur tertentu dari indikator atau subindikator yang muncul dalam sebuah
peristiwa atau tindakan. Berikut contoh penggunaan daftar cek pada waktu
berpidato (Berbicara).
Petunjuk: Beri tanda (√) pada pernyataan
“ya atau tidak”.
Aspek yang dinilai
|
Diskripsi
|
Ya
|
Tidak
|
Ekspresi fisik
(physical expression)
|
Berdiri tegak melihat
pada penonton
|
||
Merubah ekspresi wajah
sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan
|
|||
Mata melihat kepada
penonton
|
|||
Ekspresi suara (vocal
expression)
|
Berbicara dengan
kata-kata yang jelas
|
||
Nada suaranya
berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan
|
|||
Berbicara cukup keras
untuk didengar penonton
|
|||
Ekspresi verbal (verbal
expression)
|
Memilih kata-kata yang
tepat untuk menegaskan arti
|
||
Tidak mengulang-ulang
pernyataan
|
|||
Menggunakan kalimat
yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran
|
|||
Menggunakan kalimat
yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran
|
|||
Menyimpulkan
pokok-pokok pikiran yang penting
|
Skala penilaian (rating scale),
digunakan untuk menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu
hasil pertimbangan. (Arikunto, 2012 : 41). Misalnya: 4 = siswa selalu
melakukan, 3 = kadang-kadang, 2 = jarang, 1 = tidak pernah.
Contoh Penilaian
Kinerja Berpidato
Petunjuk : Beri lingkaran pada angka yang sesuai untuk
setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato:
1. apabila tidak pernah
2. apabila jarang
3. apabila kadang-kadang
4. apabila siswa selalu melakukan
Nama
:
Kelas
:
Aspek yang Dinilai,
Deskriptor Skala Nilai
Aspek
yang Dinilai
|
Deskriptor
|
Skala
Nilai
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
||
Ekspresi fisik
|
· Berdiri tegak melihat pada
penonton
· Mengubah ekspresi wajah sesuai
dengan perubahan pernyataan yang disajikan
|
||||
Ekspresi Suara
|
· Berbicara dengan kata-kata yang
jelas
· Intonasi untuk memberi penekanan
bagian tertentu
· Pemberian jeda
|
||||
2.
Penilaian
Proyek
Merupakan kegiatan penilaian terhadap
tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode waktu
tertentu. Tugas tersebut dapat berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta
didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan,
analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan
dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan. Penilaian proyek
dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek.
Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai,
seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan
laporan tertulis. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen
penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Format
Penskoran Tugas Proyek
Lakukan penelitian sederhana mengenai pengaruh iklan
di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SMA (cara
berpakaian, pilihan makanan dan minuman, perilaku)
Aspek
|
Kriteria
dan Skor
|
||
PERSIAPAN
|
3
|
2
|
1
|
Jika
memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan
dengan lengkap.
|
Jika
memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan
kurang lengkap
|
Jika
memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan
tidak lengkap
|
|
PENGUMPULAN
DATA
|
Jika
daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan
lengkap
|
Jika
daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan
rapi dan lengkap
|
Jika
pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rap
|
PENGOLAHAN
DATA
|
Jika
pembahasan data sesuai tujuan penelitian
|
Jika
pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian
|
Jika
sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data
|
PELAPORAN
TERTULIS
|
Jika
sistematika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif
|
Jika
sistematika benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif
|
Jika
penulisan kurang sistematis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran
|
3. Penilaian
Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas
memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Jelaskan
kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan
kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan guru untuk penilaian, tetapi
digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolio peserta
didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya.
b. Tentukan
bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat.
Portofolio antara peserta didik yang satu dan orang lain bisa sama bisa
berbeda.
c. Kumpulkan
dan simpanlah karya-karya peserta didik dalam satu map atau folder di rumah
atau loker masing-masing di sekolah.
d. Berilah
tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik
sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
e. Tentukan
kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik.
Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta diclik.
f.
Minta peserta didik
menilai karyanya secara berkesinambungan.
4. Penilaian
Tertulis
Penilaian tertulis atas hasil pembelajaran
tetap lazim dilakukan. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta
didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis,
mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atasmateri yang sudah dipelajari. Tes
tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu
menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
5. Penilaian
Sikap
Kunandar (2013:105) membagi lima jenjang
proses berpikir ranah sikap, yaitu menerima atau memerhatikan, merespon atau
menanggapi, menilai atau menghargai, mengorganisasi atau mengelola, dan
berkarakter.
Objek sikap yang perlu dinilai dalam
proses pembelajaran adalah:
a. Sikap
terhadap mata pelajaran
b. Sikap
terhadap guru/ pengajar
c. Sikap
terhadap proses pembelajaran
Cara atau teknik, yaitu teknik observasi
perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi.
a.
Observasi
perilaku
b.
Pertanyaan
langsung
c.
Laporan
pribadi
6. Penilaian
Diri
Penilaian diri dilakukan berdasarkan
kriteria yang jelas dan objektif. Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta
didik di kelas perlu dilakukan melalui langkahlangkah sebagai berikut:
a. Menentukan
kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
b. Menentukan
kriteria penilaian yang akan digunakan.
c. Merumuskan
format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala
penilaian..
d. Merminta
peserta didik untuk melakukan penilaian diri. e) Guru mengkaji sampel hasil
penilaian secara acak,
e. Guru
mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik
supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
f.
Menyampaikan umpan balik
kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian
yang diambil secara acak.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Penilaian
autentik (authentic assesment) adalah suatu proses pengumpulan , pelaporan dan
penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan
prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik,
akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. Penilaian autentik mencakup
tiga ranah hasil belajar yaitu ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Terminologi autentik merupakan sinonim dari asli, nyata atau sebenarnya, valid,
atau reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara
signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun.
Penilaian
Autentik memiliki prinsip sebagai berikut: (a) Objektif, (b) Terpadu, (c)
Ekonomis, (d) Transparan, (e) Akuntable, (f) Sistematis, (g) Edukatif).
Sedangkan untuk pendekatannya penilaiannya yang digunakan ialah PAK, PAP. PAP
atau PAK merupaka penilaian pencapaian kompetensi yang di dasarkan pada KKM.
Bentuk
dari penilaian autentik sebagai berikut: (a) Penilaian Kinerja, (b) Penilaian
Proyek, (c) Penilaian Portofolio, (d) Penilaian Tertulis, (e) Penilaian Sikap,
(f) Penilaian Diri.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto.
2014. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum
2013. Yogyakarta:Gava Media.
Kurinasi,
Imas & Berlin Sani. 2014.
Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan. Surabaya:Kata Pena

Tidak ada komentar:
Posting Komentar