Minggu, 24 Mei 2020

MAKALAH EVALUASI PENDIDIKAN - PAI - (Konsep Penilaian Autentik)


MAKALAH EVALUASI PAI II

Konsep Penilaian Autentik

Dibuat sebagai persyaratan perkuliahan semester 6 Evaluasi PENDIDIKAN II Pendidikan Agama Islam
Dosen Pembimbing:
Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd

Disusun oleh :


Ayu Dwitasari


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM ATTAHIRIYAH JAKARTA
2017





KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan Rahmat, Taufiq dan Hidayah-NYA sehingga usaha penyusunan makalah sederhana “Evaluasi PENDIDIKAN II” dapat diselesaikan.
Makalah sederhana ini, penulis susun dalam rangka memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah “Evaluasi PENDIDIKAN II” pada Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Attahiriyah, Jakarta. Disamping itu, tidak kalah pentingnya dalam penyusunan makalah sederhana ini dapat membantu pembaca sebagai bahan referensi tambahan pengetahuan tentang “Evaluasi PENDIDIKAN II”.
Untuk memenuhi maksud tersebut, penulis berupaya secara maksimal sehingga dapat menyajikan bahan atau materi yang menurut penulis telah memadai dengan menghimpun dari berbagai literature yang berkaitan erat dengan masalah Evaluasi PENDIDIKAN II. Namun demikian, penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah sederhana “Evaluasi PENDIDIKAN II” ini masih banyak terdapat kelemahan dan kekurangan dalam penyusunannya. Untuk itu, penulis berharap tanggapan, kritik dan saran positif dari pembaca guna usaha penyempurnaan makalah sederhana ini.
Akhirnya pada kesempatan ini, penulis banyak berterima kasih kepada Dosen Pengampu Mata Kuliah Perbandingan Pendidikan, Bapak Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd, yang telah banyak memberikan pengarahan dan atau membuka alam cakrawala pengetahuan tentang Evaluasi PENDIDIKAN II. Berterima kasih kepada pembaca dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan makalah sederhana ini.
Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.







DAFTAR ISI

Kata Pengantar  ..................................................................................................   i
Daftar Isi  ...........................................................................................................   ii
BAB I Pendahuluan
A.      Latar belakang  ...........................................................................................   1
B.       Rumusan masalah  ......................................................................................   1
C.       Tujuan penulisan  ........................................................................................   1
BAB II Pembahasan
A.      Konsep Penilaian Autentik .........................................................................   2
B.       Prinsip dan Pendekatan Penilaian Autentik.................................................   4
C.       Bentuk dari Penilaian Autentik ...................................................................   4
BAB III Penutup
A.      Kesimpulan  ................................................................................................   12
Daftar Pustaka  ...................................................................................................   13












BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Penilaian ialah rangkaian kegiatan untuk memperoleh, manganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga dapat menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Pada dasarnya, suatu sistem penilaian yang baik ialah tidak hanya mengukur apa yang hendak diukur, namun juga dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka pelajari. Penilaian autentik dianggap mampu untuk lebih mengukur secara keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar bukan melulu hasil tetapi juga proses belajar itu sendiri. penilaian autentik juga memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sudah dimilikinya.
B.       Rumusan Masalah
1.         Apa yang dimaksud dengan Penilaian Autentik?
2.         Apa saja Prinsip dan Pendekatan Penilaian Autentik?
3.         Bagaimana Bentuk dari Penilaian Autentik?
C.      Tujuan Penulisan Makalah
Untuk Mengetahui dan Memahami :
1.      Pengertian Penilaian Autentik
2.      Prinsip dan Pendekatan Penilaian Autentik
3.      Bentuk dari Penilaian Autentik






BAB II
PEMBAHASAN
A.  Konsep Penilaian Autentik
Penilaian autentik (authentic assesment) adalah suatu proses pengumpulan , pelaporan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik (Pusat Kurikulum, 2009) Penilaian dalam kurikulum 2013 mengacu pada Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Tujuan penilaian autentik: (1) perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian, (2) pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan (3) pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.
Penilaian autentik mencakup tiga ranah hasil belajar yaitu ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Terminologi autentik merupakan sinonim dari asli, nyata atau sebenarnya, valid, atau reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun (Kemendikbud, 2013). Atas dasar tersebut, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan.
Intinya penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek. Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil pembelajaran. Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek.
Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Penilaian autentik merupakan proses asesmen yang melibatkan beberapa bentuk pengukuran kinerja yang mencerminkan belajar siswa, prestasi, motivasi, dan sikap yang sesuai dengan materi pembelajaran.
Elemen perubahan dan penilaian pada kurikulum 2013 seperti pada tabel berikut ini (Kunandar, 2013:36).
No
Elemen Perubahan
1
Memperkuat penilaian berbasis kompetensi
2
Pergeseran dari penilaian melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja), menuju penilaian autentik (mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil)
3
Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu mencapai hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal). Artinya pencapaian hasil belajar (kompetensi) peserta didik tidak dibandingkan dengan pencapaian hasil belajar (kompetensi) peserta didik lain, tetapi dibandingkan dengan kriteria ketuntasan (KKM)
4
Penilaian tidak hanya level kompetensi dasar (KD), tetapi juga pada kompetensi Inti (KI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
5
Pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal
6
Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat peserta didik sebagai instrumen utama penilaian
7
Menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya


B.  Prinsip dan Pendekatan Penilaian Autentik
1.      Objektif, berarti penilaian berbasis oada standar (prosedur dan kriteria yang jelas) dan tidak dipengaruhi factor subjektivitas penilaian.
2.      Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
3.      Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksaaan, dan pelapornya.
4.      Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
5.      Akuntable, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
6.      Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap denga mengikuti langkah-langkah baku.
7.      Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
Pendekatan penilaian yang digunakan ialah Penilaian Acuan Kriteria (PAK) atau Penilaian Acuan Patokan (PAP). PAK atau PAP merupakan penilaiaian pencapaian kompetensi yang di dasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.

C.  Bentuk dari Penilaian Autentik
1.      Penilaian Kinerja
Penilaian Kinerja Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi (Kemendikbud, Buku Panduan PLPG 2012).
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (check list), skala penilaian (rating scale). Daftar cek (check list) digunakan untuk mengetahui muncul atau tidaknya unsur-unsur tertentu dari indikator atau subindikator yang muncul dalam sebuah peristiwa atau tindakan. Berikut contoh penggunaan daftar cek pada waktu berpidato (Berbicara).
Petunjuk: Beri tanda (√) pada pernyataan “ya atau tidak”.
Aspek yang dinilai
Diskripsi
Ya
Tidak
Ekspresi fisik (physical expression)
Berdiri tegak melihat pada penonton



Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan



Mata melihat kepada penonton


Ekspresi suara (vocal expression)
Berbicara dengan kata-kata yang jelas



Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan



Berbicara cukup keras untuk didengar penonton


Ekspresi verbal (verbal expression)
Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti



Tidak mengulang-ulang pernyataan



Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran



Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran



Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting


           
Skala penilaian (rating scale), digunakan untuk menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil pertimbangan. (Arikunto, 2012 : 41). Misalnya: 4 = siswa selalu melakukan, 3 = kadang-kadang, 2 = jarang, 1 = tidak pernah.
Contoh Penilaian Kinerja Berpidato
Petunjuk : Beri lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato:
1. apabila tidak pernah
2. apabila jarang
3. apabila kadang-kadang
4. apabila siswa selalu melakukan


Nama :
Kelas :
Aspek yang Dinilai, Deskriptor Skala Nilai
Aspek yang Dinilai
Deskriptor
Skala Nilai
1
2
3
4
Ekspresi fisik
· Berdiri tegak melihat pada penonton
· Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan




Ekspresi Suara
· Berbicara dengan kata-kata yang jelas
· Intonasi untuk memberi penekanan bagian tertentu
 · Pemberian jeda






2.      Penilaian Proyek
Merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode waktu tertentu. Tugas tersebut dapat berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan. Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Format Penskoran Tugas Proyek
Lakukan penelitian sederhana mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SMA (cara berpakaian, pilihan makanan dan minuman, perilaku)
Aspek
Kriteria dan Skor
PERSIAPAN
3
2
1
Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.
Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap
Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap
PENGUMPULAN DATA
Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap
Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap
Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rap
PENGOLAHAN DATA
Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian
Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian
Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data
PELAPORAN TERTULIS
Jika sistematika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif
Jika sistematika benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif
Jika penulisan kurang sistematis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

3.      Penilaian Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan guru untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolio peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya.
b.      Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan orang lain bisa sama bisa berbeda.
c.       Kumpulkan dan simpanlah karya-karya peserta didik dalam satu map atau folder di rumah atau loker masing-masing di sekolah.
d.      Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
e.       Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta diclik.
f.        Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan.
4.      Penilaian Tertulis
Penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atasmateri yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
5.      Penilaian Sikap
Kunandar (2013:105) membagi lima jenjang proses berpikir ranah sikap, yaitu menerima atau memerhatikan, merespon atau menanggapi, menilai atau menghargai, mengorganisasi atau mengelola, dan berkarakter.
Objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran adalah:
a.       Sikap terhadap mata pelajaran
b.      Sikap terhadap guru/ pengajar
c.       Sikap terhadap proses pembelajaran
Cara atau teknik, yaitu teknik observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi.
a.      Observasi perilaku
b.      Pertanyaan langsung
c.       Laporan pribadi

6.      Penilaian Diri
Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkahlangkah sebagai berikut:
a.       Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
b.      Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
c.       Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian..
d.      Merminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. e) Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak,
e.       Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
f.        Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.









BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Penilaian autentik (authentic assesment) adalah suatu proses pengumpulan , pelaporan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. Penilaian autentik mencakup tiga ranah hasil belajar yaitu ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Terminologi autentik merupakan sinonim dari asli, nyata atau sebenarnya, valid, atau reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun.
Penilaian Autentik memiliki prinsip sebagai berikut: (a) Objektif, (b) Terpadu, (c) Ekonomis, (d) Transparan, (e) Akuntable, (f) Sistematis, (g) Edukatif). Sedangkan untuk pendekatannya penilaiannya yang digunakan ialah PAK, PAP. PAP atau PAK merupaka penilaian pencapaian kompetensi yang di dasarkan pada KKM.
Bentuk dari penilaian autentik sebagai berikut: (a) Penilaian Kinerja, (b) Penilaian Proyek, (c) Penilaian Portofolio, (d) Penilaian Tertulis, (e) Penilaian Sikap, (f) Penilaian Diri.







DAFTAR PUSTAKA
Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta:Gava Media.
Kurinasi, Imas & Berlin Sani. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan. Surabaya:Kata Pena


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN KKL ( KULIAH KERJA LAPANGAN ) FAI UNIAT (Universitas Islam Attahiriyah)

https://drive.google.com/folderview?id=1QsYXAAC12ZFAC3ZtvdvvHF_AnsawW8n5