Kamis, 14 Mei 2020

MAKALAH MATERI PAI - PENGERTIAN & HAKEKAT AKHLAK -

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan utama penciptaannya adalah untuk beribadah. Ibadah dalam pengertian secara umum yaitu melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Manusia diperintahkan-Nya untuk menjaga, memelihara dan mengembangkan semua yang ada untuk kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Dan Allah SWT sangat membeci manusia yang melakukan tindakan merusak yang ada. Maka karena Allah SWT membenci tindakan yang merusak maka orang yang cerdas akan meninggalkan perbuatan itu, dia sadar bahwa jika melakukan perbuatan terlarang akan berakibat pada kesengsaraan hidup di dunia dan terlebih-lebih lagi di akhirat kelak, sebagai tempat hidup yang sebenarnya.

Arti akhlak secara istilah sebagai berikut; Ibnu Miskawaih (w. 421 H/1030 M) mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sementara itu, Imam Al-Ghazali (1015-1111 M) mengatakan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gambling dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
Secara umum akhlak atau perilaku/perbuatan manusia terbagi menjadi dua; pertama; akhlak yang baik/mulia dan kedua; aklak yang buruk/tercela.
           
Dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan definisi akhlak terpuji dan sikap terpuji dalam diri sendiri , kreatif, Dinamis, Sabar dan Tawakkal.




B.     Rumusan Masalah
  1. Definisi Akhlak Terpuji
  2. Sikap Terpuji Dalam Diri Sendiri : a. Kreatif
         b. Dinamis
         c. Sabar
         d. Tawakkal










BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Akhlak Terpuji
Sangat penting memiliki akhlak baik atau akhlak Terpuji bagi setiap manusia. Di mana pun berada, apa pun pekerjaan, kita akan di senangi oleh siapa pun. Artinya, akhlak menentukan baik buruknya seseorang di hadapan sesama.

Ada beberapa Pengertian dari Akhlak Terpuji[1].
  1. Akhlak terpuji ialah sikap atau perilaku baik dari segi ucapan atau perbuatan yang sesuai dangan tuntunan ajaran Islam dan norma aturan yang berlaku.
  2. Akhlak terpuji adalah akhlak yang baik, diwujudkan dalam bentuk sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai dengan ajaran islam. Akhlak terpuji yang ditujukan kepada Allah SWT berupa ibadah, dan kepada Rasulullah SAW dengan mengikuti ajaran-ajarannya, serta kepada sesama manusia dengan selalu bersikap baik kepada sesama.
  3. Akhlak terpuji adalah akhlak yang meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah SWT dan juga dalam pandangan manusia.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan akhlak terpuji adalah sikap atau perbuatan seorang muslim baik dari segi ucapan ataupun perbuatan yang tidak melanggar dari apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dan ajaran-ajaran islam.

Akhlak yang terpuji tentulah akan membuat keadaan disekitarnya menjadi tentram yang mana menjadi asas menuju kebahagiaan. Islam mengajarkan bahwa manusia yang paling baik adalah manusia yang paling banyak mendatangkan kebaikan kepada orang lain. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Qadla'ie dari jabir,
Rasulullah SAW bersabda:
Artinya : “Sebaik-baik manusia ialah orang yang banyak manfaatnya (kebaikannya) kepada manusia lainnya.
Kesadaran untuk berbuat baik sebanyak mungkin kepada oang lain ini melahirkan sikap dasar untuk mewujudkan keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam hubungannya antar manusia, baik pribadi maupun masyarakat lingkungannya. Pada hakikatnya orang yang berbuat baik atau jahat terhadap orang lain adalah untuk dirinya sendiri. Mengapa orang lain senang berbuat baik kepada kita, karena kita telah berbuat baik kepadanya, Allah SWT berfirman:
Artinya: jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri".(QS. al-Isrâ' : 7).
Dengan mengetahui sesuatu yang bernilai baik, maka kita akan mudah mengetahui yang buruk. Akhlak yang baik atau terpuji itu ada beberapa macam bentuknya, antara lain:
a.       Al-Rahman , yaitu belas kasihan dan lemah lembut
b.      Al-‘Afwu, yaitu pemaaf dan mau bermusyawarah.
c.       al-Amânah, yaitu terpercaya dan mampu menepati janji.
d.      Anisatun, yaitu manis muka dan tidak sombong.
e.       Khusyu' dan Tadharru’, yaitu tekun , tidak lalai, dan merendahkan diri di hadapan Allah Swt.
f.           Al-Hayâ', yaitu sifat malu.
g.      Al-Ikhwân dan al-Ishlâh, yaitu persaudaraan atau perdamaian.
h.      Al-Shâlihat, yaitu berbuat baik atau beramal shaleh.
i.           Al-Shabru,yaitu sabar.
Khususnya sabar dalam tiga hal. Yang pertama sabar dalam beribadah dan beramal. Kedua sabar untuk tidak melakukan maksiat. Ketiga sabar ketika tertimpa musibah dan malapetaka.
j.          Al-Ta’âwun, yaitu tolong menolong.

Demikian sebagian akhlak terpuji yang tercantum dalam Al-Qur’an.

B.     Sikap Terpuji Dalam Diri Sendiri

Yang dimaksud dengan akhlak terhadap diri sendiri adalah sikap seseorang terhadap diri pribadinya baik itu jasmani sifatnya atau rohani. Kita harus adil dalam memperlakukan diri kita, dan jangan pernah memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu yang tidak baik atau bahkan membahayakan jiwa.

Sesuatu yang membahayakan jiwa bisa bersifat fisik atau psikis.
1.    Bersifat Fisik
Misalnya kita melakukan hal-hal yang bisa membuat tubuh kita menderita. Seperti;
  1. terlalu banyak bergadang, sehingga daya tahan tubuh berkurang
  2. merokok, yang dapat menyebabkan paru-paru kita rusak
  3. mengkonsumsi obat terlarang dan minuman keras yang dapat membahyakan jantung dan otak kita.
Untuk itu kita harus bisa bersikap atau beraklak baik terhadap tubuh kita.
2.    Bersifat Psikis
Misalkan kita melakukan hal yang membuat hati menjadi kotor. Seperti :
a.       Bersikap Iri Hati
b.      Dengki
c.       Munafik Dll.

Hal itu semua dapat membahayakan jiwa kita, semua itu merupakan penyakit hati yang harus kita hindari. Hati yang berpenyakit seperti iri dengki munafiq dan lain sebagainya akan sulit sekali menerima kebenaran, karena hati tidak hanya menjadi tempat kebenaran, dan iman, tetapi hati juga bisa berubah menjadi tempat kejahatan dan kekufuran.

Untuk menghindari hal tersebut di atas maka kita dituntut untuk mengenali berbagai macam penyakit hati yang dapat merubah hati kita, yang tadinya merupakan tempat kebaikan dan keimanan menjadi tempat keburukan dan kekufuran. Seperti yang telah dikatakan bahwa diantara penyakit hati adalah iri dengki dan munafik. Maka kita harus mengenali penyakit hati tersebut. Orang pendeki adalah orang yang paling rugi. Ia tidak mendapatkan apapun dari sifat buruknya itu. Bahkan pahala kebaikan yang dimilikinya akan terhapus. Islam tidak membenarkan kedengkian.
Rasulullah bersabda: “Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda, “hati-hatilah pada kedengkian kaerena kedengkian menghapuskan kebajikan, seperti api yang melahap minyak.” (H.R. Abu Dawud)
Orang munafiq adalah orang yang berpura-pura atau ingkar. Apa yang mereka ucapkan tidak sama dengan apa yang ada di hati dan tindakannya. Adapun tanda-tanda orang munafiq ada tiga. Hal ini dijelaskan dalam hadits, yaitu: Dari Abu hurairoh r.a. Rasulullah berkata: ” tanda-tanda orang munafiq ada tiga, jika ia berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat.” (H.R. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan an-Nisa’i)
Dengan adanya sikap terpuji dalam diri sendiri yang perlu kita tingkatkan adalah
  1. sikap Kreatif,
  2. Dinamis,
  3. Sabar dan
  4. Tawakkal

  1. Kreatif
Kreatif berasal dari bahasa inggiris “create” artinnya yang menciptakan sesuatu atau membuat. Sedangkan menurut istilah kreatif berarti suatu sikap yang selalu ingin berusaha membuat atau menciptakan sesuatu yang baru yang memiliki manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Dalam perspektif Islam kreatif di artikan sebagai kesadaran keimanan seseorang untuk menggunakan daya dan kemampuan yang dimiliki sebagai wujud syukur atas nikmat Allah guna menghasilkan sesuatu yang terbaik dan bermanfaat bagi kehidupan sebagai wujud pengabdian yang tulus kepada Allah[2].
Di dalam alqur’an ada ayat yang berkaitan sebagai dasar untuk bersikap kreatif pada surat an-Nahl ayat 17 :
`yJsùr& ß,è=øƒs `yJx. žw ß,è=øƒs 3 Ÿxsùr& šcr㍞2xs? ÇÊÐÈ  
   
 Maka Apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa) ?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.

  1. Dinamis
Pengertian Dinamis secara bahasa ingin selalu bergerak, perubahan ke arah yang lebih baik. Lawannya adalah sikap Statis (diam tak berubah/sama).
Sedangakan menurut istilah dinamis adalah Dinamis merupakan sifat dan sikap sesorang yang selalu bergerak, merubah dan berupaya untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu baik yang berhubungan dengan pendidikan maupun pekerjaan.

Allah berfirman dalam al-Qur;an dalam surat an-Najm ayat 39-40
br&ur }§øŠ©9 Ç`»|¡SM~Ï9 žwÎ) $tB 4Ótëy ÇÌÒÈ   ¨br&ur ¼çmuŠ÷èy t$ôqy 3tãƒ ÇÍÉÈ  
dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,
dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya).



  1. Sabar
Menurut bahasa sabar adalah menahan diri dari sesuatu yang di senangi, atau menerima musibah dengan sikap rela dan berserah diri kepada Allah.
menurut istilah, sabar artinya sikap menahan diri dan menerima atas segala ujian dari Allah, hambatan, rintangan dan tantangan yang menimpa diri nya dengan senatiasa berusaha dan berkeja keras untuk keluar dari kesulitan dan menemukan kebahagiaan.
Sabar juga berarti menahan diri untuk tidak berkeluh kesah, mencegah lisan untuk merintih dan menghalangi anggota tubuh untuk tidak menmpar pipi dan merobek pakaian dan sejenisnya[3].
Dalam Al-Qur`an surat Al-Kahfi:28 Allah berfirman :
÷ŽÉ9ô¹$#ur y7|¡øÿtR yìtB tûïÏ%©!$# šcqããôtƒ Næh­/u Ío4rytóø9$$Î/ ÄcÓÅ´yèø9$#ur tbr߃̍ム¼çmygô_ur ( Ÿwur ß÷ès? x8$uZøŠtã öNåk÷]tã ߃̍è? spoYƒÎ Ío4quŠysø9$# $u÷R9$# ( Ÿwur ôìÏÜè? ô`tB $uZù=xÿøîr& ¼çmt7ù=s% `tã $tR̍ø.ÏŒ yìt7¨?$#ur çm1uqyd šc%x.ur ¼çnãøBr& $WÛãèù ÇËÑÈ  
dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.


  1. Tawakkal
Pengertian tawakal secara bahasa adalah berserah diri, mempercayakan diri.
Secara istlah tawakal artinya mempercayakan diri kepada Allah SWT. Dalam segala rencana, bersandar kepada kekuatanya dalam melaksanakan suatu pekerjaan, berserah diri di bawah lindungannya pada waktu menghadapi kesukaran.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat: 159 :
$yJÎ6sù 7pyJômu z`ÏiB «!$# |MZÏ9 öNßgs9 ( öqs9ur |MYä. $ˆàsù xáÎ=xî É=ù=s)ø9$# (#qÒxÿR]w ô`ÏB y7Ï9öqym ( ß#ôã$$sù öNåk÷]tã öÏÿøótGó$#ur öNçlm; öNèdöÍr$x©ur Îû ͐öDF{$# ( #sŒÎ*sù |MøBztã ö@©.uqtGsù n?tã «!$# 4 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä tû,Î#Ïj.uqtGßJø9$# ÇÊÎÒÈ  
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[4]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.








BAB II
PENUTUP

  1. Kesimpulan

Menumbuhkan sifat kreatif Langkah awal yang harus dilakukan orang tua adalah menerima dan menghargai semua keunikan anak. Anak yag kreatif juga didukung dari suasana keluarga yang memberi kebebasan pada anak. Selain itu, orang tua juga harus selalu mendorong anak untuk mengkomunikasikan apa yang menjadi keinginannya. Agar sifat dinamis muncul dalam diri kita hal pertama yang hars dilakukan adalah sellau berusaha ingin tahu, bersikap independent, memiliki daya cipta yang kuat, mendahulukan hal yang lebih penting, dan yang terakhir harus mempunyai dedikasi yang besar dalah segala hal.        Ada kaitan yang erat antara sabar dan tawakkal apabila orang yang bersabar terhadap segala hal maka secara otomatis dia juga akan bertawakkal agar dapat keluar dari masalah atau cobaan yang dialaminya. Percaya bahwa semua itu adalah cobaan yang diberikan oleh Allah dan tetap berusaha untuk keluar dari permasalah yang dihadapinya.







DAFTAR PUSTAKA


Al-Qur’an
Aqidah Akhlak Ahmad Abid Al-Arif
Anaz Azwar, Sifat-sifat Terpuji dalam Islam, Surya Pustaka :Surabaya,2007
Al-Jauziyah, Ibn Al-Qayyim, Kemuliaan Sabar dan Keagungan Syukur, Mitra Pustaka, Yogyakarta,2005



[1] Aqidah Akhlak Ahmad Abid Al-Arif
[2] Anaz Azwar, Sifat-sifat Terpuji dalam Islam, Surya Pustaka :Surabaya,2007, hlm.186
[3] Al-Jauziyah, Ibn Al-Qayyim, Kemuliaan Sabar dan Keagungan Syukur, Mitra Pustaka, Yogyakarta,2005 Hlm.01
[4] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN KKL ( KULIAH KERJA LAPANGAN ) FAI UNIAT (Universitas Islam Attahiriyah)

https://drive.google.com/folderview?id=1QsYXAAC12ZFAC3ZtvdvvHF_AnsawW8n5